Rabu, 13 April 2016

Teman Yang Baik itu Bernama Buku

Teman Yang Baik itu Bernama Buku

خير جليس في الزّمان كتاب
“Sebaik-Baik Teman Duduk Di Segala Masa Adalah Kitab”
Sudahkah Anda beli buku minggu ini ?
Sudahkah Anda beli buku bulan ini ?
Sudahkah Anda beli buku tahun ini ?

Buku atau kitab masih belum menjadi prioritas daftar belanja rumah tangga kita, jika kita begitu ringannya membeli perabot rumah tangga, membeli baju, membeli kendaraan pribadi, gonta-ganti handphone, namun tidak dengan buku. Buku belum pernah menjadi list kebutuhan yang kita anggarkan baik itu anggaran jangka pendek maupun anggaran jangka panjang.
Di rumah-rumah kita masih jarang pula yang mengoleksi buku, menjadikan oleh-oleh, cinderamata, atau menjadikannya sebagai asesoris yang melengkapi ruang tamu kita. Buku memang bukan untuk itu kita koleksi, namun setidaknya jika di rumah kita dilengkapi buku maka kita bisa mengambil manfaat dari buku itu.
Dalam nasehatnya AL Jahizh menganjurkan agar kita senantiasa membaca buku beliau berkata : “Buku adalah teman duduk yang tidak akan memujimu dengan berlebihan, sahabat yang tidak akan menipumu, dan teman yang tidak membuatmu bosan. Dia adalah teman yang sangat toleran yang tidak akan mengusirmu. Dia adalah tetangga yang tidak akan menyakitimu. Dia adalah teman yang tidak akan memaksamu mengeluarkan apa yang kamu miliki. Dia tidak akan memperlakukanmu dengan tipu daya, tidak akan menipumu dengan kemunafikan, dan tidak akan membuat kebohongan.
Buku akan senantiasa berbuat baik kepadamu, akan menemani hari-hari suka maupun dukamu, buku akan menghiburmu kala susah, dan akan memberikan manfaat yang besar bagi dirimu, dan akan menyempurnakan kebahagiaanmu. Bercakap dengan buku akan menghindarkanmu dari ngibah, dan menyakiti hati orang lain, maka perbanyaklah kamu bersama dengan buku karena buku adalah teman yang baik di segala tempat, waktu dan keadaan.
Buku adalah jendela dunia dan pintu peradapan suatu bangsa. Bangsa yang berperadapan selalu menempatkan buku pada posisi yang penting. Sejak zaman dahulu hingga sekarang salah satu tanda dari majunya suatu bangsa bisa dilihat dari jumlah buku yang dibaca oleh penduduknya, dan jumlah buku yang dihasilkan oleh kaum cerdik cendikiawannya. Tercatat peradapan tertua di dunia pun telah ada buku, walau masih berupa lempengan-lempengan tanah liat. Seperti peradapan Mesir dengan huruf hiroglifnya, Peradapan Meshopotamia dengan huruf pakunya, Peradapan India kuno dengan Sankritnya.
Buku atau kitab adalah hal yang sangat mulia, buku bahkan menjadi salah satu dari mu’jizat yang diberikan oleh Allah SWT kepada Rosulnya yaitu mu’jizat Al Qur’an. Sebagaimana firman Allah SWT yang tercantum dalam surat Al A’raf ayat : 2 yang artinya :
  
2. ini adalah sebuah kitab yang diturunkan kepadamu, Maka janganlah ada kesempitan di dalam dadamu karenanya, supaya kamu memberi peringatan dengan kitab itu (kepada orang kafir), dan menjadi pelajaran bagi orang-orang yang beriman.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar