Tampilkan postingan dengan label Tajwid. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tajwid. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Maret 2012

BAB V LAM TA’RIF

BAB V
LAM TA’RIF ( ال ) ﴿ لاَمُ التَّعْـرِيْف ﴾

Lam ta’rif adalah huruf alif dan lam ( اَلْ ) yang selalu dihubungkan dengan kata benda (isim) dalam bahasa arab.
Ada 2 hukum bacaan dalam Ilmu Tajwid apabila lam ta’rif bertemu dengan huruf hijaiyah, yaitu :

1.IDHAR QOMARIYAH ﴿ إِظْهَار قَمَرِيَّة ﴾
Idhar artinya : terang dan jelas
Qomariyah artinya : sebangsa/sejenis bulan.
Menurut Ilmu Tajwid Idhar Qomariyah adalah apabila ada lam ta’rif bertemu dengan salah satu huruf qomariyah yang 14, diantaranya :
ء ب ج ح خ ع غ ف ق ك م و هـ ي
Cara membaca ( ال ) disini harus jelas dan terang.
Huruf yang 14 diatas dinamakan bulan karena bintang ( ال ) akan tetap tampak jelas sekalipun bertemu dengan bulan.
Contoh :
- اْلأَحَدُ - الْبَصِيْرُ - الْجَنَّةُ - الْحَمْدُ ِللهِ
- الْخَيْرُ - الْعَلِيْمُ - الْغَنِيُّ - الْفِعْلُ

2.IDGHOM SYAMSIYAH ﴿ إِدْغَام شَمْسِيَّة ﴾
Syamsiyah artinya: sebangsa matahari
Menurut Ilmu Tajwid Idghom Syamsiyah adalah apabila ada lam ta’rif (ال) bertemu dengan salah satu huruf hijaiyah selain huruf qomariyah, diantaranya :
ت ث د ذ ر ز س ش ص ض ط ظ ل ن
Cara membaca ( ال ) disini harus digabungkan dengan huruf didepannya/diidghomkan (huruf lam tidak terbaca).
Huruf diatas dinamakan huruf syamsiyah (matahari) karena bintang (ال) menjadi tidak terlihat Menurut Ilmu Tajwid apabila bertemu dengan matahari.

Contoh :

- التَّوَّابُ - الثَّوْبُ - الدُّعَاءُ - الذِّكْرُ
- الرَّحِيْمُ - الزَّكَاةُ - السَّمِيْعُ - الشَّمْسُ
- الصَّبْرُ - الضَّآلِّيْنَ - الطَّاهِرُ - الظَّالِمُوْنَ
- اللَّطِيْفُ - النَّاسُ

BAB IV NUN DAN MIM BERTASYDID (GHUNNAH) ﴿ غُـنَّة ﴾

BAB IV
NUN DAN MIM BERTASYDID (GHUNNAH)
﴿ غُـنَّة ﴾

Ghunnah artinya : mendengung
Menurut Ilmu Tajwid apabila ada mim ( م ) atau nun ( ن ) bertasydid ( ﹽ ) maka hukum bacaannya adalah Ghunnah ( غُنَّة ), cara membacanya dengan mendengung.

Contoh :
- وَمِنَ النَّاسِ - آمَنَّا بِاللهِ - مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ

Selasa, 28 Februari 2012

HUKUM MIM SUKUN/MIM MATI ﴿ مْ ﴾


BAB III
HUKUM MIM SUKUN/MIM MATI ﴿ مْ ﴾

Ü  Hukum bacaan mim sukun ada 3, yaitu:
A.    IKHFA’ SYAFAWI ﴿ إِخْفَاء شَفَوِي ﴾
Ikhfa’ artinya         : samar/menyembunyikan
Syafawi artinya      : sebangsa bibir
Menurut Ilmu Tajwid apabila ada mim sukun/mim mati ( مْ ) bertemu dengan huruf ba’ (ب) maka hukum bacaannya disebut Ikhfa’ Syafawi ( إخفاء شفوي ). Cara membacanya harus samar-samar di bibir dan didengungkan.

Contoh :
- اعْتَصِمْ بِاللهِ        - وَهُمْ بِهِ            - دَخَلْتُمْ بِهِنَّ
- بَايَعْتُمْ بِهِ

Minggu, 26 Februari 2012

BAB NUN SUKUN DAN TANWIN


BAB NUN SUKUN DAN TANWIN

  • Dalam Ilmu Tajwid apabila ada nun sukun/nun mati ﴿ نْ ﴾ atau tanwin ﴿ـًـٍـٌٌ﴾ bertemu dengan huruf hijaiyah yang 29 maka hukum bacaannya ada 5, yaitu :

  1. IDHAR HALQI ﴿ إِظْهَار حَلْقِي ﴾
Idhar artinya : terang dan jelas
Halqi artinya : kerongkongan
Menurut Ilmu Tajwid apabila ada nun sukun/nun mati ﴿نْ﴾ atau tanwin ﴾ ﴿ ـًـٍـٌٌ bertemu dengan salah satu huruf halqi ﴿حروف حلقي﴾ yang 6 ﴿ ء هـ ح خ ع غ ﴾ maka hukum bacaannya adalah Idhar Halqi ﴿إِظْهَار حَلْقِي﴾ . Cara membacanya harus jelas dan terang.

Ilmu Tajwid

Ilmu Tajwid
 
  1. Ilmu tajwid adalah ilmu yang mempelajari tata cara dan qoidah membaca Al Qur’an dengan baik dan benar.
  2. Tujuan mempelajari ilmu tajwid adalah agar kita dapat membaca Al Qur’an dengan baik dan benar, sehingga tidak terjadi kesalahan.
  3. Hukum mempelajari ilmu tajwid adalah fardhu ‘ain sebagaimana belajar membaca Al Qur’an yang baik dan benar hukumnya fardhu ‘ain.
  4. Pokok pembahasan ilmu tajwid adalah huruf-huruf hijaiyah yang 29 dan beberapa hubungan dengan bacaan dan harokatnya.
  5. huruf hijaiyah itu ada 29, yaitu :
ا – ب – ت – ث – ج – ح – خ – د – ذ – ر – ز – س – ش – ص – ض – ط – ظ – ع – غ – ف – ق – ك – ل – م – ن – و – هـ – لا – ء – ي
  1. Harokat/syakal dalam membaca Al qur’an diantaranya :
    • Fathah - Tasydid
    • Kasroh - Fathah tain
    • Dhomah - Kasroh tain ـٍ
    • Sukun ﹿ - Dhomah tain ٌ ـ