Sabtu, 23 September 2017

Namira

Namira
Oleh : Joyo Juwoto

Namira bukanlah nama istri saya, atau nama anak-anak saya yang di foto yang saya pakai gambar tulisan ini. Namira juga bukanlah nama seorang gadis cantik, walau dari namanya kelihatan nuansa kecantikanya. Namira adalah sebuah masjid cantik yang konon bernuansa timur tengah, tepatnya bernuansa masjidil haram yang ada di Makkah. Begitu kata bapak dan ibu mertua saya yang sudah pernah umroh.

Kebetulan kemarin saya bersama keluarga ada acara ke Lamongan, akhirnya kami sengaja mampir ke Namira untuk menjalankan sholat Jumat. Memang benar masjid yang berada di kota soto, Lamongan ini cukup cantik dengan tampilannya yang minimalis dan unik.

Yang saya kagumi dari masjid ini adalah fasilitas layanannya. Mulai dari lahan parkir yang luas dengan pemandangan yang cukup indah, ruangan masjidnya juga adem dan menyegarkan. Aromanya wangi khas, entah minyak apa yang dipakai untuk mewangikan masjid itu. Kamar mandi dan tempat wudhunya pun bersih. Di depan tempat wudhu terdapat kolam ikan hias yang cukup menyita perhatian Naila dan Nafa, kedua putri saya. Selain nyaman dipakai untuk menjalankan ibadah, masjid Namira ini juga ramah dipakai untuk wisata religi keluarga.

Satu lagi yang membuat saya takjub dan tercengang adalah masjid Namira ini menyediakan minuman dingin yang bisa dinikmati oleh para pengunjung secara gratis. Dan saat saya selesai berwudhu di salah satu layar informasi di dekat tempat wudhu menampilkan beberapa layanan masjid Namira, seperti kontak person masjid, layanan group Whatshap, jadwal pengajian, hingga informasi sarapan pagi gratis di setiap hari ahad setelah sholat subuh.

Dengan segala layanan dan fasilitas yang ada di masjid Namira, kita merasa sangat dimuliakan ketika berada di baitullah. Sangat nyaman dan menyenangkan. Hal ini kayaknya juga dirasakan oleh para pengunjung di masjid Namira, walau saya tidak mewancarai mereka. Terlihat selesai mengerjakan sholat saya lihat banyak pengunjung yang berfoto ria dengan latar belakang tulisan Namira.


Selain sarana dan prasarana yang menakjubkan, masjid Namira ini juga menyediakan imam sholat yang bernuansa Masjidil Haram. Saya tahu ini karena pernah mendengar para imam sholat Masjidil Haram di layar televisi saat bulan puasa, karena memang saya belum mendapat jatah panggilan untuk ke sana. Do’akan saja saya dan keluarga serta orang-orang yang punya keinginan kuat ke sana, semoga segera bisa pergi ke baitullah untuk menjalankan ibadah haji maupun umroh. Joyo

2 komentar:

  1. Wisata religi mawon mbah joyo...?

    BalasHapus
  2. Wah keren, saya belum sempat melihat keindahan Masjid Namira, alamatnya dimana?

    BalasHapus