Rabu, 21 Desember 2011

BAB VI Karakteristik Bahasa Austronesia dan Bahasa Papua

BAB VI
Karakteristik Bahasa Austronesia dan Bahasa Papua
A.      Pengantar
Bahasa Austronesia adalah sebuah rumpun bahasa yang memiliki wilayah persebaran yang cukup luas di dunia. Para penutur bahasa ini diduga berasal dari Cina bagian selatan. Sekitar 4000 tahun yang lalu, mereka melakukan migrasi ke Pulau Taiwan, lalu menyebar ke Filipina, Indonesia, Madagaskar, dan Lautan Pasifik.
Di ujung utara : Taiwan dan Hawaii
Di ujung selatan : Selandia Baru (Aotearoa)
Di ujung barat : Madagaskar
Di ujung timur : Pulau Paskah (Rapanui)

Bahasa Jawa yang digunakan di wilayah Suriname juga dapat dimasukkan ke dalam daerah sebaran bahasa Austronesia. Studi lebih lanjut juga terdapat penutur yang menggunakan bahasa mirip Melayu di daerah pesisir Sri Lanka. Dengan demikian, wilayah tersebut juga masuk ke dalam daerah sebaran bahasa Austronesia. (www.wikipedia.org)
B.       Istilah Austronesia
Austronesia berasal dari bahasa Latin austrâlis yang memiliki makna ’selatan’ dan bahasa Yunani nesos yang memiliki makna ’pulau’. Jadi, Austronesia secara harafiah berarti ’Kepulauan Selatan’. Kata Austronesia adalah sebuah istilah yang dipergunakan di dalam linguistik untuk menandai suatu rumpun bahasa yang dituturkan oleh penduduk yang berada pada wilayah Pulau Taiwan, Kepulauan
Indonesia, Filipina, Mikronesia, Melanesia, Polinesia, dan Pulau Madagaskar. (www.wikipedia.org)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar