Sabtu, 25 November 2017

Absen di Kopdar-V Unesa

Absen di Kopdar-V Unesa
Oleh : Joyo Juwoto*

Komunitas Sahabat Pena Nusantara (SPN) selalu mengadakan kopdar (kopi darat) dan launcing buku tiap lima bulan sekali. Ini rutin dan menjadi agenda yang selalu dilaksanakan semenjak komunitas SPN berdiri. Jadi sebenarnya jauh-jauh hari kita bisa mempersiapkan diri baik secara finansial, fisik, do’a dan kesiapan jiwa untuk bisa hadir di acara kopdar.

Saya sendiri tidak semua kopdar yang diadakan SPN bisa berkesempatan hadir, tentu banyak hal yang melatarbelakanginya, namun yang pasti saya selalu punya keinginan untuk bisa hadir di tengah-tengah atmosfir orang-orang yang mendedikasikan dirinya di dunia tulis menulis.

Seperti kopdar ke V SPN kemarin yang dilaksanakan di Unesa, jauh-jauh hari saya sudah menata jadwal kesibukan saya agar bisa hadir. Namun keinginan itu hanya tinggal keinginan belaka, saya absen di kopdar –V SPN yang sebenarnya saya punya keinginan kuat untuk berangkat. Ya begitulah saya tidak akan menyalahkan apapun dan siapapun, saya hanya bisa berdo’a semoga di kopdar selanjutnya saya bisa ikut hadir dan bisa ikut berkontribusi walaupun hanya sekedar menampakkan batang hidung saya yang tidak bisa dikatakan mancung ini.

Kehadiran di kopdar SPN bagi saya memang bukan hanya sekedar ajang ketemuan, saling sapa, dan saling mengenal. Silaturrahmi di group WhatsApp SPN sudah sangat baik dan akrab, walau kadang antar anggota belum pernah berjumpa sekalipun.

Saya merasa nyaman berada di tengah-tengah group yang penuh dengan keramahan dan keguyupan para anggotanya, nilai-nilai ukhuwwah serta pendidikan berliterasi di SPN sangat berarti, dan saya merasakannya sendiri secara langsung. Walau demikian kopdar adalah salah satu cara untuk lebih mengakrabkan diri diantara anggota yang memang jaraknya berjauhan tentunya. Oleh karena itu di setiap kopdar para anggota SPN diharapkan kehadirannya, lebih-lebih yang belum pernah datang sama sekali.

Seperti diawal telah saya singgung bahwa saat kopdar SPN ke-V di Unesa saya tidak bisa hadir. Sungguh menyesal rasanya, karena puncak dari acara Kopdar diisi oleh sastrawan kenamaan Prof. Budi Darma. Saya ingin sekali bertemu dengan beliau dan belajar langsung di bawah tatapan mata Sang Penulis kumpulan cerpen “Orang-orang Blomington” ini.

Namun bagaimana lagi, keadaan memaksa saya harus absen dan urung belajar serta bertatap muka dengan beliau. Tak apalah, semua akan tetap baik-baik saja dan saya juga akan terus belajar menulis dan menulis. Bahkan saya merasa akan terus berproses untuk belajar menulis sepanjang masa.



*Joyo Juwoto, Santri Pondok Pesantren ASSALAM Bangilan Tuban. Buku yang sudah ditulisnya adalah: Jejak Sang Rasul (2016); Secercah Cahaya Hikmah (2016), Dalang Kentrung Terakhir (2017,) dan menulis beberapa buku antologi bersama Sahabat Pena Nusantara dan beberapa komunitas literasi lainnya.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar