Selasa, 27 Desember 2016

Santri Al Isyroq Desa Bate Kec. Bangilan Ngaji Literasi

Santri Al Isyroq Desa Bate Kec. Bangilan Ngaji Literasi
Oleh : Joyojuwoto

Ngaji atau mengaji adalah aktivitas rutin dan kewajiban para santri, baik mengaji Al Qur’an, mengaji dan mengkaji kitab-kitab kuning, mengaji secara temporer dan rutinan dalam rangka hari-hari besar Islam maupun ngaji dalam rangka selametan dan ngaji di hari-hari kematian sesama saudara seiman. Istilah ngaji literasi mungkin agak aneh dan asing di telinga para santri, walau sebenarnya aktivitas ini sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari dunia santri itu sendiri.

Bersama Komunitas Kali Kening Bangilan, hari ini (26/12/2016) Santriwan-santriwati Madrasah Diniyyah Al Isyroq Desa Bate Kec. Bangilan mengadakan ngaji literasi yang di kemas dalam kegiatan Kelas Menulis dan Workshop Jurnalistik di lokasi Madin yang diasuh oleh KH. Nurus Shobah, atau akrab dipanggil Gus Sobah. Kegiatan kelas menulis yang diadakan di Madin Al Isyroq ini memang telah menjadi salah satu agenda dan program dari Komunitas Kali Kening dalam rangka ikut serta menebarkan virus cinta membaca dan menulis di kalangan para santri khususnya dan masyarakat Bangilan dan sekitarnya pada umumnya.


Kegiatan Kelas Menulis dan workshop yang diadakan oleh Kali Kening ini dipandu langsung oleh anggotanya mulai dari nol hingga santri berhasil membuat sebuah karya. Kali ini yang menjadi agenda kegiatan adalah pembuatan Majalah Dinding (Mading) Santri. Acara yang dipandu oleh Mbak Linda, seksi kegiatan ini berjalan cukup ceria dan menghibur. Tampil perdana membuka perkenalan Komunitas Kali Kening dengan para santri dibawakan oleh Kak Mashari berjalan cukup sukses dan menawan perhatian para peserta wokshop.


Acara yang dimulai jam sembilan pagi itu dilanjutkan dengan road materi yang dibawakan secara berurutan mulai dari Sang Maskot Kali Kening Mas Rohmat Sholihin, dengan materi pengantar jurnalistiknya, disusul kemudian materi tentang motivasi menulis oleh Joyojuwoto penulis buku Jejak Sang Rasul, kemudian acara semakin meriah dengan turun gunungnya wartawan media online bloktuban mas Rofiq. Acara semakin mengerucut dengan materi terakhir sistematika mading yang disampaikan oleh Ketua Komunitas Kali Kening Mas Ikal Hidayat Noor yang kemudian dilanjutkan dengan praktek menulis secara langsung.

Dalam sebuah Mading memuat beberapa rubrik tulisan yang perlu diisi oleh tim kreatif Mading, dan inilah yang menjadi garapan tim jurnalistik Kali Kening untuk mendampingi para santri membuat karya. Ikut hadir meramaikan kegiatan anggota Komunitas Kali Kening lainnya seperti Mas Kafabih, Mbak Sulistiani, dan Mbak Novita. Ustadz dan Ustadzah Madin Al Isyroq pun tidak ketinggalan ikut mensuport dan meramaikan kegiatan kelas menulis  ini hingga acara berjalan semakin meriah saja.

Salah satu pesan dari kegiatan ini menurut Mbak Linda sebagai ketua koordinator kegiatan Kali Kening Goes To School adalah : “Santri punya banyak potensi yang perlu digali, mereka juga butuh wadah untuk mengekspresikan diri dan berkreasi, dan tugas kita salah satunya memberikan motivasi agar mereka bisa berkembang” demikian papar mbak Linda yang menghantarkan acara hingga di garis finisnya.

Semoga ke depan acara Kelas Menulis atau semisal bisa terselenggara di berbagai lembaga dan kalangan serta mendapat dukungan baik secara moril dan spiritual dari semua pihak, karena pada dasarnya kerja literasi adalah kerja bersama seluruh elemen anak bangsa guna  menjembatani perkembangan kebudayaan bangsa. Karena bangsa yang berbudaya adalah bangsa yang melek tulis dan baca.



3 komentar:

  1. Ruaaaarrr biasa melebihi batas angan.. Semangart Dulur Kali Kening..

    BalasHapus