Kamis, 05 April 2012

Asal Mula Desa Bate Bangilan


Asal Mula Desa Bate
           
Pada zaman dahulu , ada sebuah pemukiman kecil, pemukiman itu tempat persembunyian para brandal  yang di pimpin  oleh Mluyo kusumo (orang hindu), kemudian datanglah puteri dari china yang  bernama bah tei ia adalah penjual jamu yang mengadu nasibnya di pemukiman itu. Mluyo kusumo memiliki dua hewan gaib yaitu ayam jago dan kuda. Kedua hewan itu sebagai penjaga pemukiman kecil itu ,ayam jago ndan kuda tersebut setiap malam selalu menjaga dan berjalan mengelilingi pemukiman, saat siang ke dua hewan ghaib itu menjadi sebuah batu dan berada di punden .

             Disuatu ketika pada saat ada pencuri mau merampok para berandal yang ada di pemukiman kecil itu bagaikan laut yang sangat dalam bagi para perampok atau pencuri, akhirnya para perampok atau pencuri itu tidak berani mengganggu para berandal. Suatu saat Bah tei menjual jamu di perumahan tersebut, para berandal itu menjadi kuat, sehat, dan tidak ada penyakit yang menyerang di pemukiman itu. Melihat bah tei seperti itu mluyo kusumo mempersunting bah tei. bah tei pun sangat bahagia karena mempunyai suami yang sangat gagah dan pemberani. 

            Pada saat mluyo kusumo dan bah tei merayakan pernikahan itu. pusaka mluyo kusumo (ayam jago dan kuda ) dicuri oleh para perampok dan dikubur di suatu daerah. Tetapi pusaka mluyo kusumo masih kembali ke punden .namun para perampok tersebut mencurinya lagi dan membuangnya di luar pulau jawa, akhirnya pusaka tersebut tidak dapat kembali.

            Dengan tercurinya pusaka tersebut .pemukiman itu sering di teror oleh para perampok, akhirnya bah tei itu takut dan pindah di rondo kuning (Karang Tengah ) dengan kepergian bah tei tersebut menjadi sangat menderita dan dengan kesedihan tersebut, Mluyo kusumo memberi nama pemukiman tersebut sebagai desa BATE (di ambil dari kata bah tei) atau nama istrinya, dan tempat penumbukan jamu yang di jual oleh bah tei sekarang di taruh di punden dan tidak berubah sama sekali bah tei meninggal di rondo kuning dan di semayamkan disana 

‘Inilah cerita yang saya ambil dari hasil wawancara saya dengan teman saya yang asli  bertempat tinggal didesa tersebut . terima kasih

Rabu, 04 April 2012

KEBERADAAN MAKAM PLOSO

KEBERADAAN MAKAM PLOSO

Didusun Soko Desa Medalem kec. Senori sunan Kalijaga lahir di Tuban pada tahun 1950 M dengan nama R. Sahid. Sunan Kalijaga merupakan putra dari seorang adipati Tuban yaitu Tumenggung Walitikto . Beliau dibesarkan dilingkungan Istana dan setelah beliau melakukan pemberontakan dengan mencuri barang-barang upeti di gudang penyimpanan dan membagikannya kepada orang-orang miskin. Kemudain dikenal dengan sebutan berandal Loka Jaya.

Pada suatu hari Sunan Kalijaga melakukan perjalanan jauh, ditengah jalan beliau bertemu dengan seorang kakek tua (Sunan Bonang) yang membawa tongkat dari emas kemudian Sunan Kalijaga pun ingin mengambil tongkat tersebut. Lalu oleh Sunan Bonang, beliau ditunjukan buah aren dari emas, dari situlah akhirnya Sunan Kalijaga ingin menjadi murid dari Sunan Bonang, kemudian Sunan Bonang akan menerimanya sebagai murid asalkan beliau mau menjaga tongkatnya disungai dan tidak boleh meninggalkannya.

Tak terasa waktu sudah berjalan 3 tahun, kemudian Sunan Bonang membangunkan Sunan Kalijogo yang tubuhnya penuh dengan rambut. Dari situlah nama Sunan Kalijaga berasal yaitu Kali artinya sungai dan jaga yang artinya menjaga.

Pada saat Sunan Kalijaga masih menjadi berandal Lokajaya beliau sering singgah di dusun Soko Ds. Medalem. Dan saat penyerbuan Demak ke Majapahit di bawah pimpinan Sunan Kalijaga, soko, medalem juga di gunakan tempat singgah mereka. Jadi di soko, medalem terdapat persinggahan atau napak tilas Sunan Kalijaga yang di tempat itu terdapat 9 pohon ploso yang melambangkan 9 bintang. Bintang yang 5 melambangkan Rosulullah dan 4 sahabatnya sedangkan 4 bintang lainya melambangkan 4 madzab. Itulah tempat tersebut di beri nama makam ploso.

Selain karena Sunan Kalijaga sering singgah ke soko dan medalem makam kedua itu di namakan soko dan medalem, soko berasal dari ( sangking ) yang artinya dari, dan medalem yang berasal dari kata ndalem yang berarti rumah, itulah gambaran sejarah makam ploso di dusun soko desa medalem.

By: siti khotimah

PESAREAN PUNCUL SIDOREJO KENDURUAN


PESAREAN PUNCUL

Puncul merupakan salah satu tempat keramat yang bertempat di desa SIDOREJO kecamatan KENDURUAN. Yang mana di pesarean tersebut terdapat makam-makam para ulama’ besar diantaranya : Makam syaikh Abdurrohman Al-Qayyumi. Beliau adalah tokoh ulama’ dizaman dahulu yang datang dari YAMAN. 
Setelah wafat beliau dimakamkan di tempat tersebut dan banyak kalangan masyarakat datang untuk berziarah dimakam beliau. Setiap setahun sekali diadakan Tahtimul Qur’an dan Haul oleh masyarakat setempat. 
Konon, pernah terjadi suatu kejadian yang sangat menakjubkan yaitu yang dialami oleh seorang Habib yang bernama Salim As-segaf dari Tuban bersama kepala desa Sidorejo. Ketika beliau berziarah dan saat membaca AL-fatihah beliau didatangi sebuah keranjang emas yang gemerlap. Pada mulanya kepala desa tersebut menginginkannya, akan tetapi Habib Salim As-Segaf tidak mengizinkannya dan berkata kepadanya ”Tujuanku datang kesini yaitu untuk berziarah bukan mengambil keranjang emas itu”. Kemudian kepala desa pun mentaati  fatwa beliau. 
Kejadian lain yaitu seperti yang telah dialami oleh masyarakat setempat, ketika ia hendak memburu seekor burung yang berkicauan dipohon-pohon rindang sekitar pesarean tersebut, setelah burung itu terkena senapannya kemudian jatuh dan ia segera membawanya pulang, tidak lama kemudian orang tersebut terkena musibah yaitu mulutnya menceng dan tidak bisa kembali seperti semula.
Menurut orang-orang alim apabila ingin berziarah di pesarean tersebut tujuannya harus benar-benar bersih agar tidak mendatangkan bahaya. Dipesarean itu juga sering dikunjungi orang dari daerah jauh untuk bertapa paling sedikit selama 40 hari dengan tanpa memakan apapun kecuali tanaman – tanaman yang ada disekitar seperti pisang, ketela dsb.
Demikian cerita tentang “PESAREAN PUNCUL”.
Ditulis oleh : UMI SHOLIHAH (5B)