Selasa, 12 Agustus 2014

Napak Tilas Santri PP. ASSALAM Bangilan Tuban 2014

"Khutbatul Iftitah"

"Kan kuingat di dalam hatiku
Kan kukenang selama hidupku
Kenangan khutbatul iftitah
Di B.P. Pondok ASSALAM
Sadar patuh disiplin itu mahkota kita 2x"

Lagu khas Khutbatul iftitah di Pesantren ASSALAM Bangilan dinyanyikan dalam kegiatan Napak Tilas perjalanan Pondok Pesantren ASSALAM Bangilan. Kegiatan rutin yang dilaksanakan di lokasi pesantren lama di desa Sidokumpul Kec. Bangilan ini diikuti sekitar seribu santri yang masih aktif menuntut ilmu di balai pendidikan pondok pesantren yang didirikan oleh Abah Yai Abd. Moehaimin Tamam.

Dalam Khutbah Iftitahnya Abah Yai selalu mengingatkan kepada santri-santri baru bahwa "Yang akan kau petik enam tahun yang akan datang adalah niatmu yang sekarang nak !," Dawuh beliau. Lebih dalam lagi Abah menegaskan, "Niatnya baik hasilnya akan baik, " "Niatnya hitam hasilnya juga akan hitam,"Niatnya putih hasilnya juga akan putih"

بدايته نهايته
"Awalnya menentukan akhiranya"
Oleh karena itu
 تنبّه للحادث الأوّل فإنّ فيه الصعود أو الهبوط, الموت أو الحياة, التقدّم أو التّأخّر 

"Berhati-hatilah terhadap kejadian yang pertama, karena di dalamnya terdapat perkembangan atau penurunan, kematian atau kehidupan, kemajuan atau kemunduran" 

Beliau Abah Yai juga menegaskan bahwa : 
النتائج تتّبع المقدّمة فسادا وصلاحا 
وإن صلحت المقدّمة صلحت, وإن فسدت المقدّمة فسدت
"Hasil itu bergantung itu pada rusak ataukah baiknya permulaan, jika baik permulaannya baik pula hasilnya, dan jika rusak permulaannya rusak pula hasilnya"
 
Sebab itu santri-santri perlu menata hati dan yakin bahwa usahanya dalam menuntut ilmu di pondok pesantren ASSALAM Bangilan akan berhasil. Keyakinan itu sendiri perlu diusahakan dengan memperbanyak doa :
ربّنا وأقسم لنا من اليقين ما تهوّن به علينا مصائب الدّنيا

Karena kita berilmu, kita beramal untuk mendapatkan ridho Allah
  
نحن نعمل نحن نعلم حبّا لرضى الله تعالى
سلام السلام ...سلام السلام

Niat belajar itu untuk menuntut ilmu, sedang ilmu itu cahaya dan cahaya Allah tidak diberikan kepada orang yang penuh maksiat.
 
   العلم نور ونورالله لا يُهدى للعاصي

Sekian. Jwt.

Sabtu, 09 Agustus 2014

Khutbatul Iftitah Santri Baru KMI ASSALAM Bangilan TP. 2014/2015

Khutbatul Iftitah Santri Baru TP. 2014/2015
Oleh : Ust. Yunan Jauhar, S.Pd., M.Pd.I

Anak-anakku sekalian baik santri lama maupun santri baru.
Perlu diketahui bersama bahwa
Apa arti khutbatul iftitah
Atau khutbatul arsy
Atau khutbah perkenalan
Atau khutbah perpeloncoan
Telah menjadi sunnah Pondok Pesantren ASSALAM setiap awal tahun ajaran diadakan khutbatul iftitah atau khutbah perkenalan atau khutbah perpeloncoan.
Dinamakan demikian, karena menyimpulkan dan menggambarkan segala sesuatu yang akan dihadapi dalam tahun yang akan datang. Jadi ini bukan MOS dan jangan dinamakan MOS, karena ASSALAM harus berani tampil beda kapanpun dan dimanapun. Dan ASSALAM harus bisa mewarnai dan bukan yang  diwarnai, harus siap dilIhat dan bukan yang melihat sehingga kita silau dengan dunia lain dan lupa dangan dunia ASSALAM.
Anak-anakku
Supaya jangan salah pengertian.
Sebelum berkecimpung dalam dunia ASSALAM Pondok Pesantren ini, para santri lama dan baru harus kenal benar-benar karena tak kenal maka tak sayang :
a   .     Apa Pondok ASSALAM ini ?.
b   .     Siapa yang punya ?.
c   .      Amanat dari siapa ?.
d   .     Apa isinya ?.
e   .     Hendak kemana Pondok ini ?.
f    .       Bagaimana cara hidup didalamnya ?.
g   .     Apa yang harus diambil dari Pondok ini ?.  Dan apa yang di cari ?


Hal yang demikian itu semuanya amat sangat penting, supaya anak-anakku sekalian jangan salah alamat, salah faham dan salah pengertian.
Perlu di ingat kembali bahwa kemaren sore di ASSALAM punggur Abah Moehainin Tamam telah menggembleng santri :
-         Jangan seperti 3 orang buta meraba gajah.
-         Jangan seperti kera makan manggis.
-         Jangan hanya melihat dari satu sudut.
-         Jangan mengambil cabainya saja, atau garamnya saja dalam mencoba masakan.
-         Jangan seperti pengikut Columbus yang kurang percaya.
-         Jangan seperti orang yang belum tahu cara naik kereta api, teriak-teriak ketika kereta api baru langsir.
-         Jangan seperti orang yang mengikuti orang lain (makmum) dengan tidak mengetahui kemana yang diikuti itu. Dekatkah atau jauhkah tujuannya ?. Apa yang dicari ? dan dengan apa kita ikut ? bagaimana caranya mencari ?.
-         Jangan seperti orang yang melihat hutan, tertutup oleh sebatang pohon dan teriak-teriak minta tolong mengira hutannya gelap.
Mungkin juga diantara para santri dan orang tuanya ada yang menyerah masa bodoh. Tetapi para santri dan orang tua sedikitnya harus tahu hendak dijadikan apa anak-anaknya ini.
Adanya perkenalan inipun berdasarkan atas pengalaman bahwa banyak orang yang salah pandangannya terhadap Pondok in, sehingga berakibat salah faham yang mendalam dan meluas, serta berakhir dengan penyesalannya sendiri.
Ada yang mengira bahwa ;
-         Pondok ini lebih modern dari seluruh kaum muda dalam masalah agama
-         Pondok ini hanya mementingkan pelajaran agama dan kurang mementingkan pelajaran umum.
-         Pondok ini hanya mementingkan pelajaran umum dan kurang mementingkan pelajaran agamanya.
-         Pondok ini hanya mementingkan budi pekerti saja, hanya bahasanya di Pondok ini yang hidup.
-         Pondok ini hanya jembatan ke Universitas dalam dan luar Negeri.
Dan lain sebagainya dan lain sebagainya.
Semuanya itu tidaklah dapat kita katakan salah seluruhnya, atau benar seluruhnya. Semua itu baru penilaian dari satu sudut, baru sebagian, baru kulitnya, baru sepihak karena belum mengenal inti tujuan pokoknya.
Untuk mengetahui bagaimana yang sebenarnya. Ikutlah suasana khutbatul arsy, khutabatul iftitah (khutbah perkenalan) ini dengan segala programnya, mulai dari pertandingan-pertandingan olah raganya, Gerakan Kepramuakaannya sampai kepada yang lain-lainnya.
Pandanglah Pondok ini dengan pandangan yang baru, seakan-akan seperti orang yang baru datang hari ini. Juga bari santri lama.
Hanya yang jelas, yang sudah di gemblengkan oleh Abah ialah Bahwa segala sesuatu di Pondok ASSALAM ini adalah untuk perpaikan dan pendidikan.
إن أريد إلا الاصلاح.
Kami Pimpinan Pondok, Direktur KMI dan para ustadz, ustadzah hanya menghendaki perbaikan, perbaikan pelajaran dan cara belajar serta perbaikan akhlaq mental.
Segala sesuatu sedapat mungkin harus berisi pendidikan dan pelajaran. Segala pendidikan dan pelajaran di Pondok ini senantiasa mengingatkan hajat ummat, hajat masyarakat, 10 tahun, 20 tahun dan seterusnya di masa yang akan datang.
Kepada Allah kita berbakti.
Kepada Allah pula kita mohon pertolongan.

البركة فى الحركة, البركة فى الحركة. البركة فى الحركة.
Barokah timbulnya dari perjuangan/pergerakan dan pengorbanan.
Marilah kita semua yang ada disini berfikir apa yang harus kita berikan ke Pondok ASSALAM ini, dan janganlah kita berfikir keuntungan apa yang saya ambil dari Pondok ASSALAM. BERJASALAH KE PONDOK ASSALAM INI TAPI JANGAN MINTA JASA. 

Minggu, 22 Juni 2014

KMI ASSALAM Bangilan Tuban Jawaban Masa Depan Indonesia

www.4bangilan.blogspot.com- Jumat, 20 Juni 2014 – Bumi Bangilan Tuban bergetar, gema sholawat yang dilantunkan santriwan-santriwati ASSALAM Bangilan Tuban seirama dengan rancaknya permainan hadrah music  khas pesantren. Harmoni paduan senar drum, bas, terompet, bellyra, dan symbal dari group marching band  KMI ASSALAM Bangilan ikut memeriahkan gempita Haflah Akhirussanah kelas XII KMI ASSALAM tahun pelajaran 2013-2014 yang dihadiri tidak kurang dari sepuluh ribu pengunjung dari berbagai daerah di seantero nusantara. Santriwan-santriwati KMI ASSALAM Bangilan Tuban memang berasal dari berbagai wilayah di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan tentu dari berbagai pelosok propinsi di tanah Jawa datang berguru guna mencecap sari ilmu dari Bapak KH. Abd. Moehaimin Tamam sebagai founding fathersnya Pondok Pesantren yang berada di desa Bangilan Kec. Bangilan Kab. Tuban.
Dalam sambutannya pengasuh pondok pesantren ASSALAM Bangilan Tuban KH. Abd. Moehaimin Tamam memamaparkan bahwa pondok pesantren ASSALAM siap menyumbangkan  kader-kader yang ikhlas berbakti untuk kepentingan Negara dan menjadi pilar untuk masa depan Indonesia yang gemilang.
Acara yang digelar setahun sekali ini dihadiri dari berbagai kalangan baik dari masyarakat umum, kaum ulama, dan para pejabat dilingkungan kecamatan Bangilan dan Kabupaten Tuban. Hadir dengan sambutan penuh apresiasi Bupati Tuban Bapak KH. Fathul Huda dengan penuh optimisme beliau menyatakan bahwa pendidikan model pesantren adalah jawaban riil atas problematika bangsa yang semakin komplek. Kegiatan Haflah Akhirussanah yang dihadiri oleh pelawak legendaris H. Syakirun (Kirun) benar-benar menyedot perhatian para pengunjung yang hadir. Dekorasi panggung yang megah, penataan lighting yang berkelas, dan tampilan-tampilan maha karya santri ASSALAM Bangilan mulai dari yang bergenre tradisional maupun modern laksana parade lintas budaya. Pelawak dari Madiun itu tidak menyangka bahwa di pedalaman Tuban terdapat sebuah pesantren yang mampu menggelar event yang berkelas nasional semisal event-event yang di tayangkan di TV nasional semisal RCTI, SCTV, Indosiar dan lain-lain ujarnya.
Acara sejatinya akan dihadiri presiden WCRP (World Conference on Relegion for Peace) bapak KH. Hasyim Muzadi, namun beliau batal hadir dan diwakili oleh istrinya Ibu Hj. Muthmainnah yang juga adik dari pengasuh pondok pesantren ASSALAM Bangilan Tuban. Jwt