Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Oktober 2015

Buku, Guru, dan Menulis

Buku, Guru, dan Menulis
Oleh : Joyojuwoto

Menulis adalah sebuah keniscayaan lebih-lebih bagi seorang yang berpropesi sebagai guru. Sebagaimana yang tercantum dalam UU No. 14 Tahun 2005 pasal 10 tentang guru dan dosen disebutkan bahwa seorang guru yang profesional  setidaknya harus memiliki empat kompetensi, yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional. Karena menurut PP. Nomor 74 tahun 2008 menjelaskan bahwa kompetensi profesional guru merupakan kemampuan guru yang berkaitan dengan penguasaan pengetahuan, teknologi, dan atau seni dan budaya atas bidang pelajaran yang diampunya.

Atas alasan inilah seharusnya seorang guru harus menulis. Dengan menulis seorang guru  dapat meningkatkan kompetensi profesionalnya, karena menulis sangat dituntut untuk menguasai bidang disiplin ilmu yang akan ditulisnya. Selain itu tentu guru yang penulis akan berusaha mencari, membaca, dan menela’ah berbagai referensi yang dipakai sebagai bahan untuk menulis.

Menulis dan menghasilkan sebuah karya buku memiliki multi manfaat bagi seorang guru. Salah satunya tentu memberikan tambahan kredit poin untuk kenaikan jabatan, promosi jabatan bagi seorang guru PNS. Manfaat lain dari menulis tentu ini menjadi salah satu cara untuk membuka pintu rezeki. Jika ketepatan buku itu best seller maka seorang guru akan mendapatkan keuntungan finansial juga. Dan yang paling penting dari aktivitas menulis adalah sebagai sarana untuk menebar manfaat dan menjadi ladang amal kebaikan dengan dakwah bil qalam, dakwah dengan pena yang pahalanya akan terus mengalir sepanjang buku itu dibaca dari masa ke masa.

Guru sebagai instrumen penting serta yang menjadi ujung tombak perubahan dan kemajuan suatu bangsa tentu harus selalu mengasah kemampuan dan skilnya guna berada di garda depan bagi proses penyerdasan kehidupan anak bangsa. Oleh karena itu dua hal penting sebagai tolak ukur maju mundurnya suatu kebudayaan bangsa adalah buku dan menulis. Sebanyak apa buku yang dihasilkan dan ditulis oleh warga negara Indonesia menjadi penanda masa keemasan bangsa ini. Mari menengok sejarah keemasan dunia Islam abad pertengahan, saat itu yang mana mesin cetak dan foto copy belum ditemukan tapi jumlah koleksi buku di perpustakaan Baitul Hikmah masa pemerintahan Harus Ar Rasyid menurut catatan sejarah sekitar dua juta jilid buku. Suatu jumlah yang luar biasa tentunya di masa itu, bahkan di masa sekarang.

Minat baca, buku, dan menulis berbanding lurus dengan peningkatan kompetensi seorang guru, namun sayang produksi buku di Indonesia sangat rendah. Menurut catatan www.kompas.com pada tahun 2011 produksi buku di Indonesia sekitar 20.000 judul buku. Jika dibandingkan dengan penduduk Indonesia yang berjumlah sekitar 240 juta jiwa perbandingannya satu buku dibaca oleh 80.000 orang. Jumlah ini tentu sangat tidak ideal sekali dan imposible. Padahal seharusnya guru berada di garda terdepan dalam hal gerakan membaca, menulis, dan membeli buku. Rendahnya minat baca salah satunya tentu disebabkan kurangnya koleksi buku, jika koleksi buku minim maka sangat sulit diharapkan untuk bisa menulis.

Pemerintah dengan program sertifikasi guru yang fungsi sejatinya untuk meningkatkan kompetensi dan mutu guru ternyata jauh dari harapan. Dana yang diberikan pemerintah kebanyakan hanya menyasar pada fungsi kesejahteraan saja. Menurut pengamatan saya di tingkat lokal ternyata sertifikasi guru belum mampu mendongkrak dan meningkatkan daya beli buku bagi seorang guru guna menunjang profesionalitas guru sebagaimana yang dimaksud. Saya kira juga wajar jika dana sertifikasi bisa digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan guru, namun sisi peningkatan kompetensi guru juga perlu mendapatkan ruang dan perhatian.

Buku menjadi hal  penting bagi seorang guru, baik untuk dibaca ataupun untuk ditulis. Tentang membaca saya selalu teringat dengan dawuh Kyai saya di pesantren, beliau selalu berpesan untuk selalu membaca. Bahkan beliau mengatakan “Jangan mengaku menjadi santri ASSALAM, kalau belum cinta membaca”  begitu dawuhnya.

Menurut  Feuntas yang saya kutip dari WA salah satu teman “Buku tidak menulis dirinya sendiri. Juga tidak digodok dalam komite. Menulis adalah aksi seorang diri yang kadang menakutkan.”  Jadi perlu keberanian, tekad,dan komitmen bagi seorang guru untuk memproses pengetahuan dari buku untuk diolah menjadi buku-buku yang lainnya.  Oleh karena itu menurut saya fardlu ‘ain hukumnya seorang guru harus menulis buku, setidaknya menulis artikel, makalah, PTK, dan model-model tulisan ilmiah lainnya guna meningkatkan dan memberikan keteladan dalam dunia akademik di dunia pendidikan agar kelak pendidikan di Indonesia benar-benar mampu mencerdaskan kehidupan anak bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu  manusia yang bertaqwa terhadap Tuhan yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki ketrampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian mantap dan mandiri serta tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.


Saya kira tidak berlebihan buku, guru, dan menulis, menjadi bagian penting bagi sebuah proses metamorfis perubahan bangsa yang berperadaban. Sekian.  Joyojuwoto

Senin, 13 Oktober 2014

Memilih Teman yang Baik

Memilih Teman yang Baik

"المرء على دين خليله فلينظر أحدكم من يخالل"
“Seseorang itu sesuai dengan agama temannya, maka hendaklah seseorang diantara kalian memperhatikan dengan siapa ia berteman”
Hadits di atas sangat gamblang sekali menerangkan hakekat pertemanan, dan sebenarnya tidak perlu penjelasan panjang lebar mengenai hal ini, namun untuk menambah deretan kata dan bahasa serta basa-basi tulisan dibawah ini saya kemukakan mengenai pertemanan.
Dalam pepatah Arab dikatakan :
عن المرء لا تسئل وسئل عن قرينه  فإنّ القرين بالمقارن يقتدي
“Tentang pribadi seseorang usah kau tanya dirinya, tanya saja siapa teman karibnya. Setiap teman meneladani karibnya”.
Teman akan menentukan masa depan dan nasib kita. Teman yang sukses akan menjadikan kita sukses, teman yang jelek tentu juga kejelekannya akan menulari kita. Oleh karena itu berhati-hatilah dalam memilih teman.
سوء الخلق يعدي
Tabiat yang jelek itu menular
Jadi selektiflah dalam berteman. Pilihlah teman yang jujur, amanah, dan bisa menjadi cermin dan teladan bagi diri kita. Teman yang baik adalah yang mengingatkan kita jika kita salah dan berbuat kejelekan, bukan teman yang bisanya membenar-benarkan segala perbuatan jelek kita.
صديقك من صدقك لا من صدّقك
Dulu Sunan Bonang pun telah mengingatkan dalam tembang tombo atinya bahwa termasuk salah satu dari obat penyakit hati adalah berkumpul dengan orang-orang sholeh. “Wong Kang Soleh kumpulono” demikian pesan kanjeng Sunan.
Ingatlah pesan Kanjeng Nabi Muhammad bahwa jika kita berteman dengan penjual minyak wangi maka aroma wanginya akan kita dapatkan, begitu juga jika kita berteman dengan pande besi maka kemungkinan terburuk tubuh kita akan terbakar, atau paling tidak pasti baju kita akan beraroma sangit bukankah demikian ?. JWT.

Selasa, 26 Agustus 2014

LIKA-LIKU KENTRUNG BATE

LIKA-LIKU KENTRUNG BATE 

Team Study Lapangan Antropologi
Salah satu bukti kuatnya pengaruh budaya timur tengah dalam kehidupan masyarakat Indonesia bisa kita dapati di Desa Bate Kecamatan Bangilan Kabupaten Tuban Jawa Timur.

Di desa ini, terdapat sebuah kelompok kesenian kentrung yang konon merupakan warisan dari seorang pujangga Persia yang singgah di desa ini untuk menyebarkan agama islam. Sayangnya seni kentrung dipastikan bakal segera sirna karena tidak ada generasi yang berminat meneruskannya. Suara parau mbah Surati melantunkan syair diiringi oleh alat musik kendang sebentar lagi mungkin sudah tidak bisa lagi didengar oleh telinga kita. Wanita tuna netra di desa Bate kecamatan Bangilan kabupanten Tuban ini, sudah terlalu renta untuk mampu bertahan bersama keseniantradisional kentrungnya. Tidak ada seorangpun anak yang dimiliki oleh perempuan berusia kurang lebih 100 tahunan ini. Ia hidup sebatang kara dirumahnya yang sangat sederhana. Suaminya sudah meninggal terlebih dahulu dari padanya. Dia hidup dengan bergantung pada job kentrunnya. Namun dengan beriringnya waktu dan merangkaknya era modernisasi, seni kentrungpun semakin terpinggirkan dan semakin jarang masyarakat yang mau mendatangkan satu-satunya grup kesenian kentrung yang masih eksis hingga zaman sekarang ini disetiap ada acara hiburan. Lagu kentrung Bate pada masanya sangat popular dan termasuk grup kesenian yang digandrungi oleh masyarakat kabupaten Tuban.

Kentrung Bate adalah satu-satunya kesenian kentrung di kabupaten Tuban,  sayangnya keberadaanya semakin tersingkir oleh kesenian modern dan terkena dampak era perkembangan. Namun kendati keadaan semakin sulit, mbah Rati dan mbah Samijo (teman main kentrung) tetap setia dengan kentrungnya dibantu oleh mbah Setri (kurang lebih 70 tahunan) yang masih kerabat dekatnya mbah Rati sebagai dalang sekaligus sebagai penabuh kendang keliling dari satu desa kedesa lainnya melantunkan bait-bait syair yang kental dengan aroma Timur Tengah.

Di usianya yang renta ini mbah Surati, mbah Samijo, dan mbah Setri masih sanggup main kentrung hingga ke kabupaten purbolinggo. Untuk sekali pentas mbah surati tidak pernah mematok harga. Namun rata-rata mbah rati dan grupnya mendapat honor 200.000 untuk sekali pentas. Menjalani hidup sebagai pemain kentrung memang tidak ringan. Dalang kentrung harus bersih lahir batin, hingga posisi duduknyapun harus menghadap timur saat mementaskan kentrung ini. Dengan kepercayaan bahwa hidup harus selalu optimis, yakni selalu menyongsong terbitnya matahari. Disamping itu, seorang dalang kentrung harus rela menderita tuna netra dikala usianya senja. Seperti yang dialami oleh mbah Rati. Mungkin karena mitos inilah yang menyebabkan tidak adanya generasi muda yang berminat menjadi dalang kentrung karena takut buta saat usianya tua.  (Bate, 9/5/14. Team Study Lapangan Antropologi  KMI ASSALAM Bangilan Tuban)

Selasa, 12 Agustus 2014

Napak Tilas Santri PP. ASSALAM Bangilan Tuban 2014

"Khutbatul Iftitah"

"Kan kuingat di dalam hatiku
Kan kukenang selama hidupku
Kenangan khutbatul iftitah
Di B.P. Pondok ASSALAM
Sadar patuh disiplin itu mahkota kita 2x"

Lagu khas Khutbatul iftitah di Pesantren ASSALAM Bangilan dinyanyikan dalam kegiatan Napak Tilas perjalanan Pondok Pesantren ASSALAM Bangilan. Kegiatan rutin yang dilaksanakan di lokasi pesantren lama di desa Sidokumpul Kec. Bangilan ini diikuti sekitar seribu santri yang masih aktif menuntut ilmu di balai pendidikan pondok pesantren yang didirikan oleh Abah Yai Abd. Moehaimin Tamam.

Dalam Khutbah Iftitahnya Abah Yai selalu mengingatkan kepada santri-santri baru bahwa "Yang akan kau petik enam tahun yang akan datang adalah niatmu yang sekarang nak !," Dawuh beliau. Lebih dalam lagi Abah menegaskan, "Niatnya baik hasilnya akan baik, " "Niatnya hitam hasilnya juga akan hitam,"Niatnya putih hasilnya juga akan putih"

بدايته نهايته
"Awalnya menentukan akhiranya"
Oleh karena itu
 تنبّه للحادث الأوّل فإنّ فيه الصعود أو الهبوط, الموت أو الحياة, التقدّم أو التّأخّر 

"Berhati-hatilah terhadap kejadian yang pertama, karena di dalamnya terdapat perkembangan atau penurunan, kematian atau kehidupan, kemajuan atau kemunduran" 

Beliau Abah Yai juga menegaskan bahwa : 
النتائج تتّبع المقدّمة فسادا وصلاحا 
وإن صلحت المقدّمة صلحت, وإن فسدت المقدّمة فسدت
"Hasil itu bergantung itu pada rusak ataukah baiknya permulaan, jika baik permulaannya baik pula hasilnya, dan jika rusak permulaannya rusak pula hasilnya"
 
Sebab itu santri-santri perlu menata hati dan yakin bahwa usahanya dalam menuntut ilmu di pondok pesantren ASSALAM Bangilan akan berhasil. Keyakinan itu sendiri perlu diusahakan dengan memperbanyak doa :
ربّنا وأقسم لنا من اليقين ما تهوّن به علينا مصائب الدّنيا

Karena kita berilmu, kita beramal untuk mendapatkan ridho Allah
  
نحن نعمل نحن نعلم حبّا لرضى الله تعالى
سلام السلام ...سلام السلام

Niat belajar itu untuk menuntut ilmu, sedang ilmu itu cahaya dan cahaya Allah tidak diberikan kepada orang yang penuh maksiat.
 
   العلم نور ونورالله لا يُهدى للعاصي

Sekian. Jwt.

Sabtu, 09 Agustus 2014

Khutbatul Iftitah Santri Baru KMI ASSALAM Bangilan TP. 2014/2015

Khutbatul Iftitah Santri Baru TP. 2014/2015
Oleh : Ust. Yunan Jauhar, S.Pd., M.Pd.I

Anak-anakku sekalian baik santri lama maupun santri baru.
Perlu diketahui bersama bahwa
Apa arti khutbatul iftitah
Atau khutbatul arsy
Atau khutbah perkenalan
Atau khutbah perpeloncoan
Telah menjadi sunnah Pondok Pesantren ASSALAM setiap awal tahun ajaran diadakan khutbatul iftitah atau khutbah perkenalan atau khutbah perpeloncoan.
Dinamakan demikian, karena menyimpulkan dan menggambarkan segala sesuatu yang akan dihadapi dalam tahun yang akan datang. Jadi ini bukan MOS dan jangan dinamakan MOS, karena ASSALAM harus berani tampil beda kapanpun dan dimanapun. Dan ASSALAM harus bisa mewarnai dan bukan yang  diwarnai, harus siap dilIhat dan bukan yang melihat sehingga kita silau dengan dunia lain dan lupa dangan dunia ASSALAM.
Anak-anakku
Supaya jangan salah pengertian.
Sebelum berkecimpung dalam dunia ASSALAM Pondok Pesantren ini, para santri lama dan baru harus kenal benar-benar karena tak kenal maka tak sayang :
a   .     Apa Pondok ASSALAM ini ?.
b   .     Siapa yang punya ?.
c   .      Amanat dari siapa ?.
d   .     Apa isinya ?.
e   .     Hendak kemana Pondok ini ?.
f    .       Bagaimana cara hidup didalamnya ?.
g   .     Apa yang harus diambil dari Pondok ini ?.  Dan apa yang di cari ?


Hal yang demikian itu semuanya amat sangat penting, supaya anak-anakku sekalian jangan salah alamat, salah faham dan salah pengertian.
Perlu di ingat kembali bahwa kemaren sore di ASSALAM punggur Abah Moehainin Tamam telah menggembleng santri :
-         Jangan seperti 3 orang buta meraba gajah.
-         Jangan seperti kera makan manggis.
-         Jangan hanya melihat dari satu sudut.
-         Jangan mengambil cabainya saja, atau garamnya saja dalam mencoba masakan.
-         Jangan seperti pengikut Columbus yang kurang percaya.
-         Jangan seperti orang yang belum tahu cara naik kereta api, teriak-teriak ketika kereta api baru langsir.
-         Jangan seperti orang yang mengikuti orang lain (makmum) dengan tidak mengetahui kemana yang diikuti itu. Dekatkah atau jauhkah tujuannya ?. Apa yang dicari ? dan dengan apa kita ikut ? bagaimana caranya mencari ?.
-         Jangan seperti orang yang melihat hutan, tertutup oleh sebatang pohon dan teriak-teriak minta tolong mengira hutannya gelap.
Mungkin juga diantara para santri dan orang tuanya ada yang menyerah masa bodoh. Tetapi para santri dan orang tua sedikitnya harus tahu hendak dijadikan apa anak-anaknya ini.
Adanya perkenalan inipun berdasarkan atas pengalaman bahwa banyak orang yang salah pandangannya terhadap Pondok in, sehingga berakibat salah faham yang mendalam dan meluas, serta berakhir dengan penyesalannya sendiri.
Ada yang mengira bahwa ;
-         Pondok ini lebih modern dari seluruh kaum muda dalam masalah agama
-         Pondok ini hanya mementingkan pelajaran agama dan kurang mementingkan pelajaran umum.
-         Pondok ini hanya mementingkan pelajaran umum dan kurang mementingkan pelajaran agamanya.
-         Pondok ini hanya mementingkan budi pekerti saja, hanya bahasanya di Pondok ini yang hidup.
-         Pondok ini hanya jembatan ke Universitas dalam dan luar Negeri.
Dan lain sebagainya dan lain sebagainya.
Semuanya itu tidaklah dapat kita katakan salah seluruhnya, atau benar seluruhnya. Semua itu baru penilaian dari satu sudut, baru sebagian, baru kulitnya, baru sepihak karena belum mengenal inti tujuan pokoknya.
Untuk mengetahui bagaimana yang sebenarnya. Ikutlah suasana khutbatul arsy, khutabatul iftitah (khutbah perkenalan) ini dengan segala programnya, mulai dari pertandingan-pertandingan olah raganya, Gerakan Kepramuakaannya sampai kepada yang lain-lainnya.
Pandanglah Pondok ini dengan pandangan yang baru, seakan-akan seperti orang yang baru datang hari ini. Juga bari santri lama.
Hanya yang jelas, yang sudah di gemblengkan oleh Abah ialah Bahwa segala sesuatu di Pondok ASSALAM ini adalah untuk perpaikan dan pendidikan.
إن أريد إلا الاصلاح.
Kami Pimpinan Pondok, Direktur KMI dan para ustadz, ustadzah hanya menghendaki perbaikan, perbaikan pelajaran dan cara belajar serta perbaikan akhlaq mental.
Segala sesuatu sedapat mungkin harus berisi pendidikan dan pelajaran. Segala pendidikan dan pelajaran di Pondok ini senantiasa mengingatkan hajat ummat, hajat masyarakat, 10 tahun, 20 tahun dan seterusnya di masa yang akan datang.
Kepada Allah kita berbakti.
Kepada Allah pula kita mohon pertolongan.

البركة فى الحركة, البركة فى الحركة. البركة فى الحركة.
Barokah timbulnya dari perjuangan/pergerakan dan pengorbanan.
Marilah kita semua yang ada disini berfikir apa yang harus kita berikan ke Pondok ASSALAM ini, dan janganlah kita berfikir keuntungan apa yang saya ambil dari Pondok ASSALAM. BERJASALAH KE PONDOK ASSALAM INI TAPI JANGAN MINTA JASA. 

Rabu, 05 Juni 2013

METODE PEMBELAJARAN MAKE A MATCH (Mencari pasangan)



MAKE A MATCH (Mencari pasangan)

Langkah – langkah :

1.      Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep atau topik yang cocok untuk sesi review, sebaliknya satu bagian kartu soal dan bagian lainnya kartu jawaban
2.      Setiap siswa mendapat satu buah kartu
3.      Tiap siswa memikirkan jawaban/soal kartu yang dipegang
4.      Setiap siswa mencari pasangan  yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya
5.      Setiap siswa yang dapat mencocokkan kartunya sebelum batas waktu diberi point
6.      Setelah satu babak kartu dikocoklagi agar tiap siswa mendapat kartu yang berbeda dari sebelumnya
7.      Demikian seterusnya
8.      Kesimpulan

Selasa, 23 April 2013

Metode Pembelajaran "MIND MAPPING"


MIND MAPPING

Sangat baik digunakan untuk pengetahuan awal siswa atau untuk menemukan alternatif jawaban
Langkah – langkah :
1.      Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
2.      Guru mengemukakan konsep/permasalahan yang akan ditanggapi oleh siswa/sebaliknya permasalhan yang mempunyai alternatif jawaban
3.      Membentuk kelompok yang anggotanya 2-3 orang
4.      Tiap kelompok menginventaris/mencatat alternatif jawaban hasil diskusi
5.      Tiap kelompok (atau diacak kelompok tertentu) membaca hasil diskusinya dan guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan guru.
Dari data-data di papan siswa diminta membuat kesimpulan atau guru memberi bandingan sesuai kensep yang diberikan guru.

Minggu, 27 Januari 2013

Sistem Pembelajaran "Artikulasi"


 ARTIKULASI
Langkah – langkah :
1.      Menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai
2.      Guru menyajikan materi sebagaimana biasa
3.      Untuk mengetahui daya serap siswa, bentuklah kelompok berpasangan dua orang.
4.      Suruhlah seseorang dari pasangan itu menceritakan materi yang baru diterima dari guru dan pasangannya mendengar sambil membuat catatan-catatan kecil, kemudian berganti peran. Begitu juga kelompok lain.
5.      Suruh siswa secara bergantian/diacak menyampaikan hasil wawancaranya dengan teman pasangannya. Sampai sebagian siswa sudah menyampaikan hasil wawancaranya.
6.      Guru mengulangi/menjelaskan kembali materi yang sekirannya belum dipahami siswa.
7.   Kesimpulan

Senin, 29 Oktober 2012

Kisi-kisi Antropologi

Antropologi adalah salah satu mapel yang di Ujian Nasionalkan di kelas XII jurusan bahasa. Alhamdulillah kemarin saya mendapat copian file kisi-kisi ini dari teman MGMP. Saya ucapkan terima kasih kepada beliaunya semoga membawa manfaat untuk kita bersama. Bagi yang belum punya monggo filenya bisa diunduh disini....

Silahkan diunduh KISI_KISI_ANTRO_2012.html

Kamis, 06 September 2012

LI dari diknas tahun 2012

 Bapak Ibu Operator LI,,,,berikut LI dari diknas tahun 2012,,,,mohon diisi dan di kirim ke MAN Tuban paling lambat akhir bulan september 2012,,,,di cetak pada CD dan Print Out masing-masing 2 (dua) terima kasih,,
Monggo diunduh filenya;

Disini : https://mail.google.com/mail/h/170texju2wgnl/?view=att&th=1399c930ba335ca2&attid=0.1&disp=safe&realattid=f_h6s3un1z0&zw

Jumat, 17 Agustus 2012

Metode Pembelajaran KEPALA BERNOMOR STRUKTUR (Modifikasi Numbered Head Together)


 KEPALA BERNOMOR STRUKTUR (Modifikasi Numbered Head Together)
Langkah – langkah :
1.      Siswa dibagi dalam kelompok, setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor.
2.      Penugasan diberikan kepada setiap siswa berdasarkan nomornya terhadap tugas yang berangkai
3.      Misalnya : Siswa nomor satu bertugas mencatat soal. Siswa nomor dua mengerjakan soal dan siswa nomor tiga melaporkan hasil pekerjaan dan seterusnya.
4.      Jika perlu, guru bisa menyuruh kerjasama antar kelompok. Siswa disuruh keluar dari kelompoknya dan bergabung bersama beberapa siswa bernomor sama dari kelompok lain. Dalam kesempatan ini siswa dengan tugas yang sama bisa saling membantu atau mencocokan hasil kerjasama mereka.
5.      Laporan hasil kelompok dan tanggapan dari kelompok yang lain.
6.      Kesimpulan

Selasa, 14 Agustus 2012

Metode Pembelajaran COOPERATIVE SCRIPT



COOPERATIVE SCRIPT

Skrip kooperatif, metode belajar dimana siswa bekerja berpasangan dan bergantian secara lisan mengihtisarkan, bagian-bagian dari materi yang dipelajari.
Langkah – langkah :
1.      Guru membagi siswa untuk berpasangan
2.      Guru membagikan wacana/materi tiap siswa untuk dibaca dan membuat ringkasan
3.      Guru dan siswa menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar
4.      Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin, dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya. Sementara pendengar :
a.       Menyimak/mengkoreksi/menunjukkan ide-ide pokok yang kurang lengkap
b.      Membantu mengingat/menghafal ide-ide pokok dengan menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya.
5.      Bertukar peran, semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya. Serta lakukan seperti di atas
6.      Kesimpulan

Rabu, 01 Agustus 2012

Download Silabus dan RPP Seni Budaya & Ketrampilan Berkarakter

Metode Pembelajaran Picture to Picture


     
PICTURE AND PICTURE
Langkah - langkah :
1.      Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
2.      Menyajikan materi sebagai pengantar
3.      Guru menunjukkan/memperlihatkan gambar-gambar kegiatan ekonomi yang berkaitan dengan materi
4.      Guru menunjuk/memanggil siswa secara bergantian
5.      Memasang/mengurutkan gambar-gambar menjadi urutan yang logis
6.      Guru menanyakan alasan/dasar pemikiran urutan gambar tersebut
7.      Dari alasan/urutan gambar tersebut guru memulai menanamkan konsep/materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai
8.      Kesimpulan

Selasa, 31 Juli 2012

EXAMPLE NON EXAMPLES



EXAMPLE NON EXAMPLES
Contoh dapat dari kasus/gambar yang relevan dengan SK/KD
Langkah - langkah :
1.      Guru mempersiapkan gambar- gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran
2.      Guru menempelkan gambar di papan atau ditayangkan lewat OHP/LCD proyektor
3.      Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan pada siswa untuk memperhatikan/menganalisa gambar.
4.      Memulai diskusi kelompok 2-3 orang siswa, hasil diskusi dari analisa gambar tersebut dicatat pada kertas
5.      Tiap kelompok diberi kesempatan membaca hasil diskusinya.
6.      Mulai dari komentar/hasil diskusi siswa, guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan  yang ingin dicapai
7.      Kesimpulan