Senin, 30 Mei 2011

Berdzikir kepada Allah

'LIKULLI SYAI-IN SHOQOOLAH, WA SHOQOOLATUL QOLBI DZIKRULLOH'..Tiap segala sesuatu itu ada pembersihnya, dan pembersih hati adalah dzikrulloh..
Sudah selayaknya seorang muslim mengorentasikan hidupnya hanya untuk dzikir kepada Allah. Seluruh hidupnya adalah dzikir, tiap detak jantungnya adalah dzikir, tiap hembusan nafasnya adalah dzikir, berdirinya, duduknya, diamnya, tidurnya senantiasa berdzikir kepada Allah. Siangnya dzikir malamnya dzikir, seluruh semesta diwarnai dengan dzikir, seorang muslim lisannya selalu basah karena dzikir kepada Allah, sebagaimana yang disabdakan Rosululloh : LA YAZAALU LISAANUKA RADBAN MIN DZIKRILLAH, itulah profil seorang muslim, berdzikir dengan khusyu', rendah diri dihadapan Tuhan, penuh cinta dan harap akan karuniaNYA. JWT

TAKUT KEPADA ALLAH

WA IYYAAYA FARHABUUN..'dan hanya kepada-Ku kamu harus takut (tunduk). 2:40.
Takut kepada Allah adalah kewajiban bagi seorang mu'min, rasa takut akan siksa, rasa takut akan ancaman Allah, rasa takut kepada hisab yang buruk, kesemuanya akan menjadi salah satu daya pengontrol bagi kehidupan seorang muslim.
Banyak sekali ayat al Qur'an yang menjelaskan akan dahsyatnya siksaan Allah di hari akhir, hal ini dimaksudkan agar kita selalu ingat, waspada, dan berhati-hati dalam bertindak, lebih dari itu seharusnya ketika asma Allah disebut hati kita bergetar karena takut kepadaNYA. 'INNAMAL MU'MINUUNA ALLADZIINA IDZA DZUKIRALLAH WAJILAT QULUUBUHUM'..
Rasa takut kepada Allah menjadi tiket seorang mu'min untuk mendapatkan perlindungan Allah kelak di yaumil qiyamah. Rosululloh saw bersabda : Ada tujuh golongan yang akan dinaungi Allah di bawah naunganNYA, pada hari yang tidak ada naungan kecuali naunganNYA, yaitu : pemimpin yang adil, pemuda yang senantiasa beribadah kepada Allah, dua orang saling mencintai karena Allah, keduanya berkumpul dan berpisah karena Allah, seorang lelaki yang diajak seorang perempuan cantik dan berkedudukan untuk berzina tetapi dia berkata 'aku TAKUT KEPADA ALLAH', orang yang sedekah tetapi ia merahasiakannya seakan-akan tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diberikan oleh tangan kanannya, dan seorang yang mengingat Allah di waktu sunyi sehingga bercucuran air matanya. (muttafaq 'alaih).
Oleh sebab itu marilah selalu mengingat kebesaran Allah agar hati kita selalu takut kepadaNYA. Wa LIMAN KHOOFA MAQOOMA RABBIHI JANNATAANI..amien. Jwt

Minggu, 29 Mei 2011

Menjadi orang yang banyak berdoa

'AD-DU'AA-U HUWA AL IBADATU' doa adalah ibadah..
Begitulah istimewanya sebuah doa, bahkan oleh Nabi doa tidak sekedar dimaknai sebagai permintaan hamba kepada Tuhannya, tapi lebih dari itu, doa adalah wujud ketaatan dan keridhaan hamba kepada sang Khaliq. Allah sendiri pun menjamin doa seorang hamba akan dikabulkanNYA sebagaimana dalam surat al-Mu'min ayat 60 : UD-'UUNII ASTAJIB LAKUM, berdoalah kepadaKU, niscaya akan AKU perkenankan bagimu. Lalu dimana kesalahannya ketika seseorang sudah merasa banyak berdoa tetapi doanya tidak makbul? Untuk itu hendaknya kita mengikuti syariat Nabi ketika berdoa.
Nabi adalah orang yang berdoa disegala keadaan, baik kala susah maupun senang, beliau selalu mengulang doanya sebanyak tiga kali, beliau mengawali doa dengan Pujian kepada Allah, menghadap kiblat, dalam keadaan suci, memilih waktu mustajabah dan yang terpenting adalah keyakinan bahwa doa kita akan dikabulkan oleh Allah swt. Oleh karena itu ASYRIKNAA YA AKHII FI DU'AA-IKA, Sertakan kami wahai saudaraku dalam setiap doamu...jwt