![]() |
Google.com |
Wanita
Pertama Yang Syahid Dalam Islam
Oleh
: Joyo Juwoto
Orang
yang mengaku beriman tentu akan mendapatkan ujian dan godaan sebagai
konsekuensi dari pengakuan keimanannya, Semakin tinggi keimanan seseorang
ujiannya pun akan semakin tinggi pula. Ibarat pohon, semakin tinggi pohonnya
maka angin yang bertiup pun akan semakin besar. Bersyukurlah kita yang hari ini
hidup di mana iman kita mendapatkan jaminan keamanan, tanpa mendapatkan ujian
yang berarti, sepertizaman awal-awal Islam disebarkan.
Ketika
awal ajaran agama Islam didakwahkan oleh Rasulullah Saw, di kota Makkah, ujian
keimanan yang ditimpakan kepada para pemeluk ajaran Rasul ini sungguh sangat
berat. Siapapun yang mengaku beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, maka mereka
tidak akan lepas dari gangguan orang-orang kafir Quraiys. Hanya orang-orang
yang mendapatkan perlindungan dari para tokoh yang selamat dari siksaan kaum
kafir Quraiys, walau emikian dtetap saja gangguan dan hinaan mereka terima,
seperti Nabi yang mendapatkan perlindungan dari Pamannya Abu Thalib, Abu Bakar
yang mendapatkan perlindungan dari kaumnya, dan beberapa sahabat yang memiliki
perlindungan dari para tokoh.
Diceritakan
dari Abdullah bahwasanya orang yang pertama kali menampakkan keislamannya ada
tujuh orang, salah satu diantaranya adalah Sumayyah bekas budak Hudzaifah bin
al Mughirah salah seorang pembesar dari suku Bani Makhzun.
Sumayyah
ini menikah dengan Yasir, seorang sahabat dari Yaman yang menetap di Makkah,
kemudian mereka dianugerahi seorang anak laki-laki bernama Amr bin Yasir. Dari
Amr inilah kedua orang tuanya mengenal dan memeluk ajaran agama Islam. Setelah Bani Makhzun mengetahui keluarga
Yasir ini masuk Islam, akhirnya mereka disiksa dengan siksaan yang sangat
pedih. Keluarga Yasir ini dijemur diterik matahari padang pasir yang panas dengan
memakai baju besi, tidak hanya itu saja tubuh mereka juga dibakar di di atas bara
api yang menyala, namun keteguhan dan kesabaran mereka, segala siksa dan cobaan
itu tak mampu menggoyahkan keimanan keluarga Yasir.
Suatu
ketika Rasulullah Saw mengetahui akan derita yang ditanggung oleh keluarga
Yasir, maka Rasulullah memberikan kabar gembira atas kesabaran akan ujian
keimanan mereka. Rasulullah Saw bersabda :
صَبْرًا أَبَاالْيَقْظَانْ, صَبْرًا ألَ يَاسِرٍ فَإِنَّ
مَوْعِدَكُمُ الْجَنَّةَ
“Bersabarlah wahai Abul Yaqdzon, bersabarlah
wahai keluarga Yasir sesungguhnya balasan untuk kalian adalah surga.”
Demi mendengar berita gembira dari Rasulullah bahwa mereka adalah
termasuk ahli surga, maka segala siksa yang ditimpakan kepada mereka tiada
berarti. Mereka merasa tentram dan beratnya siksaan yang dihadapi dianggap
sebagai angin lalu saja, musibah yang mereka terima menjadi berkah surga kelak
di hadapan Allah Swt.
Abu
Jahal adalah salah seorang tokoh kafir Quraiys yang sangat kejam, melihat
keluarga Yasir disiksa sedemikian rupa tidak mampu mengubah keimanannya kepada
agama baru itu, akhirnya Abu Jahal melakukan tindakan yang sadis. Sumayyah
disiksa dengan sangat kejam, kemudian Abu Jahal menusukkan tombak pada bagian
kehormatannya, sampai Sumayyah syahid fi sabilillah.
Hal
ini dikatakan oleh Mujahid, ia berkata : “Wanita pertama yang syahid pada masa
permulaan Islam adalah Ummu ‘Ammar. Ia ditikam oleh Abu Jahal dengan tombak
pada bagian kemaluannya.”
Kesyahidan
Sumayyah ini terjadi pada tahun ke tujuh sebelum hijriyah, beliau adalah wanita
pertama yang syahid dalam menegakkan ajaran Islam, semoga Allah meridhoi dan
merahmatinya serta menempatkannya di firdaus-Nya yang mulia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar