Minggu, 16 Oktober 2016

Mutiara Surat Al Kautsar

Mutiara Surat Al Kautsar

Surat Al Kautsar adalah surat  yang diturunkan Allah di Makkah, surat ini cukup singkat, yaitu terdiri dari tiga ayat saja. Kata Al Kautsar ini disebut di ayat yang pertama. Arti dari ayat yang pertama adalah : “Sesungguhnya kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak (al-Kautsar).”

Kata al-Kautsar sendiri memiliki banyak pengertian, ada yang menafsiri al-Kautsar adalah sebuah sungai di sungai yang ada di surga, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Muslim dari Anas bin Malik, yang menceritakan bahwa suatu ketika para sahabat Nabi sama duduk bersama beliau, tiba-tiba Nabi tersenyum. Maka para sahabat bertanya tentang sebab senyuman itu. Nabi menjawab bahwa beliau baru saja mendapat wahyu. Lalu beliau membaca surat al-Kautsar. Nabi kemudian bertanya : “Taukah kalian, apa al-Kautsar itu ? “ “Allah dan Rasul-Nya lebih tahu, jawab para sahabat. Nabi kemudian menjelaskan, “Ia adalah sungai di surga yang dianugerahkan Tuhanku kepadaku. Di sana terdapat kebajikan yang banyak.”

Telaga Kautsar itu tempatnya ada di alam mahsyar, barangsiapa yang diperkenankan untuk mimum air telaga Kautsar, maka ia tidak akan pernah haus untuk selamanya. Walaupun orang tersebut dimasukkan ke dalam neraka. Ada ulama tafsir yang berkata : Arti dari kata al-Kautsar itu adalah kebaikan, maksudnya adalah banyaknya nikmat yang sangat menggembirakan Nabi Muhammad SAW. Seperti kedudukan beliau sebagai Nabi dan Rasul, kitab Al Qur’an yang menjadi tuntunan hidup manusia sedunia, ijin syafaat, keturunan Nabi, orang-orang yang mengikuti Nabi dan membela agama Nabi, dan para ulama-ulama ummatnya, serta lain-lainnya.

Menurut Ikrimah al-Kautsar adalah bermakna “nubuwwahnya Nabi”, menurut al-Hasan al-Kautsar adalah “al-Qur’an”, menurut al-Mughirah adalah “nikmat Islam”, sedang menurut Husin bin Fadhal memaknainya sebagai “kemudahan syariat Islam.”

Dalam tafsir Al Iklil, ayat ini turun berkenaan dengan ucapan seorang kafir Makkah yang bernama Al Ash bin Wail saat putra Nabi Muhammad SAW meninggal dunia. Al Ash berkata-kata kepada para penduduk Makkah bahwa Muhammad telah “abtar”, maksudnya telah terputus keturunannya. Kemasyhuran dan kemuliaannya (jika ia mati) sebentar lagi pasti akan hilang. Tidak akan ada yang meneruskannya, karena anak lelakinya telah meninggal dunia.

Ayat ini memberikan penjelasan bahwa keturunan Nabi Muhammad SAW tidak terputus hingga masa sekarang dan masa yang akan datang.

Diceritakan dari Abdullah bin Umar bin al Ash Ra. Beliau berkata : “Rasulullah SAW bersabda yang artinya : “Telagaku itu panjangnya ditempuh dalam masa satu bulan, airnya lebih putih dibanding susu, baunya lebih harum dibanding minyak misik, gayungnya seperti bintang-bintang di langit karena banyaknya, barang siapa yang meminum seteguk dari air telagaku maka ia tidak akan haus untuk selamanya. Diriwayatkan dari Abu Hurairah, beliau berkata : Bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, yang artinya : Demi Allah yang menguasai diriku, besok saat hari kiamat, Saya pasti akan menolak orang-orang  dari meminum air telagaku, seperti seseorang yang mencegah onta orang lain untuk meminum dari wadah air ontanya. Syekh Ibnu Abdil Bar berkata : Setiap orang yang membuat bid’ah dalam agama (bid’ah i’tiqadiyyah) seperti kelompok Khariji dan kelompok Rafidhah itu termasuk kelompok yang ditolak dari meminum air telaga Kautsar. Begitu juga orang-orang dholim yang melampaui batas dholimnya, dan juga orang-orang yang terang-terangan melakukan dosa besar semua itu dikhawatirkan termasuk golongan orang-orang yang ditolak seperti dalam hadits ini.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar