Minggu, 21 Agustus 2022

Menepi Berkawan Sepi

Menepi Berkawan Sepi

Oleh: Joyo Juwoto

 

 

Pada suatu senja, saat temaram mulai mulai menghunjam

Kau terhuyung diterpa angin laut utara

 

Matahari memerah darah di ujung lazuardi 

Pedih perih jiwamu bagai butiran pasir dilanda hempasan gelombang pasang 

 

Kau termenung di bawah langit yang menggulung mendung

Kalut bergelayut menghitam pada cakrawala kelam

 

Kepada laut kau tumpahkan semudra resah

Kepada ombak kau hempaskan segala gundah

 

Kepada camar-camar kau titipkan secuil kerinduan entah tentang apa, pada sayapnya yang melayang ke angkasa

 

Kepada karang kau berharap ketegarannya, dalam setiap terjangan badai yang menggoncang 

 

Kepada pasir-pasir kau mengadu tentang segala kerinduanmu yang berakhir menjadi debu

 

Kepada angin yang berhembus sepoi-sepoi

Kau merenungi kesunyian hati

 

Kepada cemara yang melambai, kau munajatkan cinta yang dihempas badai

 

Kepada hati yang sunyi

Kau menepi, menyepi

Berkawan sepi

 

Senjakala, 22/09/21


Selasa, 26 Juli 2022

Hikayat Senyuman

Hikayat Senyuman
Oleh: Joyo Juwoto

Pendar matamu adalah cahaya
Yang menembus di relung jiwa
Selarik senyummu  adalah misteri
Di garis temaram yang sepi

Kau adalah bait puisi
Yang tak pernah usai kueja
Kau adalah sajak
Yang mengalir dalam labirin rasa

Aku jelajahi lembah jiwamu
Menakar kedalaman rahasia dalam hikayat Senyummu

Aku susuri sungai-sungai di lubuk hatimu
Menafsir bening mata air air matamu

Jiwa ragamu adalah misteri semesta raya
Yang maujud dalam Hawa
Sedang aku adalah Adam
Yang kesepian menunggu titah Tuhan
Dalam sabda Kun-Nya

Tuban, 03 Juli 2019

Seraut Wajah Tuhan

Seraut Wajah Tuhan
Oleh: Joyo Juwoto

Aku melihat Tuhan
pada keindahan  seraut wajahmu

Aku melihat kemurahan Tuhan
pada senyummu yang menawan

Memandangmu duhai sang kekasih
laksana bermandikan cahaya seribu purnama

Seulas senyummu wahai sang pujaan
bagai mata air yang menyejukkan

Gelombang cintamu
Menjelma menjadi badai rindu
Yang menenggelamkan jiwa ragaku

Duhai sang Kekasih
Duhai sang pujaan
Aku terbenam
dalam samudera kerohman-rohim-Mu

*Bangilan Pada Senja Hari, 09/07/19