Kamis, 11 Februari 2016

Menyelami Samudra Makna Alif

Menyelami Samudra Makna Alif

Pic: saskitan.wordpress.com
Huruf hijaiyyah berjumlah 29 sembilan abjad, masing masing abjad membawa samudra rahasia dan  makna yang luas. Huruf pembuka dari huruf-huruf hijaiyyah adalah Alif, huruf ini menyimpan misteri  dan rahasia yang dalam dan luas. Dulu saya pernah ditanya oleh seseorang “Apakah sudah khatam mengaji Alif ? saya merasa kebingungan, jangankan Alif seluruh rangkaian huruf hijaiyyah telah saya khatamkan dan dapat saya baca dengan ilmu tajwid beserta rukun-rukunnya.  Namun ternyata saya salah, dalam ranah syariat mungkin Alif tak bermakna apa-apa tanpa disusun dengan huruf-huruf yang lainnya, namun setelah kita menceburkan diri dalam samudra rahasia huruf Alif banyak hal yang tak terduga.
Seperti  sebuah mutiara yang tak dapat kita dapatkan di tepi samudra, namun kita harus menyelam ke dalam palung-palung kedalaman samudra, begitu juga dengan mutiara Alif, huruf pembuka dari huruf hijaiyyah ini pun perlu  kita selami di dalam kedalaman maknanya. Perlu pengendapan hati serta pemurnian  jiwa untuk bisa memperoleh kemilau mutiara Sang Alif. Pengendapan dan pemurnian ini sangat penting sekali karena hakekat Alif ini hanya bisa ditangkap oleh kebeningan telaga hati kita.
Dalam huruf Alif ini memuat rahasia kesejatian hidup manusia, karena pada hakekatnya Alif mengisyaratkan kata “Islam.” Dirunut dari asal-usulnya kata Islam berasal dari kata Aslama yang berarti “Menyerah” dan juga berasal berakar dari kata “Salima” yang berarti “Selamat.” Dalam arti luasnya kata Islam di sini mengandung arti suatu sikap menyerahkan diri secara jasmaniah dan batiniah kepada Tuhan secara mutlak untuk mencapai keselamatan baik dunia maupun keselamatan akhirat kelak.
Kata Islam sendiri adalah rangkaian dari susunan huruf hijaiyyah yang terdiri dari huruf “Alif, Sin, Lam Alif dan Mim. Huruf –huruf tersebut menyimpan makna dan rahasia yang luar biasa. Berikut saya kutipkan sedikit rahasia-rahasia tersembunyi dari huruf-huruf itu. 
1.      Huruf “Alif” mengisyaratkan kata “Ana-Allah-Ahad” (Aku-Allah-Tunggal) di ranah itu adalah ranah yang sangat sensitif sekali, kadang-kadang kalau kita salah dalam memahaminya maka akan berakibat fatal, dianggap mengaku-ngaku sebagai Tuhan. Sebagaimana yang dulu pernah dilakukan dan diucapkan oleh AL Hallaj “Ana AL Haq” atau seperti apa yang diucapkan oleh Syekh Siti Jenar “Aku Ingsun Kang Sejati” dalam pemahaman “Manunggaling Kawula Gustinya.”Dalam memahami kalimat Ana Al Haqnya Al Hallaj maupun Aku Ingsung Kang Sejatinya Syekh Siti Jenar dalam ajaran Manunggaling KawulaGusti kita harus menggunakan pemahaman hakekat dan bukan hanya pemahaman dikulitnya saja. Pada dasarnya yang wujud di alas semesta ini hanya Tuhan tiada lain, makhluk adalah barang hadis, barang yang baru. Sebagaimana yang diterangkan dalam Al Qur’an surat Ar Ra’du ayat 16 Allah berfirman :

ö@è% `tB >§ ÏNºuq»yJ¡¡9$# ÇÚöF{$#ur È@è% ª!$#  ... È@è% ª!$# ß,Î=»yz Èe@ä. &äóÓx« uqèdur ßÏnºuqø9$# ㍻£gs)ø9$# ÇÊÏÈ  

16. Katakanlah: "Siapakah Tuhan langit dan bumi?" Jawabnya: "Allah". .... Katakanlah: "Allah adalah Pencipta segala sesuatu dan Dia-lah Tuhan yang Maha Esa lagi Maha Perkasa".
Lebih tegas lagi dalam surat Al Ihlas Allah Swt menegaskan eksistensinya dalam sifat Tunggalnya, dan dalam sifat Kemahaperkasaannya, Allah berfirman :
ö@è% uqèd ª!$# îymr& ÇÊÈ  
1. Katakanlah: "Dia-lah Allah, yang Maha Esa.

2.       Huruf  “Sin” huruf Sin mengisyaratkan Nabi Muhammad SAW. Huruf Sin bergerigi tiga yang bermakna “Syariat, Thariqat dan Hakekat. Yaitu suatu jalan yang harus ditempuh oleh orang-orang yang ingin menuju Tuhan. Jalan Sin harus ditempuh secara berurutan dan tuntas, tidak boleh dilewati atau melompat-lompat, karena hal itu akan merusak puncak dari jalan itu sendiri yaitu Ma’rifat billah.
Jalan Syariat, Thariqat, dan Hakekat adalah jalan cinta menuju Tuhan. Cinta kepada Tuhan akan membawa seorang hamba kepada ampunan-Nya. Sebagaimana dalam Al-Qur’an surat Ali Imron ayat 31 :
ö@è% bÎ) óOçFZä. tbq7Åsè? ©!$# ÏRqãèÎ7¨?$$sù ãNä3ö7Î6ósムª!$# öÏÿøótƒur ö/ä3s9 ö/ä3t/qçRèŒ 3
ª!$#ur Öqàÿxî ÒOÏm§ ÇÌÊÈ  
31. Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah Aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

3.       Huruf “Lam Aif dan Mim mengisyaratkan kalimat “Syahadat”. “Huruf Lam Alif” menunjuk pada kalimat syahadat tauhid “La Ilaha Illallah” sedang huruf “Mim” menunjuk pada syahadat Rosul “Muhammad Rosulullah.”
S    Syahadat Tauhid dan Syahadat Rosul adalah jalan  keselamatan baik  keselamatan di dunia maupun keselamatan di akhirat tentunya. Allah berfirman dalam surat Ali Imron ayat 85 :

`tBur Æ÷tGö;tƒ uŽöxî ÄN»n=óM}$# $YYƒÏŠ `n=sù Ÿ@t6ø)ムçm÷YÏB uqèdur Îû ÍotÅzFy$# z`ÏB z`ƒÌÅ¡»yø9$# ÇÑÎÈ  

85. Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, Maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan Dia di akhirat Termasuk orang-orang yang rugi.

Demikian sekilas arti dan setitik makna dari huruf Alif, dan tentu samudra sir Alif masih terbentang luas dan terpendam di kedalaman samudra ma’rifat Tuhan. La Haula Wa La Quwwata Illa Billah. Joyojuwoto


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar