Sabtu, 27 Oktober 2012

Jika anak berbuat salah, tegurlah dia dengan penuh kasih


Jika anak berbuat salah, tegurlah dia dengan penuh kasih

Mengapa ?
Seperti pepatah bahasa Inggris  “to err is human,” seorang anakpun tidak luput dari kesalahan. Gunakan kesempatan ini sebagai peluang agar anak bisa belajar dari kesalahannya. Yang terpenting adalah bagaimana anak bisa menghadapi kesalahannya dan menjadi anak yang lebih baik lagi di kemudian hari. Beberara orang tua menganggap kesalahan anak seperti kiamat dan memarahi anak habis-habisan. Dalam hal ini anak akan merasa tidak aman dan takut terhadap orang tua sehingga ketika lain kali dia berbuat kesalahan lagi, dia akan berusaha menyembunyikannya dan berbohong kepada orang tua untuk menghindari amarah. Karena itu orang tua perlu bersikap bijak dan tidak malah menjerumuskan anak ke dalam perasaan bersalah dan takut yang berlebihan. Orang tua perlu membimbing anak untuk menyesali kesalahannya. Dan yang lebih penting adalah bagaimana anak bisa bangkit kembali dan memperbaiki diri.

Bagaimana ?
v  Fokuskan pada tindakan anak yang salah dan bukannya pada sifat atau kepribadian anak. Anda bisa mengatakan “Jadi kamu tadi memecahkan vas bunga mama. Bagaimana itu bisa terjadi ?” Hindari konfrontasi yang menjatuhkan rasa aman anak seperti, “Kamu itu kok kasar sekali sih !”
v  Hindari kata-kata yang berisi vonis permanen seperti : musti, selalu, tidak pernah, biasa.
v  Jangan mengungkit-ungkit  kesalahan yang lalu-lalu.
v  Jangan membanding-bandingkan anak dengan orang lain. Setiap orang adalah unik dan spesial
v  Jika anda merasa harus menghukum anak karena kesalahan yang cukup serius, lakukan itu untuk kepentingan anak dan  bukan untuk melampiaskan emosi anda. Hukuman yang mendidik tidak untuk menyakiti atau menjatuhkan harga diri anak melainkan untuk membuat anak menyesali kesalahannya namun masih bisa melihat harapan untuk perbaikan dirinya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar