Selasa, 03 April 2012

ASAL MULA LEGENDA NGLIRIP

ASAL  MULA LEGENDA NGLIRIP

Legenda nglirip berawal dari pertemuan salah satu adipati Tuban dizaman sebelum kerajaan Majapahit. Kala itu sang adipati terpesona melihat kecantikan perawan desa anak dari tokoh sakti di desa Mulya Agung. Perawan tersebut akhirnya di pinang dan dijadikan istri kesekian dari adipati meski menjadi istri adipati namun anak perawan tersebut tak mau  diboyong ke pondopo kadipaten.

Sang anak tersebut memiliki kekasih dari rakyat jelata, tapi hubungan asmaranya ditentang ibu maupun ayahnya sang putri akhirnya pergi dari rumah. Setelah mengetahui kekasihnya konon bernama  JOKO LELONO    tewas dibunuh prajurit kadipaten atas perintah ayahnya.

Sang putri akhirnya bertapa disalah satu goa dibalik air terjun ditengah hutan air terjun nglirip putri yang patah hati ini menutup diri menolak ditemui siapapun. hingga kini sesekali sang putri  muncul ditengah untuk mengambil air didasar air terjun nglirip.

Putri bertapa itu disebut putri nglirip maka ia kecewa kalau ada orang bercumbu rayu disekitar air terjun. Warga menyakini putri nglirip akan marah jika rumahnya disekitar rumah yaitu air terjun dipakai untuk pacaran
Secara kasat mata air terjun nglirip mengundang pesona, akan tetapi sebaliknya ada tradisi melegenda yang masih melekat pada warga setempat, yaitu Nglirip menyimpan  pantangan untuk dijadikan tempat pacaran oleh sepasang sejoli yang tengah mabuk asmara apalagi sepasang pengantin baru.

Mungkin secara ekstrim bila sudah bosan dengan pacar tanpa sebab dan ingin segera memutus hubungannya, maka boleh dicoba untuk mengajaknya bermain di Nglirip. Begitu kepercayaan masyarakat setempat.


Dan diyakini warga setempat  sang putri  yang patah hati  tetap melajang hingga sekarang. Dan konon karena kesaktiannya Sang Putri tersebut sekarang berpindah  alam.

SENDANG ARUM NGANTINGAN BANJARWORO BANGILAN


SENDANG ARUM  NGANTINGAN BANJARWORO BANGILAN

Pada zaman dahulu kala disebuah desa  yang bernama  Banjarworo terdapat SEBUAH dusun yang bernama punggur dan ngantingan, Dulu ada seorang putri yang bernama putri Arum. Ia tinggal bersama ayahnya karena ibunya sudah lama meninggal . 
Ayahnya berniat menjodohkannya dengan seorang putra raja tetapi ia tidak mau karena ia sudah memiliki seorang kekasih, karena tidak mau ia pergi dari istana dan ia menuju kesebuah tempat disana ia menangis sampai matanya bengkak, ia berpikir dari pada ia menangis lebih ia menemui kekasihnya, setelah ia pergi menemui kekasihnya akhirnya kekasihnya  iba kepadanya dan memutuskan untuk ikut dengannya. Meraka berdua pergi kesebuah tempat yang mana tempat itu menjadi persinggahan mereka, kemudian  mereka memutuskan untuk tinggal disana .
Tetapi karna si putri tak bisa melupakan kehendak ayahnya  ia terus menangis dan tetes air matanya membentuk  dua genangan air sampai genangan kedua air itu dinamakan SENDANG. Dan kemudian anting dari putri hilang dan disitulah dinamakan desa NGANTINGAN karena diambil dari anting putri yang hilang. Setelah mereka kesal meratapi nasib mereka, mereka berdua memutuskan untuk terjun kesendang itu dan disamping sendang tumbuhlah dua pohon besar kedua pohon itu di perkirakan jelmaan dari Putri Arum dan kekasihnya, sampai sekarang tempat itu dinamakan SENDANG ARUM NGANTINGAN.
Demikian cerita dari saya apabila ada kesalahan dalam penulisan mohon dimaklumi.

                        TERIMA KASIH DAN SELAMAT MEMBACA

  BY : FITRI NUR AFITA


                                                                                                                            

ASAL MULA DESA PULUT BANGILAN


ASAL MULA DESA PULUT
Dahulu kala, desa Bangilan adalah salah satu daerah yang dijajah oleh Belanda.
Pada saat itu Belanda sangat antusias sekali untuk menjajah bangilan, dan pada saat itu Belanda menuju ke arah barat yang mana daerah tersebut terkenal dengan Pohon Nangkanya.
Penduduknya pun masih sedikit. Sehingga belanda pun merasa leluasa untuk menjajah desa itu. Awalnya belanda menggunakan cara halus untuk menyerang mereka, akan tetapi lama kelamaan mereka pun menggunakan cara kasar. Akhirnya masyarakat pun mulai menyadari kalau mereka telah dimanfaatkan oleh bangsa belanda.  Mereka pun mencari ide bagaimana caranya untuk mengusir belanda dari desa mereka.