Apakah Kebahagiaan
itu ?
Hampir mayoritas orang jika
ditanya tentang apa yang dicari dikehidupan ini tentu mereka akan menjawab
bahwa yang dicari adalah kebahagiaan. Punya harta banyak biar bahagia, punya
mobil mewah agar supaya bahagia, punya sawah-ladang yang luas juga karena ingin
hidup bahagia. Punya istri cantik, anak-anak yang banyak dan membanggakan juga
bermuara pada kebahagiaan itu sendiri. Begitulah anggapan umum masyarakat bahwa
kebahagiaan terletak pada aspek keduniaan semata.
Lalu ketika seseorang telah
meraih semua keinginan duniawinya itu apakah secara otomatis ia akan bahagia
? Berapa banyak orang yang mampu dan
sukses secara materi namun hatinya kering dan jauh dari kata bahagia. Dan banyak
pula orang yang mungkin dianggap tidak mampu mewujudkan cita-citanya dianggap kehidupannya tidak
bahagia.
Kata bahagia sendiri bermakna
relatif, menyesuaikan interpretasi dan kondisi hati seseorang. Belum tentu jika
kita melihat seseorang dengan menaiki mobil mewah lantas ia sedang bahagia, begitu
juga sebaliknya jika kita melihat seseorang hanya mengayuh onthel lantas ia
tidak bahagia. Bahagia memang suatu perkara yang seseorang berbeda-beda di
dalam merasakannya.
Bahagia bagiku sangat sederhana,
tak perlu syarat dan alasan yang macam-macam untuk bahagia. Tidak perlu
menunggu punya rumah mewah baru bahagia, tidak perlu menunggu punya mobil yang
mahal baru bahagia, tidak perlu menunggu terkenal dan banyak fans sehingga
membuat bahagia. Cukup bahagia adalah ketika kita memang menginginkan kebahagiaan
itu sendiri titik. Hilangkan semua prasyarat-prasyarat untuk bahagia. Jangan
mempersyaratkan faktor apapun untuk bahagia, maka engkau akan bahagia. Nikmati
dan sukuri apa-apa yang dianugerahkan Tuhan maka engkau akan bahagia, tak
peduli ditanganmu ada ataupun tidak ada harta benda kekayaan duniawi.
Kebahagiaan selalu ada pada
setiap kondisi manusia, baik ia dalam kondisi kesulitan ataupun dalam kondisi
lapang, tinggal tatanan hati kita bagaimana. Jika ada kesulitan dan itu kita
anggap sebagai peluang untuk berjuang dalam hidup maka alangkah nikmatnya
kesulitan demi kesulitan itu. Sedang jika dalam kondisi lapang kita juga akan
mensyukurinya, dan betapa bahagianya orang-orang yang mau bersyukur atas segala
nikmat Tuhan. Maha benar Allah dengan segala firman-Nya, dalam surat Ar Rahman disebutkan :
b$t/Éj‹s3è?$yJä3În/u‘Äd“r ÏäIw#uä 'Î7sù È
13. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang
kamu dustakan?
Kalimat Fabiayyi alaa’i rabbi
kuma tukadzdziban oleh Allah diulang-ulang sebanyak tiga puluh satu kali di
dalam surat Ar Rahman agar manusia ingat akan limpahan kasih sayang dan nikmat
Tuhan yang tak terkira jumlahnya agar manusia senantiasa mensyukurinya.
Jika kita mau menghitung-hitung
nikmat Tuhan tak ada alasan bagi kita untuk tidak bahagia. Wa in tauddu ni’matallahhi
la tuhsuuha, dan jika kamu menghitung nikmat Allah niscaya kamu tidak akan
dapat menentukan jumlahnya.
Oleh karena itu bahagiakanlah diri kita dengan
sederhana, tanpa perlu repot-repot mencari persyaratan kebahagiaan yang macam-macam,
ataupun dengan mendefisinikan bahagia dengan berbagai macam pengertian yang
justru akan merusak kebahagiaan itu sendiri. Karena siapapun anda, tanpa memandang dari hal
apapun jua Anda layak bahagia. Selamat Berbahagia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar