Kamis, 22 September 2016

Mutiara Surat An-Nas

Mutiara Surat An-Nas

Surat An-Nas adalah surat terakhir yang ada di dalam susunan Al Qur’an, surat ini termasuk surat Madaniyyah yang terdiri dari enam ayat. Surat An-Nas adalah termasuk ke dalam surat yang disebut sebagai surat al-Muawwidzatain, yaitu bersama dengan surat Al-Alaq yang berfungsi sebagai perlindungan diri dari hal-hal yang akan mencelakakan kita baik secara jasmani maupun rohani.

Di dalam surat Al-Falaq kita disuruh meminta perlindungan Allah dari empat perkara yang mungkin akan membahayakan badan jasmani kita, empat perkara itu diantaranya : Pertama dari kejahatan makhluk Allah, kedua kejahatan waktu malam, ketiga kejahatan tukang sihir, dan yang keempat kejahatan orang yang dengki kepada kita.

Di dalam surat An-Nas ini kita diperintahkan oleh Allah untuk meminta perlindungan dari hal-hal yang mungkin akan mengganggu dan membahayakan hati dan jiwa kita. Hal-hal yang mengganggu itu berupa waswas (kejahatan bisikan syetan), baik itu dari syetan yang berwujud jin maupun syetan yang berwujud manusia.

Waswas adalah sebuah telaga yang bermuatan energi negatif, jika energi ini mengalir dan menimpa seseorang maka orang tersebut akan mengalami sakit, baik secara dhohir maupun batin. Tegala waswas itu memiliki jalur atau aliran-aliran sungai yang menggerakkannya hingga menyentuh kita, oleh karena itu kita perlu mewaspadai aliran sungai dari telaga waswas. Aliran Pertama adalah ketamakan, aliran ini bisa dilawan dengan sikap tawakkal dan qona’ah.

Aliran kedua adalah amal atau pengharapan, yang mana aliran ini dapat kita potong dengan memperbanyak zikir kepada Allah SWT.

Aliran ketiga adalah syahwat al-dunya, nafsu keduniaan, kita dapat menyelamatkan diri kita dari syahwat dunia dengan cara mengingat selalu nikmat-nikmat itu berasal dari Tuhan.

Aliran keempat adalah bala’ atau kesusahan, jika kita tertimpa bala’ maka yakinlah Allah sedang berusaha menguji kita untuk menaikkan derajad kita di sisi-Nya, ambillah hikmah dalam setiap musibah.

Aliran kelima adalah kibr, atau kesombongan, bilamana kibr ini menyentuh hati kita maka berusahalah untuk berendah hati kepada sesama.

Aliran keenam adalah tahqir, yaitu meremehkan orang lain, aliran ini dapat dibendung dengan cara kita selalu menghormati terhadap manusia dan kemanusiaannya.

Aliran ketujuh adalah sikap kikir, sifat ini sangat dibenci Tuhan dan sebaliknya dicintai oleh syetan. Oleh karena itu aliran dari sifat kikir bin bakhil ini dapat kita atasi dengan sifat dermawan kepada siapapun.

Demikianlah Allah Swt mengajari manusia untuk melindungi diri dari gangguan waswas dari setan, sehingga kita bisa selamat darinya. Begitu pentingnya perlindungan hati hingga Allah memberikan penolak dan penangkal dari kejahatan yang mengancaam jiwa manusia, hal ini menjadi tanda bahwa menjaga kerusakan hati itu lebih penting daripada hanya menjaga kerusakan anggota badan jasmani saja. Oleh karena itu kita diperintahkan menolak kejahatan-kejahatan itu dengan meminta perlindungan Allah Swt, melalui perantara tiga asma kebesaran-Nya, yaitu : Rabbi An-Nas, Malik An-Nas, dan Ilahi An-Nas. Wallahu a’lam.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar