Sabtu, 02 April 2011

Ahsanu Amalan


Ahsanu Amalan

Said bin Jubair  pernah mengatakan, Tidak diterima suatu perkataan kecuali disertai amal, tidak akan diterima perkataan dan amal kecuali disertai niat, tidak akan diterima perkataan amal dan niat kecuali sesuai dengan sunnah Nabi saw
Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang di bumi sebagai perhiasan baginya, agar Kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya
(Al Kahfi 7)
-          Fudhail bin Iyad  menjelaskan, ahsanu amalan adalah  yang paling ikhlas dan  yang paling benar.
Sesungguhnya suatu amal sekalipun benar tapi bila tidak dikerjakan dengan ikhlas maka amal tersebut tidak akan diterima
-          Said bin Jubair  pernah mengatakan, Tidak diterima suatu perkataan kecuali disertai amal, tidak akan diterima perkataan dan amal kecuali disertai niat, tidak akan diterima perkataan amal dan niat kecuali sesuai dengan sunnah Nabi saw.
-           
Sesungguhnya yang menjadi pedoman adalah kualitas suatu amal, bukan kuantitas amal.
Ayyukum ahsanu amalan
Bukan
Ayyukum aktsaru amalan
Jadi Pedoman suatu amal adalah :
1.       BENAR
Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (3:31)
Barang siapa yang mengerjakan suatu amalan yang tidak ada padanya perintahnya dari kami maka amalan itu tertolak (HR Muslim)
2.       IHLAS
Abu Qasim Al Qusyairi,  ikhlas adalah menjadikan satu-satunya  tujuan taat ialah Allah SWT
 Imam al Harits Al Muhasibiy, orang yang jujur ialah yang tidak memperdulikan lagi  apapun penilaian orang

“Yang pertama kali akan diadili di hari kiamat adalah orang yang mati syahid. Kemudian ia dibawa ke hadapan Allah dan Allah memberitahukan  kenikmatan kepadanya, maka iapun mengetahuinya. Allah berfirman, “Apa yang engjkau lakukan di dunia?” Orang itu berkata “Aku telah berperang karenaMu hingga aku syahid”. Allah berfirman, “Engkau berdusta. Sebenarnya engkau berperang karena ingin dikatakan sebagai pemberani dan hal itu telah dikatakannya”.  Kemudian Allah Swt memerintahkan untuk membawanya, maka orang itu diseret di atas wajahnya hingga dilemparkan ke neraka..”
(HR Muslim)

Tanda-tanda ikhlas
1.       Tunduk pada kebenaran dan menerima nasihat sekalipun dari orang yang lebih rendah tingkatannya
Abdurrahman bin Mahdi berkata, Sungguh menjadi ekor dalam kebenaran lebih aku sukai daripada menjadi kepala dalam kebatilan
2.       Tidak gegabah memutuskan suatu hukum
Suatu hari  Asy Sya’bi ditanyakan suatu persoalan, tetapi ia menjawab “Aku tidak tahu”. Kemudian ada yang bertanya, “Apa anda tidak malu menjawab, Tidak tahu. Beliau menjawab, “Jangankan aku,  malaikat saja tidak malu, ketika berkata, “Maha suci engkau (Ya Allah), tidaklah kami memiliki ilmu kecuali yang telah Engkau ajarkan kepada kami (2:32)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar