Tidak ada yang menyangka kalau langit yang semula cerah tiba-tiba berubah menjadi gelap. Siang itu mendung tebal menyelimuti wilayah barat ibukota Majapahit. Kilat disertai suara petir menyambar-nyambar bagaikan seekor naga sedang mencari mangsa.
Benar-benar cuaca yang sulit diduga, seperti sulitnya keadaan Majapahit saat itu. Memang kerajaan itu sedang mengalami ujian besar, seiring masa pemerintahan Raja Brawijaya pamungkas yang lesu, kacau dan bahkan seringkali mencekam (Akhir abad ke-15).
Hari masih siang, ketika hujan mulai turun. Bersamaan dengan itu dua bayangan berkelebat dari satu tempat ke tempat lain. Tidak jauh di belakang mereka puluhan prajurit berlarian mengejar sambil berteriak-teriak saling memberi semangat.
“Tangkap, ayo tangkap tamu tak diundang itu !!”
“Ayo kejar terus ….!”


