Minggu, 07 Oktober 2018

Tuhan Kapan Engkau Memanggilku?


Pic. by google.com
Tuhan Kapan Engkau Memanggilku?
Oleh: Joyo Juwoto

Tuhan, kapan engkau memanggilku?
Dengan panggilan Rahman-Rahim-Mu bukan kemurkaan

Tuhan, kapan engkau memanggilku?
Dengan panggilan Maghfiroh-Mu bukan ancaman

Aku tak akan mampu menolak apapun dari-Mu
Segala daya dan upaya 

Hanyalah semata dari Engkau jua
Dan bagaimana mungkin aku bisa selamat melewati gerbang kefanaan

Menuju alam keabadian
Tanpa maunah dan taufiq-Mu

Tuhan

Dalam lirih aku berusaha bertasbih
Memanggil asma-asma-Mu

Tuhan 

Aku rindu menunggu panggilan-Mu
Sebagaimana engkau memanggil orang-orang yang Engkau ridhoi

Yaa ayyatuhan nafsul Muthmainah
Irji'ii ilaa Rabbiki raadhiyatan mardhiyyatan

Bangilan, 7-10-18

Rabu, 03 Oktober 2018

Hamba Menghiba di Keharibaan-Mu

Pic. by google.com
Hamba menghiba di Keharibaan-Mu
Oleh: Joyo Juwoto


Berjalan di jalan-jalan terjal penuh onak duri
Menyusuri labirin waktu yang semu
Tersesat dalam kabut duka nan nestapa]

Perjalanan ini penuh luka
Bermandi darah dan air mata
Mencari shirathol Mustaqim yang entah di mana

Bunga-bunga berguguran di sepanjang jalan
Mewangi memenuhi rongga hati
Tak ketinggalan debu-debu berhamburan

Menelan wajah-wajah lelah
Perjalanan panjang yang entah di mana garis ujungnya
Di bawah panas bara yang membakar telapak kaki

Adakah secauk air yang menghapuskan dahaga ini?
Atau di manakah telaga salsabil penyembuh segala luka dan dahaga?

Hanya harapan pada-Mu yang menguatkan langkahku
Hanya pelukan hangat-Mu yang mengokohkan perjalanan

Jika saatnya nanti aku kembali
Terima daku dengan segala rindu

Jika saatnya nanti aku datang mengetuk pintu-Mu
Bawa daku bersujud di altar suci-Mu

Duhai Tuhan
Hamba terjatuh
Hamba bersimpuh

Hamba yang hina menghiba
Di keharibaan-Mu

Terimalah hambamu ini
Dalam samudera rahman dan rahim-Mu

Tuhan
Rengkuh raga dan jiwaku dalam Maghfiroh-Mu

Bangilan, 3/10/18

Tuhan Peluk Aku

Pic. by google.com
Tuhan Peluk Aku
Oleh: Joyo Juwoto

Tuhan
Samuderakan hatiku
Agar mampu menampung segala asa asin garam kehidupan

Tuhan
Kosongkanlah ruang jiwaku
Agar panah-panah resah tak mampu menyentuh dan melukaiku

Tuhan
Ruhanikan segala rasa duniawi
Agar tidak ada rasa kepemilikan terhadap dunia

Tuhan peluk dan renggut
Jiwa ragaku

Hancur dan leburkan
Ego serta keakuanku

Bakarlah diriku dalam kobaran api cinta-Mu

Tuhan
Al-Ahadu, al-Ahadu, al-Wakhidu
...
Tuhan
Satukan aku dalam kesatuan-Mu

Bangilan, 3/10/18