Sabtu, 03 Desember 2011

DINAMIKA KEBUDAYAAN/ Kesenian Khusus dalam Upacara Keagamaan


b.       Kesenian Khusus dalam Upacara Keagamaan
1.      Sesaji
Merupakan perbuatan menyajikan makanan atau benda-benda kepada dewa, roh, nenek moyang, atau makhluk halus lainnya. Biasanya sesaji dilempar ke dalam api atau air. (kawah gunung, sungai, laut dll).
2.      Berkurban
Merupakan suatu perbuatan membunuh binatang korban atau manusia melalui upacara. Berkorban dianggap sebagai upaya pembuangan dosa.
3.      Berdo’a

Merupakan unsur terpenting  dalam berbagai upacara keagamaan. Biasanya berdo’a diiringi dengan gerak dan sikap yang menghormati terhadap para leluhur, dewata, atau Tuhan.
4.      Makan Bersama
Makan bersama dalam upacara keagamaan berfungsi untuk mengundang dewa-dewa dalam suatu pertemuan makan bersama. Akan tetapi makan bersama dalam kenyataannya sekarang sering sudah kabur dan tercampur dengan unsure-unsur lain. Misalnya kenduri atau slametan yang tidak ditujukan kepada dewa atau roh leluhur.
5.      Menari
Menurut kepercayaan Hindu menari dapat memaksa alam untuk bergerak. Dalam mitologi Hindu ada konsepsi bahwa dewa syiwa mencipta alam dengan menari. Misalnya, terkenal sebuah patung yang menggambarkan Syiwa menari mencipta ala mini yang bernama patung Ciwanararaja. Menari juga digunakan sebagai teknik untuk mencapai keadaan trance (kesurupan) dalam upacara syamanisme.
6.      Berprosesi/ Berpawai
Merupakan suatu upacara keagamaan yang biasanya menggunakan media benda-benda keramat, patung dewa, lambing-lambang, totem. Pusaka sakti yang berfungsi agar kesaktian benda-benda tersebut bias member pengaruh kepada tempat yang dilalui pawai tersebut. Selain itu fungsi pawai juga dipercaya mampu mengusir kekuatan jahat yang menjadi sebab segala macam penyakit dan bencana.
7.      Upacara Seni Drama
Mempunyai arti sebagai suatu upacara agama yang memainkan suatu cerita suci dari mitologi atau dari kitab suci. Aktivitas mendramakan beberapa peristiwa seolah-olah dapat memberikan kekuatan kepada orang untuk tahan terhadap penderitaan yang akan datang. Contoh : Seni drama Calon arang dari Bali.
8.      Berpuasa
Dilakukan dengan tujuan untuk membersihkan diri atau menguatkan batin dengan penderitaan.
9.      Intoxikasi
Terdiri dari perbuatan-perbuatan untuk memabukkan atau menghilangkan kesadaran diri para pelaku upacara.
10.  Bertapa
Bertapa adalah mengundurkan diri dari dunia ramai selama beberapa waktu, dan  hidup dengan cara yang sederhana, sering berdo’a, berpuasa, membaca kitab suci, dan memusatkan pikiran pada hal yang suci dengan cara bersemadi.
11.  Bersamadi
Adalah berbagai macam perbuatan yang bertujuan memusatkan perhatian si Pelaku kepada hal-hal suci.

1.      Kelompok Keagamaan
a.       Keluarga sebagai kelompok keagamaan
b.      Kelompok kekerabatan unilineal sebagai kelompok keagamaan
c.       Komunitas sebagai kelompok keagamaan
d.   Perkumpulan-perkumpulan khusus sebagai kelompok keagamaan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar