Jumat, 06 Juli 2012

Mantra Bayi Menangis

Ayam tukung, ayam sebagai penolak, penolaknya anak bayi
Jauhilah cacing recek, penyakit sawan atau pengganggu akan pergi

Si tukung bertempat di depan, maka tertolaklah dan kembalilah
sawan yang berasal dari jalan ke jalan

Ada kecapung menangis lalu terbang dan hinggap di batu gunung
karena mendengar tangus bayi, si capung turun mendatanginya,
mengobati bayi yang masih merah itu, "Cup-cup berhentilah menangis...!"

Anak bayi itu kekasih Haynag Widi (Tuhan), di jaga oleh malaikat,
di rawat oleh bidadari, di lindungi Hyang Sukma, di kipasi oleh para Nabi


Kamis, 05 Juli 2012

Simpang Empat Jatirogo

Simpang empat Jatirogo
Lampu merah berkedip menahan langkah
Taat selamat
Terobos...
Awas menunggu takdir

Simpang empat Jatirogo
Bercerita
tentang penjual kacang
Dengan temaram lampu teploknya

Pemuda-pemuda  tanggung dengan rokok mengepul

Simpang empat Jatirogo
Lalu lalang kendaraan
tergesa menuju rumah
Atau sekedar santai melepas lelah

Simpang empat Jatirogo
Pukul sembilan malam
Terkantuk Sepi !!!



4712

Senin, 02 Juli 2012

Secangkir Kopi

Secangkir Kopi
Entah sejak kapan minuman hitam beraroma khas itu menyertai meja-meja jamuan masyarakat kita. Disetiap kunjungan tamu ada kopi menyertai, disetiap malam-malam walimah kopi tak juga ketinggalan menyegarkan ritual lek-lek-an, di setiap sapa pagi kita juga akrab dengan diksi-diksi kopi, "Ayo budhal ngopi

Budaya ngopi seakan telah menjadi fenomena di tengah masyarakat kita, hampir disetiap tikungan ada warung kopi, jika malam hari kita bisa melihat disepanjang jalan raya Bangilan  para kawula muda yang berkumpul untuk sekedar meneguk hangatnya secangkir kopi  dan bahkan kadang juga hanya untuk memenuhi hasrat trend zaman. Memang kopi adalah minuman sosial sehingga terasa nikmat jika disuguhkan secara berjama'ah dibumbui dengan obrolan-orolan ringan dan diiringi dengan musik-musik. Ngopi bukan lagi semacam kebutuhan jasmani saja, minuman pendamping sarapan pagi, atau sekedar menghilangkan rasa kantuk, melainkan aktivitas ngopi telah menyertakan aspek-aspek sosial dan budaya di tengah masyarakat.

Secangkir kopi ibarat seutas benang  silaturrahim, penyambung paseduluran dalam komunitas masyarakat, begitulah salah satu khususiyah kopi yang mungkin dapat saya baca. Walau saya bukan kopiker (tukang ngopi). Sebabnya jika saya minum kopi asam lambungku terasa langsung meningkat dan biasanya disertai dengan muntah-muntah. Karena dari berbagai informasi yang saya terima kopi kurang baik untuk kesehatan khususnya bagi yang punya riwayat maag seperti saya. Namun lain dulu lain sekarang, suatu ketika saya mendapati sebuah artikel tentang kopi yang manfaatnya ternyata lebih plus dari madhorotnya, bahkan ditulis pula bahwa kopi adalah salah satu minuman kegemaran Rosulullah selain madu dan susu, maka dengan mengucapkan bismillah saya akhirnya memutuskan untuk minum kopi juga, dan hasilnya alhamdulillah luar biasa, dengan perubahan mindset tentang kopi yang menyehatkan dan dengan seabrek manfaatnya saya dapat menikmati nikmatnya secangkir kopi di pagi hari. Salam Ngopi. JWT