Senin, 10 Oktober 2016

Inilah Tafsir AL Iklil Surat Al Maidah Ayat 51

Inilah Tafsir AL Iklil Surat Al Maidah Ayat 51

يأيّها الّذين آمنوا لا تتّخذ اليهود والنّصرى أولياء بعضهم أولياء بعض, ومن يتولّهم منكم فإنّه منهم, إنّ الله لا يهدى القوم الظالمين (51)

51. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, Maka Sesungguhnya orang itu Termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.

Dalam tafsirnya KH. Misbah Zainil Mustofa, seorang ulama ternama dari Bangilan Tuban menjelaskan mengenai kandungan surat Al Maidah ayat 51, beliau berkata :
“Hai wong kang podo iman, sira kabeh ojo podo nggawe wong Yahudi lan wong Nasrani dadi kekasih nira, tegese kanca kang sira percaya gandeng karo nindakkake hukume Allah SWT. Sebagian sangking wong Yahudi lan wong Nasrania iku dadi kekasihe sakwenehe, tegese sji-sijine wong Yahudi lan wong Nasrani iku bantu membantu ana ing persoalan agamane”

Mbah Bah, membuka penjelasan tafsirnya dengan sebuah ayat Al Qur’an, surat Al Baqarah ayat 20.

Kita harus selalu mengingat  Dawuhnya Allah SWT yang berbunyi :
ولن ترضى عنك اليهود ولا النّصرى حتّى تتّبع ملّتهم
Artinya : “Orang Yahudi dan orang Nasrani (Kristen) itu tidak akan pernah ridho, tidak akan suka hatinya hingga kamu mengikuti agama mereka

Selanjutnya, Mbah Misbah menjelaskan mengenai tafsir Al Maidah ayat 51 dengan mengutip sebuah riwayat dari Abu Musa Al Asy’ari, seorang gubernur Basrah pada masa Khalifah Umar bin Khattab. Berikut riwayatnya :

Diriwayatkan oleh Abu Musa Al Asy’ari yang diangkat sebagai gubernur Basrah oleh khalifah Umar bin Khattab, Abu Musa berkata kepada Umar : “Wahai Khalifah Umar, saya Ini memiliki juru tulis orang Nasrani. Umar pun menanggapi : “Apa perlunya engkau memiliki juru tulis seorang Nasrani ? mengapa tidak mengambil orang Islam saja ? Apa engkau tidak pernah mendengar firman Allah SWT yang berbunyi :
يأيّها الّذين آمنوا لا تتّخذ اليهود والنّصرى أولياء بعضهم أولياء بعض...
Aku matur : “Dia memang menganut Kristen, saya hanya mengambil manfaat dari kepandaiannya menulis saja” Umar pun berkata dengan tegas : “Saya tidak akan memuliakan orang Nasrani, karena Allah sendiri sudah merendahkan orang Nasrani, dan saya tidak akan mendekati orang Nasrani, karena Allah sudah menjauhkan orang Nasrani dari kita. Saya pun berkata :“Persoalan-persoalan negeri Basrah tidak akan sempurna jika tidak melibatkan orang-orang Nasrani” Umar kemudian menjawab : “Jika seandainya orang Nasrani itu meninggal dunia, siapa yang akan engkau jadikan juru tulis ?

Demikian tafsir surat Al Maidah ayat 51 dalam tafsir Al Iklil yang ditulis oleh seorang ulama yang wira’i dari Bangilan Tuban. Terlepas dari perdebatan-perdebatan politik yang terjadi saat ini, kiranya umat Islam memang perlu merenungi kembali apa yang diajarkan oleh salafus sholih guna kemaslahatan umat Islam khususnya dan kemaslahatan dunia pada umumnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar