Kamis, 17 Maret 2016

Apalah Arti Sebuah Nama

Apalah Arti Sebuah Nama

Apalah arti sebuah nama begitu kira-kira yang diucapkan oleh William Shakespeare, bagi sastrawan dan budayawan asal Inggris nama tidaklah penting karena nama tidak merubah apapun dari  dzat bendanya. “What’s is an Name ? That Which we call a rose by any other name would smell as” “Apalah arti sebuah nama ? Andaikata kamu meberikan nama lain untuk bunga mawar, ia tetap akan berbau wangi.” Mawar tetaplah mawar yang berbau wangi walau orang menyebutnya dengan nama lain. Begitulah kira-kira perkataan dari Shakespeare.

Sebenarnya tidak ada yang salah apa yang diucapkan oleh Shakespeare, karena pada hakekatnya ia sedang berbicara mengenai esensi suatu benda. Kejujuran dan kemurnian yang menjadi cara berfikirnya sehingga ia tidak memiliki prasangka yang tidak baik mengenai sebuah nama. Shakespeare sedang memandang isi bukan kulit, Shakespeare sedang mengajarkan kemurnian, keaslian, bukan hanya sekedar topeng dan lip service semata. Lebih penting lagi perkataan dari Shakespeare ini juga ada latar belakangnya, ada asbabul kalamnya, jadi tidak bisa kita tafsirkan tanpa memenuhi dan menyertakan unsur-unsur pembentuknya.

Lalu benarkah nama memang tidak penting sama sekali ?

Menurut kepercayaan masyarakat Jawa nama sangatlah penting bagi sebuah penyebutan. Nama adalah tanda, nama adalah doa begitu kepercayaan yang dianut secara turun-temurun oleh masyarakat Jawa. Tidak heran dalam memberikan nama kepada anaknya masyarakat Jawa sangat hati-hati, selain itu memberi nama pada anak tidak sekedarnya saja bahkan ada semacam ritual khusus untuk memberikan nama bagi anaknya. Jika nama itu cocok maka akan dipakai namun jika dalam pemberian nama kok si anak sesudah itu sering sakit-sakitan biasanya namanya akan diganti dengan yang lebih cocok, agar si anak tidak lagi sakit.

Secara ilmiah entah nyambung entah tidak namun seperti itulah kepercayaan dan fakta yang ada di tengah-tengah masyarakat. Semisal nama Koesno yang diganti menjadi Soekarno karena sakit-sakitan, semenjak diganti menjadi Soekarno Koesna tidak lagi sering mengalami sakit. Bayangkan jika dulu nama Koesno tidak diganti belum tentu ia menjadi presiden, karena presiden pertama Indonesia bukan Koesno tapi Soekarno.

Harapan dan doa kebaikan disematkan orang tua melalui sebuah nama kepada anak-anaknya agar kelak mereka menjadi manusia-manusia yang mereka idam-idamkan. Ada orang tua yang ingin anaknya kaya maka diberi nama Soeharto, ada yang ingin punya anak cantik seperti bunga-bunga maka diberi nama Kinanthi, Sekar Arum, Dahlia dan lain sebagainya. Itulah arti dan makna sebuah nama bagi masyarakat Jawa.

Dalam pandangan Islam nama pun sangatlah penting sekali. Rosulullah SAW menganjurkan umat Islam jika memberi nama pada anak maka berilah nama yang terbaik dan menghindari pemberian nama yang jelek.. Hal ini terlihat dari larangan Rosulullah SAW memberikan nama yang memiliki makna tidak baik seperti nama Harb (perang). Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar Rosulullah SAW bersabda : “Diantara nama kalian yang paling disukai Allah adalah Abdullah dan Abdurrahman.”

Rosulullah SAW sangat-sangat memperhatikan urusan umat Islam hingga hal-hal yang kecil semisa pemberian nama bagi seorang anak. Rosulullah SAW sendiri juga banyak mengubah nama-nama yang memiliki arti tidak baik diubah menjadi yang lebih baik semisal nama Ashiyah (artinya orang yang bermaksiat) menjadi Jamilah (artinya cantik atau indah), mengubah nama Ashram (artinya tandus) menjadi Zar’ah (artinya subur), mengubah nama Hazan (artinya kesedihan) menjadi Sahal (artinya kemudahan). Dan masih banyak lagi nama-nama yang tidak baik diganti yang lebih baik.

Dalam ibadah haji zaman dahulu masyarakat Indonesia juga ada tradisi mengubah nama dari sebelum berangkat haji dan sesudah melaksanakan ibadah haji. Semisal nama Muhammad Darwis menjadi Haji Ahmad Dahlan, Yatmin menjadi Haji Yusuf, Alex menjadi Ali dan lain sebagainya. Namun era  sekarang tradisi mengubah nama sesudah melaksanakan ibadah haji sudah tidak marak lagi mengingat nama-nama sekarang sudah bagus-bagus dan indah sehingga tidak perlu diubah.

Demikianlah pentingnya sebuah nama dalam pandangan dan kepercayaan masyarakat Indonesia khususnya Jawa dan menurut ajaran agama Islam. Kesemuanya itu adalah usaha dan doa serta niat tabarrukan seseorang terhadap kebaikan, karena siapa yang berniat baik tentu Allah SWT akan memperkenankan niat baiknya. Sekian. Joyojuwoto

Bangilan, 17 Maret 2016

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar