Senin, 04 Oktober 2021

Kenang-kenangkanlah

Kenang-kenangkanlah
Oleh: Joyo Juwoto

Kenang-kenangkanlah duhai kekasih
Benang cinta yang kita rajut bersama
Merenda lembar demi lembar kain kehidupan
Dari waktu ke waktu

Kenang-kenanglah duhai kekasih
Selaksa rindu yang kita ramu selalu menggebu
Menggetarkan dada diantara kita
Bergelora membakar asmaragama

Kenang-kenangkanlah duhai cinta
Saat nyanyian cinta kita  nyaring melengking
Bagai seruling ditiup sang gembala pulang di senjakala

Kenang-kenangkanlah duhai pujaan jiwa
Betapa cinta yang kita pintal di setiap putaran masa
Telah menjelma menjadi sejuta asa

Kekasih
Hidup adalah misteri yang kadang tak pernah kita mengerti, sebagaimana pertemuan kita dalam altar suci-Nya

Membangun biduk rumah tangga
Mengarungi ganasnya samudera kehidupan
Dan pada saatnya kita akan berlabuh di dermaga penantian

Tuban, 4/10/21

Sabtu, 02 Oktober 2021

Aku adalah Kehampaan

 


Aku adalah Kehampaan

 

 

Aku adalah butiran debu

Aku adalah kerikil dan batu

 

Aku adalah angin

Aku adalah air

Aku adalah api

 

Aku adalah langit

Aku adalah bumi

 

Aku adalah lautan

Aku adalah gunung-gunung

 

Aku adalah sungai

Aku adalah telaga


Aku adalah kehampaan

Aku adalah kefanaan

Aku adalah kekosongan

Aku adalah ke-Akuan

Diri-Ku yang sejati


Bangilan, 2/10/21

Jumat, 01 Oktober 2021

Menepi Berkawan Sepi

Menepi Berkawan Sepi
Oleh: Joyo Juwoto

Pada suatu senja, saat temaram mulai mulai menghunjam
Kau terhuyung diterpa angin laut utara

Matahari memerah darah di ujung lazuardi 
Pedih perih jiwamu bagai butiran pasir dilanda hempasan gelombang pasang 

Kau termenung di bawah langit yang menggulung mendung
Kalut bergelayut menghitam pada cakrawala kelam

Kepada laut kau tumpahkan semudra resah
Kepada ombak kau hempaskan segala gundah

Kepada camar-camar kau titipkan secuil kerinduan entah tentang apa pada sayapnya yang melayang ke angkasa

Kepada karang kau berharap ketegarannya, dalam setiap terjangan badai yang menggoncang 

Kepada pasir-pasir kau mengadu tentang segala kerinduanmu yang berakhir menjadi debu

Kepada angin yang berhembus sepoi-sepoi
Kau merenungi kesunyian hati

Kepada cemara yang melambai, kau munajatkan cinta yang dihempas badai

Kepada hati yang sunyi
Kau menepi, menyepi
Berkawan sepi


Senjakala, 22/09/21