من جدّ وجد
Artinya : Siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan berhasil.
Mantra ajaib ini diperkenalkan oleh Ahmad Fuadi di novelnya yang
berjudul Negeri 5 Menara, kalimat Man Jadda Wajada menjadi salah satu kalimat
yang mampu membangkitkan raksasa tidur yang ada dalam diri kita. Siapa yang
bersungguh-sungguh pasti akan berhasil, penuh motivasi, optimis, mengalir dan
menggerakkan.
Kesungguhan memang kunci dari kesuksesan, segala sesuatu yang
dikerjakan dengan serius akan membuahkan hasil. Rosulullah SAW sangat menghargai
usaha serta kesungguhan seseorang. Beliau tidak suka melihat umatnya
bermalas-malasan. Beliau pernah berjabat tangan dengan seorang pemuda yang
tangannya keras dan kasar, kemudian beliau mencium pemuda itu sambil bersaabda
: “Inilah kedua tangan yang dicintai oleh Allah SWT” Dari hadits ini menegaskan
bahwa Allah dan Rosulnya sangat mencintai orang-orang yang bersungguh-sungguh
baik untuk urusan duniawinya lebih-lebih urusan ukhrawinya.
Dalam firman-Nya yang mulia Allah SWT pun mengatakan “Walladziina
Jaahadu Fiina Lanahdiyannahum Subulana” “Barang
siapa yang bersungguh-sungguh di jalan-Ku maka akan Aku tunjukkan jalan
keridhoan-Ku” Allah SWT menyambut dengan antusias dan penuh cinta bagi
orang-orang yang bersungguh-sungguh memenpuh jalan-Nya. Tiada sesuatu yang
menggembirakan melebihi dari seruan Tuhan itu sendiri bukan ? oleh karena itu
bersungguh-sungguhlah dalam segala amal perbuatan kita karena itu adalah salah
satu jalan kecintaan Tuhan.
Begitu pentingnya kesungguhan sampai-sampai Allah SWT tidak akan
mengubah nasib suatu kaum tanpa usaha dan kesungguhan dari kaum itu sendiri.
Allah menginginkan kita untuk bekerja keras, bukan hanya sekedar menyalahkan
takdir semata, sikap menyalahkan takdir adalah sikap yang merusak dimensi
ikhtiyar manusia. Dengan kalimat Man Jadda Wajada kita tidak sedang mendahului
nasib, kita tidak sedang membaca ramalan bintang, namun kita sedang lari dari
takdir Tuhan menuju Takdir Tuhan yang lainnya pula. Sebagaimana yang dikatakan
oleh Sahabat Umar bin Khattab saat ia dan pasukannya akan memasuki negeri Syam,
sedang di sana sedang terjadi wabah penyakit yang menular, kemudian Umar pun
memembatalkan kunjungannya dan memilih kembali ke Madinah. Umar pun berkata : “Kami
lari dari takdir Tuhan, menuju takdir Tuhan pula”
Usaha yang sungguh-sungguh memang tidak menjamin keberhasilan
seseorang, apalagi tanpa usaha tentu keberhasilan itu akan semakin jauh
darinya. Allah SWT dalam surat An Najm ayat : 39 menegaskan tentang adanya hubungan
antara kesungguhan dengan keberhasilan seseorang :
br&ur }§øŠ©9 Ç`»|¡SM~Ï9 žwÎ) $tB 4Ótëy™ ÇÌÒÈ
39. dan bahwasanya seorang manusia tiada
memperoleh selain apa yang telah diusahakannya,
Oleh karena itu bersungguh-sungguhlah dalam segala hal agar apa
yang kita cita-citakan dan kita usahakan tercapai sebagaimana yang kita
inginkan. Sing Sopo Tekun Bakal Tekan. Man jadda Wajada. Joyojuwoto
Tidak ada komentar:
Posting Komentar