Rabu, 30 Mei 2012

Kungkang Hidup Menggantung Terbalik


Kungkang makan, tidur, kawin, melahirkan anak, dan mati dengan cara yang sama-menggantung terbalik di pohon.  Kungkang berpegang pada dahan pohon dengan cakarnya dan merangkak pelan sekali sehingga kelihatannya binatang ini tidak bergerak. Kenyataannya, kungkang tidur selama kurang lebih 17 jam setiap harinya. Binatang ini menghabiskan sisa waktunya untuk mencari-dengan sangat lambat-daun-daun untuk dimakan.

Minggu, 27 Mei 2012

Beri Kesempatan Ekspresi diri melalui gambar

Mengapa ?
Kepribadian anak akan tercermin jelas ketika dia menggambar dan mewarnai. Orang tua bisa membina pertumbuhan kreativitas anak melalui kegiatan menggambar.

Bagaimana ?
- Ciptakan suasana kebebasan. Jangan mendikte anak mengenai apa yang harus dia gambar, warna apa yang harus dia pakai. Biarkan anak bereksperimen dengan krayon, spidol, cat warna atau bahan-bahan lain. Biarkan anak pula bereksperimen dengan bentuk, tema, serta warna. Suasana yang bebas akan membantu anak merasa aman dan tidak terancam. Dalam suasana seperti ini, kreativitas dan imajinasi akan berkembang dan tumbuh subur.
- Hargai hasil kreasi anak. Beri pujian walaupun gambarnya tidak sesuai dengan harapan anda.

Sabtu, 26 Mei 2012

Nenek Pencari Kayu Disekitar Waduk Lodan

Nenek Pencari Kayu Walikukun
Masyarakat sekitar waduk Lodan mayoritas penduduknya adalah petani. Selain itu ada juga yang nyambi sebagai pencari kayu di hutan seberang. Saya katakan seberang karena memang hutannya berada di seberang waduk yang lumayan luas itu. Untuk mencapai hutan penduduk sekitar menggunakan perahu jukung dan beberapa gethek (rakit dari bambu).

Kemarin (Jum'at, 25/5/2012) ketika saya dan teman-teman liburan di sana ketepatan saya sempat mengobrol dengan dua orang nenek-nenek yang sedang membawa segendong kayu. Diatas perahu yang ditumpanginya si nenek bercerita bahwa kayu itu dijual seharga Rp 15.000,- kepada pengepul yang mencari kayu sebesar tongkat anak pramuka digunakan untuk cagak (penyangga) tanaman melon. Tak menyangka ternyata kayu segendongan nenek itu beratnya luar biasa. Saya sendiri tidak kuat untuk mengangkatnya sendirian. Selain kayunya masih basah ternyata kayu tersebut adalah jenis kayu walikukun yang terkenal berat dibandingkan dengan kayu jenis lainnya.
Saya heran dengan tenaga nenek-nenek tua tersebut. Walau dengan susah payah menggendongnya kayu itu pun naik di atas tubuhnya yang renta. Dengan terseok si nenek membawa kayu itu pulang. Demi sesuap nasi kadang seseorang memang mampu melakukan hal-hal yang diluar batas kemampuannya. Atau bahkan mungkin terpaksa dilakukan karena tidak ada pilihan yang lebih baik dari hal tersebut.