Sabtu, 21 Mei 2016

Ramadhan yang Tidak Sekedar Puasa

Ramadhan yang Tidak Sekedar Puasa

Ramadhan sebentar lagi tiba, Siapapun tentu sama bergembira menyambut kedatangan tamu agung utusan Tuhan ini kepada umat Islam. Ramadhan adalah bulan mulia yang layak mendapatkan sambutan dengan sepenuh hati dan segenap jiwa. Jauh-jauh hari aroma Ramadhan telah mewangi memenuhi atmosfir relung hati.

Tuhan memang Maha Pengasih, Ia memberikan anugrah yang luar biasa di bulan Ramadhan. Pahala-pahala dilipat gandakan, dosa-dosa diampunkan, pintu surga di buka lebar-lebar, sedang pintu-pintu neraka digembok dengan kokohnya. Ramadhan memang luar biasa, jangankan kita sibuk beramal tidur pun bernilai ibadah.

Tuhan memang Maha Adil, puasa diwajibkan tapi balasan pahala sunnah maupun wajib berlimpah-ruah. Manusia memang punya sifat cenderung berbarter dengan Tuhan, mau beramal kalau diberi pahala, mau bershodaqah kalau balasannya lebih banyak dari yang ia shodaqohkan, tapi tak apalah Tuhan Maha Baik, ia ikuti maunya si hamba.

Di bulan Ramadhan masjid-masjid penuh, mushola-mushola memasang tenda karena jama’ahnya membludak. Terapi ramadhan benar-benar mujarab menarik orang-orang untuk rajin beribadah. Pengajian di gelar di mana-mana, atribut ramadhan  pun bertebaran di sudut-sudut kampung dan kota, tidak mau ketinggalan acara-acara tivi mendadak ramadhan.

Ramadhan hadir sebagai sarana taskiyatun-nafs, ramadhan sesuai namanya adalah membakar, membakar nafsu-nafsu duniawi, membakar sampah-sampah dosa, hingga menerbitkan cahaya ketaqwaan sebagaimana yang menjadi muara dari ramadhan itu sendiri La’allakum Tattaqun.

Taqwa adalah puncak penghambaan makhluk kepada Sang Khaliq dengan taqwa hamba dapat menemukan jati dirinya, menemukan kembali fitrahnya dan mendapati kemurnian jiwanya.


Oleh karena itu mari meramadhankan diri dengan sepenuh hati, biar ramadhan kita tidak sekedar puasa, tidak sekedar ritualistik semata. Rasulullah SAW telah mengingatkan kepada kita “Berapa banyak orang yang berpuasa tetapi tidak mendapatkan dari puasanya itu kecuali lapar dan dahaga” ah betapa ruginya. Ramadhan bulan yang selalu kita nanti-nantikan, yang selalu kita rindukan semoga tidak hanya sekedar menjadi siklus musiman saja yang hampa makna. Mari bersama bergembira menyambut ramadhan yang mulia. Joyojuwoto 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar