Rabu, 23 Desember 2015

Apa kabarmu Wahai Indonesiaku ?

http://tki-belajar-berkarya.blogspot.co.id/
Apa kabarmu Wahai Indonesiaku ?

Pagi yang sendu
Apa Kabarmu Wahai Indonesiaku ?
Apakah rakyatmu masih bisa tersenyum
Ketika hutan-hutanmu terbakar terkapar
di jarah cukong-cukong berwajah sangar

Siang yang kelabu
Apa kabarmu Wahai Indonesiaku ?
Apakah rakyatmu masih bisa tertawa
Ketika langit-langitmu dipenuhi asap dan debu
Dari kobaran api keserakahan

Sore yang membisu
Apa kabarmu Wahai Indonesiaku ?
Apakah rakyatmu bisa menikmati sisa senja
Ketika bumimu ramai-ramai diperkosa
Tanpa syahwat dan cinta

Malam yang kelam
Apa kabarmu Wahai Indonesiaku ?
Apakah rakyatmu masih bisa tidur nyenyak
Ketika selimut atmosfirmu koyak moyak
Tersayat cadas gedung-gedung yang meranggas

Wahai Indonesiaku
Do'aku semoga
Pagimu...
Siangmu...
Soremu...
Malammu...
Damai selalu

Bangilan, 23/12/2015



Sabtu, 12 Desember 2015

Senja di Matamu

Senja di Matamu

Aku temukan keteduhan senja di matamu
Yang mengalirkan derai-derai rindu
Pada aliran sungai nadi darahku

Aku temukan cemerlang senja di ujung senyummu
Yang membangkitkan debur-debur cinta
Pada kedalaman palung jiwaku

Aku temukan kebekuan senja di bibirmu
Yang memaku- paku langkahku
Pada untaian bukit-bukit tulang belulangku

Aku temukan misteri senja yang terurai di rambutmu
Yang mengabadikan kesyahduan
Pada setiap mantra-mantra cintaku

Aku temukan senjamu
Pada senjaku
Di ujung sujudku
pada-Mu.


Bangilan, 11 Desember 2015



Jumat, 11 Desember 2015

Sihir Senja

Sihir Senja

Senja
Temaram senja di ujung cakrawala
Menebar pendar indah suasana
Sungai-sungai menggenang tenang
Bukit-bukit diam terpaku beku
Angin sore mengalun merdu
Membacakan mantra –mantra semesta
Di ceruk senjamu yang jingga

Pada suatu senja yang ceria
Aku menunggumu
Di puncak rindu

Pada  gembala yang pulang kandang
Pada seruling yang melengking
Pada Kerbau-kerbau dan sapi
yang mandi di kali

Pada suatu senja yang syahdu
Kutitipkan rinduku
Pada  ujung senjamu

Pada suatu Senja  yang bisu
Senyum senjamu menyihirku


Bangilan, 11 Desember 2015