Kamis, 07 Juli 2016

Momentum Memaafkan di hari Lebaran

Momentum Memaafkan di hari Lebaran

Pic. by : Abdur Rozaq
Semua umat Islam saya rasa merasakan hadirnya bulan kemenangan setelah sebulan diwajibkan menjalankan ibadah puasa ramadhan. Makna dari dari lebaran atau idul fitri pun saya yakin semua telah khatam, mulai dari berbagai macam penyebutannya, hingga dari penafsiran secara etimologis, penafsiran makna, bahkan sampai ke hal-hal yang bersifat filosofis seperti diwujudkan dalam bentuk filosofi kupat dengan segala pernak-perniknya.

Walau kita umat Islam semua merayakan hari lebaran dan hari kembali kepada kesucian, namun sayang kadang momentum dari idul fitri yang dahsyat ini tidak kita dapatkan kecuali hanya sekedar seremonial belaka. Hanya sekedar pemanis bibir, dan kering dari makna yang sebenarnya. Orang Jawa bilang mung kanggo asok rai, atau pantes-pantesan saja.

Seyogianya momentum idul fitri ini benar-benar kita maknai dengan sepenuh jiwa dan sepenuh keikhlasan hati. Segala macam ucapan permintaan maaf yang kita rangkai dengan indah nan puitis itu benar-benar meresap di kedalaman jiwa kita, bukan sekedar mengucapkan, bukan sekedar latah, dan bukan sekedar copy paste saja.

Ketulusan hati adalah kunci untuk meraih momentum idul fitri, yang mana momentum kembali kepada kesucian ini sebenarnya telah dipersiapkan dengan baik oleh Allah Swt, agar kita benar-benar siap saat akan dilahirkan kembali sebagai jabang bayi yang suci lahir batin. Bentuk dari persiapan itu adalah ramadhan, dengan digembleng di madrasah ramadhan inilah Allah Swt menginginkan hambanya untuk berproses, ramadhan ibarat ulat yang menjalani proses “ngentung” tapa brata dari seekor ulat untuk menjadi kupu-kupu yang cantik.

Jika kita meminta maaf di moment idul fitri, memang itu terbit dari ketulusan permintaan untuk dimaafkan dan jika kita memaafkan itu benar-benar telah menghapus segala kesalahan sesama. Karena siapapun tentu tidak ada yang lepas dari salah, hanya orang yang sombong saja yang merasa dirinya paling benar dan nir dari kesalahan. Oleh karena itu mari kita ikhlaskan betapapun kelamnya masa silam, dendam jangan dipendam, permusuhan jangan dilanggengkan, orang Jawa bilang sing wis ya wis, sing durung ojo dibaleni.

Sehebat apapun permusuhan tentu bisa ada jalan keluar untuk rekonsiliasi, intinya kesadaran dan ketulusan niat tentunya. Contohlah rekonsiliasi yang dilakukan oleh Nabi Yusuf As terhadap saudara-saudaranya, walau bagaimanapun Nabi Yusuf dimusuhi dan didzolimi oleh saudara-saudaranya beliau tidak menaruh dendam, sakit hati tentu Nabi Yusuf pun memendam rasa itu. Bagaimana tidak Yusuf harus mengalami percobaan pembunuhan dari saudaranya sendiri hingga akhirnya Nabi Yusuf terhinakan menjadi seorang budak, dan bahkan terpenjara di balik jeruji besi. Tapi dengan besar hati ketika Nabi Yusuf menjadi pembesar di kerajaan Mesir, saat musim paceklik melanda seantero negeri Yusuf membantu saudara-saudaranya yang sedang dalam masa kesulitan. Yusuf memaafkan saudaranya, Laa Tatsriiba alaikumul yaum, Ah.. kisah yang sangat menyentuh hati.

Tidak hanya itu saja lihatlah bagaimana kebesaran jiwa dan jembar atine Kanjeng Nabi Muhammad SAW, teladan kita, kecintaan kita, saat beliau dakwah di Makkah dimusuhi, dihinakan, dicaci maki, dianggap gila, bahkan Nabi harus terusir dari negeri tercinta Makkah dan akhirnya beliau hijrah ke Madinah. Coba rasakan perasaan Nabi saat terusir dari kampung halamannya, bagaimana pedihnya hati beliau harus berpisah dengan orang-orang yang beliau kasihi, harus meninggalkan tanah tumpah darah di mana beliau dilahirkan...rasakan dengan sepenuh perasaan, aktifkan rasa empati dan simpati kita dengan berbagai macam kepedihan Rasulullah. Tiada kesedihan dan kepedihan yang mampu menguras dan mengeringkan air mata dibanding apa yang dirasakan oleh Rasulullah tentunya.

Ketika Rasulullah SAW berhasil menghimpun kekuatan dan akhirnya terjadi peristiwa Fathu Makkah yang terjadi pada bulan ramadhan tahun ke 8 H, apa yang dilakukan oleh Rasulullah terhadap penduduk Makkah ? apakah terjadi pembalasan dendam, apakah terjadi pembantaian terhadap orang-orang yang dulu sangat keras memusuhi beliau ? Sejarah dengan indah menorehkan tinta emas pada diri Rasulullah, beliau memaafkan penduduk Makkah, dengan penuh kebesaran jiwa Rasulullah SAW bersabda :
لَا تَثْرِيْبَ عَلَيْكُمُ الْيَوْمَ يَغْفِرُ اللهُ لَكُمْ وَهُوَ اَرْحَمُ الرَّاحِمِيْنَ

Artinya : “Pada hari ini tidak ada salah bagi kalian. Semoga Allah mengampuni. Dan Dia adalah Maha Penyayang.

Rasulullah SAW pun demikian mengucapkan sebagaimana yang diucapkan Yusuf kepada saudara-saudaranya, memaafkan dan meluoakan kesalahan masa silam. Teladan yang sempurna dari hamba-hamba Tuhan yang luar biasa.

Di momentum hari yang fitri ini semoga kita bisa meneladani kebesaran dan ketulusan jiwa dari Rasul-rasul yang mulia, agar tercipta harmoni kehidupan yang dipenuhi cinta dan kebersamaan untuk bersama-sama meraih ridho Tuhan. Amin. Joyojuwoto

Idul Fitri Yang Tak Lagi Suci

Idul Fitri Yang Tak Lagi Suci

Konon kita tlah beramadhan selama sebulan
Mengikis ego dan keserakahan
Menghapus dendam dan kemarahan

Konon setan-setan dipenjarakan
Agar nafsu kita bebas beribadah dan mengabdi kepada Tuhan
Apakah ramadhan hanya sekedar konon ?
Apakah ibadah dan pengabdian hanya karena nafsu?
Ah ramadhan yang sayang ramadhan yang malang
Hadirmu disambut dengan gempita kegembiraan
Entah gembira seperti apa?
Kepergianmu ditangisi sekaligus dirayakan
Katanya ini hari kemenangan
Orang-orang bergembira-ria bermanis muka
Hari ini hari pengampunan
Orang-orang sama bermaafan
Melebur-lebur dosa menghapus-hapus khilaf 
Tak tahu itu beneran atau sekedar basa-basi tradisi
Katanya ini hari kembali kepada kesucian
Namun dosa-dosa sesama masih rapi tersimpan di laci hati
Yang pada saatnya kita hidangkan di meja-meja kepentingan
Dendam masih kita pelihara
Layaknya tukang sate menjaga bara apinya
Ah ramadhan yang melahirkan idul fitri
Kadang kita tidak benar-benar
suci

Shubuh, akhir ramadhan 1437 H


Jumat, 01 Juli 2016

Keistimewaan dan Kemuliaan Bumi Makkah

Keistimewaan dan Kemuliaan Bumi Makkah

Bumi Makkah adalah kota suci umat Islam sedunia, di dalamnya terdapat bangunan ka’bah yang menjadi kiblat shalat umat Islam. Makkah adalah bumi yang diberkati oleh Tuhan Pemilik Seru Sekalian Alam, tempat ini tentu memiliki keistimewaan lebih dibanding tempat lain di muka bumi. Selain sebagai tempat kelahiran manusia yang paling utama yaitu Nabi Muhammad SAW bumi Makkah juga merupakan kiblat peribadatan tertua di dunia. Hal ini menjadikan bumi Makkah menjadi semacam jujugan bagi para pengembara spiritual untuk memenuhi dan memuaskan dahaga jiwanya.

Makkah adalah tempat yang mendapatkan perlindungan langsung dari Allah Swt ketika pasukan gajah yang dipimpin oleh Raja Abrahah akan menghancurkan Ka’bah.  Kedengkian dan sifat fanatisme Abrahah terhadap Makkah menjadikannya murka dan bersumpah untuk meratakan bangunan Ka’bah. Namun Allah Sang Pemilik Baitullah menjaga dan melindungi Ka’bah dari serangan Raja Habasyah itu. Burung-burung Ababil beterbangan bagai pesawat tempur kemudian melemparkan misil “Sijjil” penghancur berupa kerikil-kerikil tajam dari bara neraka, akibatnya pasukan gajah Abrahah hancur lebur seperti daun-daun yang berguguran dimakan ulat. Kisah kegagalan ekspedisi pasukan gajahnya Abrahah ini diabadikan Allah Swt di dalam surat Al Fiil sebagai pelajaran dan peringatan bagi kita semua.

Walau berada di lembah yang gersang dan sangat panas Makkah selalu dirindukan oleh jutaan umat Islam sedunia, setiap tahunnya umat Islam akan berbondong-bondong untuk melaksanakan ibadah haji di kota Ibrahim ini. tidak hanya itu saja jutaan orang lainnya juga masih banyak yang mengantri untuk bisa menziarahi kota suci itu. Bahkan juga ada jutaan lainnya yang belum diberi kesempatan untuk berangkat ke Makkah sama berdoa dan mendoakan agar mereka segera bisa menyusul dan diberi kesempatan untuk bertamu di rumah Allah itu.

Kerinduan-kerinduan umat Islam dari berbagai penjuru dunia terhadap Makkah tidak lain karena kecintaan mereka pada Allah dan Rasul-Nya, juga berkat do’a dari Nabi Ibrahim As agar tempat yang pada mulamya gersang dan tidak berpenghuni itu diberkahi  dan hati umat manusia dibuat cenderung kepadanya. Ajaib doa Nabi Ibrahim diijabahi oleh Alah SWT dan tercatat Makkah menjadi tempat yang seperti sekarang.

Di dalam Al Qur’an banyak sekali disebutkan keistimewaan-keistimewaan dan kemuliaan dari bumi Makkah Al Mukarramah, diantaranya adalah :
1.      Makkah adalah tempat peribadatan tertua di dunia. Hal ini tercantum dalam Al Qur’an Surat Ali Imron ayat 96 :
   
96. Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia[214].

[214] Ahli kitab mengatakan bahwa rumah ibadah yang pertama dibangun berada di Baitul Maqdis, oleh karena itu Allah membantahnya.
2.      Makkah adalah Negeri yang aman atau Balad Al Amin. Sebagaimana dalam surat At Tin ayat 3 :
   
3. dan demi kota (Mekah) ini yang aman,


3.      Makkah adalah tanah yang suci /tanah haram. Hal ini tercantum dalam surat AN-Naml ayat 91 :
  
91. aku hanya diperintahkan untuk menyembah Tuhan negeri ini (Mekah) yang telah menjadikannya suci dan kepunyaan-Nya-lah segala sesuatu, dan aku diperintahkan supaya aku Termasuk orang-orang yang berserah diri.


4.      Makkah adalah negeri tempat berkumpulnya dan tempat yang aman bagi manusia. Tercantum dalam surat AL Baqarah ayat 125 :

125. dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. dan Jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim[89] tempat shalat. dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: "Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i'tikaf, yang ruku' dan yang sujud".

[89] Ialah tempat berdiri Nabi Ibrahim a.s. diwaktu membuat Ka'bah.


5.      Makkah adalah tempat di mana Nabi tinggal dan Allah bersumpah dengan namanya. Sebagaimana dalam surat Al-Balad ayat 1-2 :

1. aku benar-benar bersumpah dengan kota ini (Mekah),
2. dan kamu (Muhammad) bertempat di kota Mekah ini,

6.      Makkah juga berarti tempat yang membinasakan para penjajah dan menghilangkan kekuatan musuh.  Dalam surat Al-Fath ayat 24 :
  
24. dan Dia-lah yang menahan tangan mereka dari (membinasakan) kamu dan (menahan) tangan kamu dari (membinasakan) mereka di tengah kota Mekah sesudah Allah memenangkan kamu atas mereka, dan adalah Allah Maha melihat apa yang kamu kerjakan.


7.      Makkah adalah negeri yang diberkahi sebab doanya Nabi Ibrahim. Dalam surat Ibrahin ayat 37 :

37. Ya Tuhan Kami, Sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, Ya Tuhan Kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, Maka Jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezkilah mereka dari buah-buahan, Mudah-mudahan mereka bersyukur.



Demikian beberapa keistimewaan dan kemuliaan dari bumi Makkah yang ada di dalam Al Qur’an. Semoga kita termasuk orang-orang yang memuliakan dan mencintai Makkah sebagaimana Allah dan para Rasulnya pun memuliakan dan mencintainya. Joyojuwoto