Senin, 07 Maret 2016

Cara Sederhana Meraih Hidup Sukses dan Bahagia

Cara Sederhana Meraih Hidup Sukses dan Bahagia

Siapapun kita pasti memiliki masa lalu, karena masa lalu adalah bagian yang tidak terpisah dari kehidupan kita tentunya. Masa lalu bisa menjadi energi yang membangun hari ini dan masa depan, namun tidak jarang juga masa lalu menjadi momok yang menakutkan bahkan menghancurkan hari ini bahkan masa depan kita.

Masa lalu menjadi sejarah dan perbendaharaan emosi bagi para pelakunya yang bersifat einmalig dan tidak berubah. Oleh karena itu sebaik atau sejelek apapun masa lalu tentu kita tidak bisa mengubahnya kembali. Biarkan masa lalu apa adanya tanpa perlu kita mengagungkannya atau menyesalinya.

Dewasa ini banyak penyakit yang tercipta dari bayang-bayang masa lalu. Adakalnya seseorang merasa terbebani dengan apa yang telah terjadi, jika Anda termasuk orang yang menglami hal seperti ini hendaknya Anda harus segera mengambil sikap bahwa masa lalu adalah masa lalu dan kita harus segera memutuskan emosi yang terbawa dari masa lalu dengan cara memaafkan dan mengikhlaskan apa-apa yang telah terjadi. Memutuskan bukan berarti melupakan, karena tidakmungkin masa lalu itu dapat kita lupakan. Semakin kita ingin melupakannya justru masa lalu itu akan semakin menghantui kita, namun jika kita pasrahkan dan kita ikhlaskan maka beban emosi masa lalu tidak akan aktif menghantui kita lagi.

Memaafkan dan mengikhlaskan sampah-sampah emosi masa lalu yang mengganggu kehidupan kita yang sekarang dalam dunia hipnotherapy inilah yang disebut sebagai Virtual Forgiveness, yaitu suatu metode menyugesti diri sendiri (self  Sugestion) yang bertujuan untuk memaafkan peristiwa dan atau orang-orang yang berasal dari masa lalu yang mengganggu masa sekarang.

Jika kita telah mampu berdamai dan menerima dengan pasrah serta ikhlas impul-simpul masa lalu yang membelenggu kehidupan kita maka kita akan merasakan kebahagiaan dalam hidup kita yang sekarang. Kelihatannya sangat sederhana namun itu yang akan Anda rasakan. Oleh karena itu cobalah cara sederhana ini untuk kebahagiaan hidup Anda, karena siapapun Anda, Anda sangat layak dan berhak untuk hidup bahagia tanpa terbebani dengan hantu masa lalu.

Jika kita seorang muslim diantara metode yang dapat kita pakai untuk pasrah dan mengikhlaskan masa lalu adalah dengan cara sabar dan sholat. Sebagaimana yang Allah Swt firmankan :

(#qãZŠÏètFó$#ur ÎŽö9¢Á9$$Î/ Ío4qn=¢Á9$#ur 4 $pk¨XÎ)ur îouŽÎ7s3s9 žwÎ) n?tã tûüÏèϱ»sƒø:$# ÇÍÎÈ  

45. Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. dan Sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu',

Dua hal ini sabar dan sholat menjadi penolong bagi seseorang yang mengalami cobaan-cobaan dalam hidupnya, baik cobaan fisik maupun psikologis. Dalam sholat yang didahului oleh bacaan iftitah sangat baik untuk memberikan sugesti positif bagi keikhlasan dan kepasrahan seseorang. Maka pada saat membaca iftitaf pada bacaan :
إنّ صلاتي ونسكي ومحياي وممات لله ربّ العالمين

Pada bacaan ini memberikan afirmasi kepada hati dan jiwa seseorang untuk selalu pasrah dan ikhlas kepada Allah Swt, karena pada hakekatnya segalanya hanyalah milik –Nya jua. Bacalah kalimat itu dengan hati Anda, dengan sepenuh jiwa, maka Anda akan merasakan keajaiban sebuah keikhlasan dan kepasrahan.

Lalu apakah keikhlasan, kepasrahan serta memaafkan kehidupan masa lalu seseorang bisa mempengaruhi kesuksesannya di masa sekarang  ? Banyak orang yang gagal dalam hidupnya, dalam usahanya bukan karena faktor dari luar, mungkin tanpa disadari ada masalah dengan dirinya sendiri, ada semacam mental block yang menghalangi kesuksesan seseorang. Oleh karena itu jika kita ingin sukses dengan karier kita, dengan usaha kita dengan kehidupan kita baik di dunia maupun di akhirat kelak maka kita harus mengikhlaskan dan memaafkan masa lalu kita sendiri.

Mungkin ada orang yang menyakiti hati kita, maka maafkanlah dia, jika kita menyakiti orang lain maka meminta maaflah. Jika kita tidak bisa meminta maaf secara langsung kita bisa menggunakan metode Virtual Forgiveness. Caranya sebelum kita tidur bayangkanlah orang-orang yang pernah kita sakiti kemudian meminta maaflah dengan tulus dan doakan kebahagiaan bagi mereka. Selain itu minta maaflah pada kedua orangtua kita jika masih ada, kita bisa meminta maaf secara Virtual dan lebih afdhol tentu kita datang secara langsung bersimpuh meminta maaf dan meminta ridlo serta doa dari beliau. Cukup sederhana namun cara ini efektif dan terbukti secara ilmiah.

Saya sedikit punya cerita mengenai kasus seperti di atas. cerita ini bersumber dari orangnya langsung yang bercerita saat ada rapat di MAN Tuban dalam rangka memberikan hibah CCTV kepada madrasah-madrasah yang ada di Kabupaten Tuban. Dia adalah seorang pengusaha yang sukses dibidang pengadaan alat-alat pembelajaran sekolah. Pada awal merintis usaha beliau pernah bangkrut dan hampir tidak mampu melunasi hutangnya. Kemudian ia diberi tahu oleh seseorang untuk memperbanyak sedekah dan meminta maaf kepada kedua orang tuanya. Terlebih kepada ibunya ia disuruh meminta air cucian kaki sang Ibu untuk diminum.

Saran itu kemudian dikerjakan beneran, ia pergi ke ibunya merangkul dan menangis di pangkuan sang Ibu, kemudian ia meminta maaf dan meminta doa dari ibunya agar ibunya meridloinya. Selain itu ia juga bilang kepada ibunya untuk meminta air bekas cucian kaki sang Ibu. Sang Ibu tidak mau diperlakukan seperti itu, ibunya menangis kemudian sang anak disuruh menunggu. Sang ibu masuk kamar kemudian mengerjakan sholat dan mendoakan kesuksesan anaknya. Setelah peristiwa itu anda boleh percaya boleh tidak usaha si anak tadi menjadi lancar dan akhirnya ia meraih kesuksesan. Demikian kisah yang diceritakan oleh seorang pengusaha sukses asal Jombang.

Jadi jika kita ingin meraih hidup bahagia serta sukses maka langkah awal yang perlu kita lakukan adalah dengan cara mengikhlaskan, pasrah, dan memaafkan masa lalu kita. Sekian. Joyojuwoto.

Sabtu, 05 Maret 2016

Melodi Cinta Seorang Hamba

Melodi Cinta Seorang Hamba

Hamba-hamba yang sedang dimabuk cinta tidak merasakan apa-apa kecuali yang dicinta, tidak memikirkan apa-apa kecuali yang dicinta, dan tidak melihat apa-apa kecuali yang dicinta. Seperti cinta Qais kepada Laila, sepanjang mata memandang hanya ada Laila, sepanjang angan-angan Laila memenuhi harapan, jiwa dan pikiran.
Dendang-dendang cinta sungguh mempesona, tiada keindahan kecuali milik para pecinta. Dengan cinta semua menjadi indah, dengan cinta semua menjadi mudah, dengan cinta semesta raya menjadi taman-taman bunga yang  tersenyum merekah.
المحبّة ميل الطّبع إلى شيئ لكونه لذيذا عند محبّه
“Mahabbah (cinta) adalah kecenderungan tabiat kepada sesuatu karena keadaan sesuatu itu amat lezat bagi orang yang bercinta kasih”
Bahasa cinta tidak mengenal kosakata kemustahilan, dalam kamus cinta tidak mengenal ketidakmungkinan, dalam bumi cinta hanya tumbuh pohon-pohon keabadian, maka reguk dan nikmatilah kemukjizatan cinta hingga dirimu tenggelam dalam gairah kemurnian cinta.
Dalam cinta tak mengenal untung-rugi, dalam cinta tak mengenal hak-hak kepemilikan, dalam cinta tak mengenal keakuan, maka biarkan api cinta berkobar-kobar membakarmu hingga engkau musnah lebur dalam nur cinta.
Maka gapailah cinta di atas cinta, cinta yang tak mengenal kematian, cinta yang tak mengenal kesedihan, cinta yang tak mengenal pengkhianatan, bahkan cinta yang tak mengenal cinta kecuali cinta  itu sendiri.
والذين آمنوا اشدّ حبّا لله...
Artinya : Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah….
Inilah puncak cinta, inilah melodi cinta seorang hamba yang paling indah mencintai Tuhannya sepenuh cinta.  Sebagaimana yang ada di dalam Kitab Risalah Qusyairiyah yang berbunyi :
“Adapun mahabbah (cinta)  seorang hamba kepada Allah adalah suatu keadaan di mana si hamba mendapatkan /merasakan cinta itu dari hatinya suatu perasaan  yang amat halus, sulit sekali untuk digambarkan.”
Rosulullah SAW dalam segala kondisi selalu melantunkan doa-doa melodi cinta, karena kerinduan dan cintanya kepada Allah Swt yang selalu membara :
اللهمّ إنّى أسئلك حبّك وحبّ من يحبّك والعمل الذي يبلغ حبّك
اللهمّ اجعل حبّك أحبّ إليّ من نفسي وأهلي ومن الماء البارد
Artinya :
Ya Allah kumohon cinta-Mu
Dan cinta orang-orang yang mencintai-Mu
Ya Allah, jadikanlah cintaku kepada-Mu
Melebihi cintaku pada diriku sendiri
Pada keluargaku
Dan pada air yang dingin (saat kehausan).

Pasrahkanlah dirimu dalam genggaman cinta, pada cinta yang akan menuntunmu pada puncak penghambaan pada sang Tuhan.
والذين آمنوا اشدّ حبّا لله...
Artinya : Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah….

Bumi Cinta, 5 Maret 2016
Joyojuwoto

Jumat, 04 Maret 2016

Na’amnya Mbah Hamid Pasuruan

Na’amnya Mbah Hamid Pasuruan

Jarak yang jauh sekalipun kadang tidak menyurutkan langkah seseorang yang memang telah diberi azam dan i’tikad yang kuat oleh Allah Swt. Begitu juga niat yang terpendam dalam dada Moehaimin Tamam,  untuk menemui seorang ulama waliyyullah yang bernama Mbah Hamid di Pasuruan Jawa Timur.

Moehaimin Tamam (Mohtam) adalah santri lulusan pesantren Gontor Ponorogo yang baru saja pulang dari mondok. Ia bertempat tinggal di Bangilan Tuban, karena tekad dan niatnya yang kuat untuk berkhidmat kepada masyarakatnya, jauh-jauh dari Bangilan menempuh perjalanan menuju Ndalemnya Mbah Hamid yang ada di Pasuruan. Mohtam berniat meminta restu kepada Kyai sepuh itu demi meluluskan cita-citanya merintis dan mendirikan pesantren di desanya Bangilan Tuban.

Mbah Hamid adalah salah seorang ulama yang ma’rifat, beliau diberi keistimewaan oleh Allah mengetahui apa-apa yang tersimpan di dalam hati para tamunya. Beliau memandang dengan nurullah sehingga tidak heran jika sebelum tamunya mengutarakan apa yang menjadi niat dan hajatnya Mbah Hamid telah dulu memberikan jawaban berupa tamsil atau kiasan.

Begitu juga dengan Mohtam, setelah menempuh perjalanan panjang Bangilan-pasuruan, ia sampai di Pasuruan ang sedwaktu itu telah malam. Mohtam pun menuju mushola pesantren, tidak mungkin saat malam-malam ia menemui daan bertamu langsung ke ndalem Mbah Yai Hamid.  Mohtam kemudian tidur beralaskan koran yang ia beli sewaktu di dalam bis jurusan Bojonegoro-Malang. Di serambi mushola itu ia beristirahat merebahkan badannya.

Menjelang shubuh Mohtam bangun, santri-santri Mbah Hamid juga sama bangun dan bersiap-siap mengerjakan sholat. Adzan pun berkumandang dari corong toa mushola. Setelah mengambil wudlu Mohtam duduk mengerjakan dua rakaat sebelum shubuh kemudian duduk khusu’ berdzikir bersama santri-santri yang lainnya.

Tak berselang lama Mbah Hamid masuk mushola untuk ngimami sholat shubuh, santri-santri sama berdiri rapi membuat shof-shof sholat. Muhtam juga ikut mengambil tempat untuk berjama’ah  shubuh, ia menjadi ma’mum di shof depan tepat di belakangnya Mbah Yai Hamid.

Dua rakaat sholat shubuh lengkap dengan qunutnya telah selesai, para jamaah berdzikir memohon ampun kepada Allah Swt, beristighfar, bertasbih, bertahmid, dan bertahlil kemudia berdoa bersama yang dipimpin oleh imam, sedang ma’mumnya mengamini doa dari sang imam.

Setelah selesai berdoa  Mbah Yai Hamid keluar dari mushola, Mohtam yang berada di shof paling depan ikut keluar mengikuti mbah Hamid tepat berada di belakang punggungnya. Sesampai di depan pintu mushola Mbah Hamid berbalik dan berada di depan Mohtam. Ada rasa sungkan dan pakewuh seorang santri di hadapan Kyai. Belum mengucap apapun mbah Hamid memegang dua pundak mohtam kemudian mengelus-elus pipinya  tida kali sambil berucap “Na’am, Na’am, Na’am” Setelah itu Mbah Hamid bilang sambil mendorong keluar Mohtam “Pun ndang mantuk”.

Mohtam pun keluar dari area pesantren mbah Hamid untuk pulang kembali ke Bangilan, di tengah perjalanan pulang mohtam memikirkan dua kalimat yang diucapkan oleh Mbah Hamid. Kalimat “Na’am” tiga kali dan “Pun ndang mantuk.” Padahal mohtam belum mengutarakan niatnya untuk sowan Yai Hamid. Namun niat yang ia pendam dalam hati telah terjawab dengan tamsil yang telah diberikan oleh mbah Hamid.

Mohtam pun merasa mantap hatinya, sepulang dari Gontor dirinya memang harus merintis pesantren di desanya sebagaimana jawaban Na’am, Na’amnya Mbah Hamid, bahkan niat itu harus segera dilaksanakan sesuai petunjuk mbah Hamid, “Pun ndang mantuk” yang ia tafsiri agar segera mendirikan pesantren sebagai jalan pengabdiannya kepada umat serta untuk menggapai ridho Tuhan.