Senin, 11 Juli 2016

Tafsir ala Syekh Denny Siregar

Tafsir ala Syekh Denny Siregar

Jangan pernah menganggap dan berfikir bahwasanya kebenaran itu adalah Denny Siregar, beliau mungkin pandai dan mencengangkan pemahamanmu selama ini namun ingatlah selalu dawuhnya para sesepuh kita “Dadi uwong kuwi ojo gumunan lan ojo kagetan” (menjadi manusia itu jangan cepat terpukau dan jangan mudah terkejut). Kemungkinan Denny Siregar ini sangat paham filosofi ini,  bahwa orang itu mudah terpukau dengan sesuatu yang dianggap baru menurut pemahaman berfikirnya, dan orang itu juga mudah terkejut dengan pola-pola komunikasi yang nyleneh ala kopi pahitnya Bang Denny.

Setahu saya Denny Siregar adalah seorang penulis yang lahir dan dibesarkan di tanah tumpah darah dunia facebook, dari para pahlawan pengeshare-nya lah saya mengenal sosok yang dianggap fenomenal ini. Saya biasa membaca tulisannya, namun ya biasa-biasalah tulisannya saya tidak gumun ataupun kaget, karena sebagian besar tuisannya berisi rangkaian kata sindiran-sindiran terhadap kontra perilaku dan pemikiran yang dibela dan diemongnya. Saya sama sekali tidak ingin menyalahkan apalagi menjadi hakim bagi tulisan beliau, apalah saya kok mau jadi hakim, jangankan kuliah di jurusan hukum, gedung perguruan tinggi yang melahirkan para hakim saja saya belum pernah tahu.

Sejatinya penulis memang tidak ada yang netral pasti ada yang dibela maupun yang dijadikan lawan, itu sangat wajar sekali dan tidak berlebihan. Saya menulis ini pun dalam rangka membela sekaligus  melawan. Saya tertarik menulis tentang Denny Siregar ini karena sebuah tulisan beliau yang berjudul “Ayat Yang Terabaikan” di situ dengan gaya satirnya beliau yang mulia mengilustrasikan percakapan  dengan seorang temannya mengenai keyakinan tentang masuk surga atau tidaknya seorang non muslim.

Dengan gagah berani bagai bersenjatakan kitab seribu ilmu pengetahuan Bang Denny yang serba tahu dan serba bisa ini menafsirkan ayat suci Al Qur’an surat Al Baqarah ayat 62. Namun sayang dalam menafsirkan ayat itu Bang Denny kesannya ragu-ragu dan tidak tegas menyatakan bahwa Al Qur’an menjamin surga bagi semua pemeluk agama. Itulah kepandaian beliau agar jika ada yang memberikan keterangan yang gamblang mengenai tafsir ayat itu tentu beliau bisa menyangkal bahwa ia hanya mengatakan bahwa Al Qur’an adalah kitab yang penuh toleransi.

Dalam tulisannya Bang Denny hanya menampilkan gambar surat Al Baqarah ayat 62 beserta artinya tanpa menyertakan penafsiran dari ulama’ tafsir yang telah diakui otoritasnya di dunia tafsir Al Qur’an.

Apa Bang Denny lupa atau memang sengaja bahwa untuk menfasirkan sebuah ayat di dalam Al Qur’an tidak bisa sembarang orang memiliki otoritas untuk itu. Banyak persyaratan yang perlu dipenuhi dan tentunya persyaratan itu tidak ada pada diri sosok yang mulia sang penghidang kopi itu. Bagaimanapun juga seperti di awal saya singgung saya tidak akan menyalahkan dan menjadi hakim bagi tulisan Bang Denny, saya Cuma menyanyangkan lha tafsir ala Syekh Denny Siregar kok ya laris manis dan di bagi-bagikan serta di like oleh mereka yang mungkin lebih “pintar” dan lebih otoratif dibanding Bang Denny sendiri. Haha...lucu saja kan, seorang santri pondok pesantren semisal Alex Umarouw yang notabenenya dalam penguasaan ilmu tafsir lebih jos kok ya na’am dan ngikut saja dengan tulisan dan tafsir ala Syekh Denny Siregar. Tapi alhamdulillah di beberapa komentar ada juga akun Facebook yang mengingatkan agar Bang Denny merujuk pada ulama ahli tafsir semisal Prof. Quraish Shihab. 

Saya sebenarnya tidak yakin Bang Denny belum membaca kitab tafsir yang mu’tamat semisal tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu katsir, tafsir al Misbah, namun saya yakin kalau beliau memang belum pernah tahu dan belum pernah mendengar tafsirnya Kyai Bangilan AL Aklil yang ditulis oleh KH. Mishbah Zainil  Musthofa mengenai surat Al- Baqarah ayat 62.

Dalam tafsirannya Kyai Misbah menerangkan tentang Surat Al Baqarah ayat 62 dengan jelas bahwa yang dimaksud ayat : 

Dalam keterangannya Kyai Misbah menjelaskan ayat di atas dengan bahasa Jawa yang berbunyi :
“Wong-wong kang podo iman karo Nabi-Nabi sakdurunge Nabi Muhammad SAW, lan wong-wong Yahudi, lan wong-wong Nasrani, lan wong-wong agama Shabi’in, iku sopo-sopo bae wong kang mau kang ana ing zamane Nabi Muhammad SAW hingga kiyamat , gelem pada iman dawuh-dawuhe Allah lan percaya dina akhir lan gelem amal sholeh nganggo syariat-syariate Kanjeng Nabi Muhammad SAW, wong-wong iku bakal oleh ganjaran ono ing ngersane Allah Ta’ala. Wong-wong iku ora bakal wedi lan ora bakal susah.”

Dari penafsiran Mbah Misbah sangat jelas bahwa orang mukmin, Yahudi, Nasrani, dan para pemeluk Shabi’i akan mendapatkan pahala dari Allah jika mereka menjalankan syariat-syariatnya Kanjeng Nabi Muhammad SAW, dalam arti lain mereka mengakui agama Islam sebagai jalan hidupnya.

Jika ada yang bertanya dan mengatakan lha orang-orang jaman sebelum Nabi Muhammad kan tidak Islama ? apakah mereka juga akan masuk neraka ? saya kira jawaban yang tepat untuk orang-orang seperti ini  adalah  memberinya secangkir kopi pahit racikan dari Bang Denny sang pakar yang serba tahu ini. Ah ! Semoga pagi ini kopi Bang Denny tidak terasa hambar, hanya siAnida yang tahu. Salam. Joyojuwoto.

3 komentar:

  1. Ulasan yang apik. Sukses mas.

    BalasHapus
  2. Gaya tulisannya pas ntk lawan main syekh denny...
    Ditunggu tulisan2 yg lainnya mas..

    BalasHapus
  3. Gaya tulisannya pas ntk lawan main syekh denny...
    Ditunggu tulisan2 yg lainnya mas..

    BalasHapus