Rabu, 05 November 2014

Tentang Ziarah Kubur

Tiap daerah atau desa biasanya memiliki pepunden yang menjadi cikal bakal atau yang babat wilayah tersebut. Biasanya masyarakat masih terus berhubungan dengan pepunden mereka dengan berbagai cara dan ritual. Selain itu juga sebagai sarana untuk menghormati nenek moyang dan menjalin harmoni kehidupan dengan alam sekitar.

Hal ikhwal semacam ini memang berada di garis yang tipis antara yang menentang dan membolehkan ritual penghormatan kepada nenek moyang. Seiring dengan berkembangnya agama Islam kegiatan penghormatan kepada nenek moyang telah mengalami akulturasi budaya dan disesuaikan dengan nilai-nilai yang lebih Islamis, walau hal ini ternyata juga belum mampu menghapus garis pertentangan itu.

Dalam ajaran Islam memang Rosulullah pernah melarang untuk berziarah kubur, ini berlaku ketika keimanan masyarakat kala itu belum mapan. Namun akhirnya Rosulullah membolehkan ziarah kubur bahkan beliau menganjurkan karena ziarah kubur bisa menjadi wasilah dan nasehat tentang kematian bagi orang-orang yang masih hidup. Rosulullah bersabda : “Aku pernah melarang kalian untuk berziarah kubur, maka ziarahilah (sekarang)! Karena sesungguhnya ziarah kubur dapat mengingatkan kalian akan kematian.” (HR Muslim dari Abu Buraidah).

Jadi menurut saya sangat jelas dan gamblang bahwa ziarah kubur baik secara individu, kelompok, maupun ziarah kubur yang dikemas model haul atau model wisata religi tidak menyalahi aturan dan sunnah dari kanjeng Nabi Muhammad SAW.

Semoga apa yang kita pikirkan, yang kita perbuat dan kita amalkan mendapat ridlo dan maunah dari Allah SWT. Amien. Jwt.

Selasa, 28 Oktober 2014

Komunitas Infaq Kita dan Santri PP. ASSALAM Bangilan Tuban Berbagi Kebahagiaan di Awal Tahun baru 1436 H

BERBAGI KEBAHAGIAN DI AWAL TAHUN BARU HIJRIYAH

            Jika kita mau mencoba melirik sedikit saja pada kaca kehidupan, pasti kita akan mengetahui bagaimana yang terjadi atas semua ciptaan ilahi di bumi ini. Warna hitam dan putih nampaknya telah menjembatani segala misteri dalam lika liku yang seakan – akan telah menari – nari dalam setiap rongga jiwa dan sanubari. Ya!  keduanya menuaikan pada kita akan adanya perbedaan, perbedaan yang menyelimuti pandangan setiap insan. Dan sudah tentu itu adalah perbedaan yang telah digariskan oleh tuhan yang dirajut dengan sejuta maksud dan tujuan.
                Tak lain halnya perbedaan ini, yakni perbedaan yang sering kali dianggap sebagai penentu sebuah harga diri,’’ perbedaan dari segi materi’’, jelasnya status si kaya dan si miskin. Memang secara kasat mata materi adalah the basic of live, tapi pada hakikatnya tidak!  karna yang dinilai dan bernilai di mata Allah SWT adalah ketakwaan hati.

                Oleh karnanya, berdasarkan hal tersebut diatas, kami dari “ komunitas @ infaq kita ” mengadakan kegi
atan bakti sosial pada tanggal 1 Muharrah 1436 H ini, dengan harapan ditahun yang baru ini kita bisa memiliki tingkat ketakwaan yang baru, yang diawali dengan hidup berbagi dengan sesama makhluk ilahi, berikut cerita selengkapnya.........!!!
                Desa Bangilan adalah desa yang telah dikelilingi bangunan yang bertingkat  akan tetapi jika kita melihat lebih dalam banyak sekali masyarakat yang dijajah oleh kemiskinan. Dan salah satu senjata ampuh untuk mengatasi hal tersebut ialah dengan BAKSOS (bakti sosial).

                Dengan adanya program BAKSOS ( bakti sosial ) program BAKSOS tersebut berawal dari sharing biasa antara wali kelas dengan murid – muridnya, yaitu kelas 6a kmi KMI ASSALAM tahun ajaran 2014/2015 dengan walinya Ustd. Juwoto. Kesemuanya itu berasal dari sekedar cerita menjadi nyata. Obrolan dan keinginan untuk berbagi akhirnya terealisasikan dengan   persiapan – persiapan yang telah kami mulai pada tanggal 30 Dzulhijjah 1435 H, kami bersama – sama membeli beras, dan berbagai macam sembako seperti minyak dan mie. Kemudian dibungkus sebanya 20 kantong pelastik dan kantong sembako tersebut kami bagikan kepada penduduk yang kurang mampu di sekitar P. P. ASSALAM yang sebelumnya telah kami survei keberadaannya yaitu di dusun Ngrayung dan sekitarnya. Proses pembagian kami laksanakan tapat pada tanggal 1 Muharram 1436 H/25 Oktober 2014. Dan pembagian sembako ini kami laksanakan mulai pukul 10.00 WIB sampai salat Dzhuhur tiba.


     Alhamdulillah kegiatan ini dapat terlaksana dengan lancar, meski rasa letih dan lesu sempat menebas badan ini seiring dengan panasnya terik mentari di siang hari namun demikian, hal itu memberi kita sepucuk surat arti kehidupan yang terbaca dari kehidupan orang lain yang memotifasi kita agar selalu bersyukur atas segala bunga kenikmatan yang hakikatnya telah Allah tanamkan pada masing – masing ciptaan.

                Kawan ! dengan ini, mari kita selalu tahaduts bini’mat dan berbagi kepada sesama karna Allah berfirman
لإن شكرتم لأزيدنكم ولإن كفرتم ان عذابي لشديد

Demikian cuplikan dari komunitas @infaq kita kelas 6a KMI ASSALAM

Jumat, 24 Oktober 2014

Doa akhir tahun dan awal tahun 1436 H

Jangan lupa ya....!!!!!!  hari ini habis Sholat 'Asyar baca Do'a Akhir tahun...!!! dan abis Sholat Maghrib baca Do'a Awwal Tahun...!!!  Kami sekeluarga mengucapakan "Selamat Tahun Baru 1436 H" semoga 'Amaliyah kita lebih baik dari tahun yg kemarin. Aamiin Allohumma Aamiin...........................................DOA AKHIR TAHUN :
وَصَلَّى الله ُعَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ ، اللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ فِيْ هَذِهِ السَّنَةِ مِمَّا نَهَيْتَنِيْ عَنْهُ فَلَمْ أَتُبْ مِنْهُ وَلَمْ تَرْضَهُ وَلَمْ تَنْسَهُ وَحَلُمْتَ عَلَيَّ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِيْ وَدَعَوْتَنِيْ إِلَى التَّوْبَةِ مِنْهُ بَعْدَ جُرْأَتِيْ عَلَى مَعْصِيَّتِكَ ، فَإِنِّيْ أَسْتَغْفِرُكَ فَاغْفِرْ لِيْ . وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَاهُ وَوَعَدْتَنِيْ عَلَيْهِ الثَّوَابَ ، فَأَسْئَلُكَ اللَّهُمَّ يَا كَرِيْمُ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ أَنْ تَتَقَبَّلَهُ مِنِّيْ وَلاَ تَقْطَعْ رَجَائِيْ مِنْكَ يَا كَرِيْمُ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ .  3x
DOA AWAL TAHUN :
وَصَلَّى الله ُعَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ ، اللَّهُمَّ أَنْتَ اْلأَبَدِيُّ الْقَدِيْمُ اْلأَوَّلُ، وَعَلَى فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ وَجُوْدِكَ الْمُعَوَّلِ، وَهَذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ نَسْئَلُكَ الْعِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَآئِهِ وَجُنُوْدِهِ، وَالْعَوْنَ عَلَىi هَذِهِ النَّفْسِ اْلأَمَّـارَةُ بِالسُّوْءِ وَاْلإِسْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى، يَا ذَا الْجَلاَلِ وَ اْلإِكْرَامِ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. وَصَلَّى الله ُعَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصَحْابِهِ وَسَلَّم. Dari WA IKPAَ