Rabu, 30 Januari 2013

Semua Anak Bisa Sakit


Semua Anak Bisa Sakit

Anak adalah buah hati dan sibiran tulang dari orang tua. Betapa susahnya kita jika anak kita sakit. Seakan ingin kita gantikan rasa sakit tersebut. Namun sakit pada anak khususnya balita memang hal yang wajar. Malah menurut banyak pakar medis, yang namanya anak memang cenderung lebih mudah sakit. Karena sistem kekebalan tubuhnya belum terbentuk sempurna. Namun bagaimanapun orang tua selalu mendambakan anaknya dalam keadaan sehat selalu.

Lantas bagaimana kalau anak yang kita sayangi jatuh sakit . Ada dua pilihan yang harus kita kerjakan. Pertama, kita upayakan melakukan pengobatan sendiri dan kedua, membawa anak ke dokter tentunya.

Menurut Harold S Koplewich penulis buku bertajuk How To Handle Children Diseases, lebih dari 80% gangguan kesehatan anak sebenarnya dapat ditangani di rumah. Itu artinya, kita, orang tua dapat menjadi dokter bagi anak kita saat ia terserang sakit.

Jadi jangan terburu-buru dan panik hingga sedikit-sedikit jika anak sakit kita bawa ke dokter. Selain kita harus repot, kita tentu juga banyak mengeluarkan biaya yang kadang membuat kita harus banyak mengeluarkan uang. Namun kita juga harus membekali diri kita dengan pengetahuan dasar ihwal gangguan kesehatan pada anak, sehingga jika memang diperlukan ke dokter kita bisa mengambil keputusan dengan tepat.  JWT

Rujukan : Peyakit anak usia 2-5thn

Minggu, 27 Januari 2013

Sistem Pembelajaran "Artikulasi"


 ARTIKULASI
Langkah – langkah :
1.      Menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai
2.      Guru menyajikan materi sebagaimana biasa
3.      Untuk mengetahui daya serap siswa, bentuklah kelompok berpasangan dua orang.
4.      Suruhlah seseorang dari pasangan itu menceritakan materi yang baru diterima dari guru dan pasangannya mendengar sambil membuat catatan-catatan kecil, kemudian berganti peran. Begitu juga kelompok lain.
5.      Suruh siswa secara bergantian/diacak menyampaikan hasil wawancaranya dengan teman pasangannya. Sampai sebagian siswa sudah menyampaikan hasil wawancaranya.
6.      Guru mengulangi/menjelaskan kembali materi yang sekirannya belum dipahami siswa.
7.   Kesimpulan

Jumat, 25 Januari 2013

Menjadi Ibu Kreatif


Menjadi Ibu Kreatif

Menjadi Ibu adalah sunnatullah bagi para perempuan. Sebuah fase kehidupan yang seolah mengalir, tampak mudah dilakoni oleh semua perempuan. Kelihatannya setiap perempuan pasti bisa menjadi ibu bagi anak-anaknya, namun kenyataannya tidaklah demikian banyak pula perempuan yang gagal memerankan diri sebagai ibu yang baik dan menjadi Rabbatul Bait yang sukses. Jadi menjadi ibu yang baik tidak tidak sekedar menjadi seorang perempuan, tetapi lebih dari itu ia harus menjadi pembelajar yang baik pula sepanjang hidupnya. Setiap saat, setiap waktu ada pelajaran baru yang harus dipelajari. Untuk itu, ibu dituntut kreatif, terlebih memang tidak ada sekolah khusus untuk bagi peran ibu.

Berikut beberapa tips yang akan meningkatkan jiwa kreatif :

1.      Mencoba hal-hal baru
جرّب ولاحظ تكن عارفا
“Coba dan perhatikan maka kamu akan tahu”

Dalam hal apapun kita harus mencoba asal itu positif, jangan pernah takut salah karena mencoba hal baru,  karena takut salah itu sendiri sudah salah. Jadi seorang ibu harus selalu mengeksplore sesuatu yang baru, mulai dari resep masakan, mendesain interior rumah, menempatkan perabot rumah dan hal-hal lain yang bermanfaat.

2.      Terus belajar
Seorang ibu tidak ada kata berhenti untuk belajar, mulai dari mengamati, membaca buku, browsing internet dan belajar dari pengalaman tentunya. Niatkan semua aktivitas kita untuk belajar agar bernilai ibadah dan berpahala insyallah. Karena belajar berarti menjalankan sebuah kewajiban dari lisan Rosul yang mulia. Rosululloh bersabda :
طلب العلم فريضة على كلّ مسلم ومسلمة

“Menuntut ilmu itu wajib bagi kaum muslim dan muslimah”

3.      Sharing dengan orang-orang kreatif
سوء الخلق يعدي
“Akhlag yang jelek itu menular”

Kebiasaan, karakter, bahkan nasib seseorang itu menular oleh karena itu berhati-hatilah dalam memilih dan memilah kawan. Dalam syair pujian yang sering kita dengar di mushola-mushola kampong kita juga menekankan agar kita memilih teman yang baik, “Wong kang sholeh kumpulono”. Jadi pilihlah teman dan lingkungan yang mendukung kita untuk kreatif dan menjadi baik.

4.      Ciptakan suasana kondusif
Rumah yang nyaman akan mendatangkan kesenangan bagi penghuninya oleh karena itu ciptakan suasana yang kondusif dan menyenangkan agar seluruh anggota keluarga merasa betah dan fress ketika berada dirumah. Bukankah Nabi kita juga mengajarkan demikian ?

بيتي جنّتي ....  Rumahku adalah surgaku