Rabu, 04 Februari 2015

“Menyambut Februari Dengan Al Qur’an”

“Menyambut Februari Dengan Al Qur’an”

Awal Februari 2015 adalah awal yang baik. Bulan ini lebih dikenal sebagai bulan merah jambu namun tidak untuk pemuda-pemudi Bangilan. walau tidak untuk semuanya tentunya, namun setidaknya bagi kaum muda Bangilan yang tergabung dalam organisasi LPPTKA dan BKRMI yang tersebar diseluruh pelosok Bangilan.

Dalam kegiatan Pelatihan Standarisasi Ustad/Ustadzah se-Kecamatan Bangilan, mereka sedang giat-giatnya digembleng dengan ilmu Al-Qur’an baik dari segi tilawahnya, tajwidnya, murattalnya bahkan hingga ke bentuk dan gestur bibir karena sedang memperdalam sifatul huruf. Karena membaca huruf Al Qur’an beda dengan membaca abjad latin. Selain dituntut benar, kita dalam membaca huruf Al Qur’an harus memperhatikan mahkraj-mahkraj huruf hijayyahnya. Karena jika salah dalam mengucapkan maka akibatnya sangat fatal sekali. Artinya tentu akan melenceng dari semestinya.
Oleh karena itu Rosulullah Saw memerintahkan kita untuk membaca Al Qur’an seperti orang Arab dalam membacanya. Beliau bersabda :
اقرؤاالقرآن بركون العرب
“Bacalah Al Qur’an dengan rukun-rukunnya orang Arab”

Dalam Al Qur’an juga ditegaskan agar kita membaca Al Qur’an dengan tartil. Allah berfirman :
ورتّل القرآن ترتيلا
“Dan bacalah Al Qur’an dengan tartil”

Tidak aneh memang jika kegiatan ini dilaksanakan, karena memang merekalah ujung tombak pengajaran Al Qur’an di langgar-langgar, saya sangat memberikan apresiasi yang luar biasa positif untuk kegiatan ini. Kebetulan saya juga salah satu peserta dari kegiatan yang dilaksanakan di TPQ Al Ihsan Kedungmulyo. Sangat spesialis di awal Februari kemarin. Hari itu adalah puncak acara yang diisi dengan munaqosah. Diuji oleh para pakar dalam bidangnya. Ada Ustadz Irkhamni dari Langitan, ada Ustadz Subhan ketua BKPRMI Kab. Tuban, ada Ustadz Siddiq Al hafidz, dan tidak kalah fenomenalnya Ust. Fuaduddin jebolan Pesantren Tanggir yang legendaris.

Saya sendiri sejak matahari awal Februari terbit sudah merasakan sensasi yang membahagiakan. Walau sebenarnya secara materi belum begitu menguasai. Begitulah kebahagiaan selalu dapat mengalahkan segala kesulitan. Pagi yang biasanya saya agak malas mandi, namun tidak untuk pagi itu. Saya mandi full servis. Pakai sabun, keramas dengan sampoo, sikat gigi pun sampai tiga kali. Saya ulang-ulang. Pokoknya saya pengin tampil fres dihari yang bersejarah, munaqosah Al Qur’an Keren kan.

Kegiatan pagi itu benar-benar mengalahkan event-event terpenting dalam hidup saya. Dulu waktu mau berangkat wisuda saya tak seheboh itu, biasa dan datar-datar saja. Hanya ketika akan akad nikah saja yang kayaknya perasaan itu hampir sama. Entah, entah karena apa saya sendiri tidak memahaminya.

Mungkin ini adalah Al Qu’an effect, saya percaya memang Al Qur’an mampu memberikan effect positif bagi siapa saja yang dekat dengannya. Membacanya, mentadabburi maknanya. Bukan hanya effeck ruhani al Qur’an juga memberikan dampak yang positif terhadap kesehatan seseorang. Bukankah Al qur’an adalah penyembuh ? Allah berfirman :
وننزّل من القرآن ما هو شفاء ورحمة للمؤمنين
“Dan kami turunkan dari Al Qur’an sesuatu yang menjadi penyembuh dan rahmat bagi orang-orang yang beriman…”

Jadi mari mendekatkan diri dengan Al Qur’an agar kita selalu diliputi kesehatan dan keberkahan baik di dunia lebih-lebih di akhirat kelak. Salam. Jwt. 3.2.15

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar