Senin, 21 Agustus 2017

Epistemologi Jomblo Revolusioner

Epistemologi Jomblo Revolusioner
Oleh : Joyo Juwoto

Jomblo Revolusioner adalah sebuah judul buku yang ditulis oleh sesepuh literasi di Tuban, Mas Amrullah AM atau lebih akrab dipanggil oleh kawan-kawannya sebagai Mas Aam. Bukunya mas Aam, ini diterbitkan oleh penerbit epistemic Jogja sekitar bulan September 2016.

Saya merasa senang sekaligus bangga gaung literasi di bumi Wali, yang salah satunya dibibitkan oleh Mas Aam dan kawan-kawan di Gerakan Tuban Menulis (GTM) mulai bersemai. Salah satunya dibuktikan dengan lahirnya buku bercover putih, dengan sampul foto tertawa renyah dari penulisnya, Jomblo Revolusioner.

Perlu saya singgung di sini, awal ketertarikan saya untuk menulis dan menerbitkan buku dimulai saat Mas Mutholibin yang sebelas dua belas dengan Mas Aam dalam dunia literasi datang ke madrasah saya mengirimkan proposal pelatihan menulis dari GTM. Pas ketepatan saya ketemu dengan beliaunya. Jodoh memang tidak akan lari kemana, saya yang sejak dalam pikiran memang menyenangi dunia tulis menulis akhirnya ketemu dengan jodoh saya.

Dari undangan itu, saya bersama dengan dua santri hadir mengikuti pelatihan yang diadakan di Sanggar Belajar UPTD Kab. Tuban. Pada momentum itulah akhirnya saya bertemu dengan pemateri kondang , ada Pak Ngainun Naim, Mas Anas AG, dan  mbak Ditta Hakha penulis dari Bojonegoro, sayang saya kehilangan kontak penulis ketiga, Mbak Ditta.

Singkat cerita saya mulai agak rajin menulis karena pengaruh dan berkah dari penulis buku Jomblo Revolusioner ini. Alhamdulillah pertemuan yang mawaddah, wa rahmah nan barakah, sehingga saya ketularan menulis buku dan akhirnya saya juga ketularan menerbitkan buku.

Mas Aam ini memang seorang jurnalis sebuah media cetak, kerjanya ya nulis-nulis. Jadi ketika ia menerbitkan buku, ini memang sudah menjadi keharusan, dan hukumnya fardhu ain. Buku pertama Mas Aam yang sedang menjalani laku jomblo kontemporer ini cukup bagus dan bikin greget. Dari judulnya saja sudah tercium aroma provokasinya, "Jomblo Revolusioner". Jomblo revolusioner adalah bahasa yang sangat politis dan ideologis sekali, kayaknya sangat cocok dipakai slogan penyemangat atau yel-yel saat demo-demo mahasiswa.

Entah sebuah alibi atau hanya kebetulan saja, Mas Aam yang sedang menjomblo berusaha memaparkan tentang sebuah ideologi kejombloan. Ideologi yang mungkin sangat baru dan orisinil di jagad dunia pergerakan atau pun dalam teori-teori ilmu sosial. 

Dalam bukunya Mas Aam banyak menceritakan serba-serbi jomblo secara revolusioner, tentu pembaca bisa mendedahnya sendiri dengan nyaman, agar saya tidak terkesan menggurui dan banyak memaparkan apa yang ditulis oleh Mas Aam, apalagi saya juga lupa isi dari keseluruhan isi bukunya.

Yang pasti buku Mas Aam ini renyah bagai camilan, gurih dan menggoyangkan lidah-lidah pembaca, tapi kadang juga asin, pedes namun ngangenin kayak rujak petisnya wong pantura, pokoknya sensasi kenikmatannya bisa anda rasakan setelah mencicipinya sendiri. Selamat Membaca.


Kamis, 17 Agustus 2017

Emak-emak Ngeblog, Kelar Hidup Lo!

Emak-emak Ngeblog, Kelar Hidup Lo!
Oleh : Joyo Juwoto


Saya selalu ketawa ngeklek, jika melihat meme-meme lucu, (n)akal, dan menyentil yang ada di media sosial. Sepanjang penelusuran saya di google, saya belum menemukan kalimat seperti yang saya tulis dan menjadi judul tulisan saya. Akhirnya saya merangkai sebuah kalimat yang berbunyi :

 "Jangan remehkan emak-emak, kalau udah ngeblog, kelar hidup loe!!! (Joyo Juwoto)

Aktivitas Emak-emak memang biasanya hanya berkisar pada urusan dapur, sumur, kasur, dan nyayur,  hehe...namun jangan salah, ini jaman cyber bro, emak sekarang itu tidak sama dengan emak jaman Joko kendil, soalnya sekarang udah jamannya Pak Jokowi. Emak tidak hanya pandai urusan dalam negeri rumah tangga saja, namun harus juga menguasai banyak hal, termasuk di dalamnya adalah ngeblog.

Saya punya teman blogger Emak-emak, namanya Mbak Nur Rochma. Beliau ini seorang Ibu rumah tangga dengan tiga orang anak. Bisa dibayangkan sendiri ya, ibu rumah tangga dan masih mengurus tiga buah hati, dan tentu juga mengurus suaminya tercinta. Nah..walaupun super sibuk, Mbak Nur ini ternyata sangat telaten mengurusi blognya yang beralamat di sini http://www.nurrochma.com/.

Walau seorang perempuan, blognya Mbak Nur tidak hanya berbicara masalah dunia perempuan saja, Ketika saya intip blognya, ada banya menu yang siap memanjakan selera baca kita, seperti parenting, kuliner, dunia wanita, destinasi wisata, dan fiksi juga. Ternyata Mbak Nur ini memang jago dalam menulis banyak segmen. 

Denger-denger, selain menulis di blog, mbak Nur ini juga sudah banyak menulis di media cetak, dan asyiknya mbak Nur juga sudah punya beberapa buku antologi. Pengin tahu buku-buku yang telah ditulis mbak Nur ? Sana kepoin orangnya. 

Kita doain ya, semoga selain karya-karya antologi, Mbak Nur juga segera merilis yang solo, sekalian jogja boleh dah mbak ! hehe...:)

Khidmat, Santri ASSALAM Bangilan Upacara HUT RI Ke-72

Khidmat, Santri ASSALAM Bangilan Upacara HUT RI Ke-72
Oleh : Joyo Juwoto

Di bawah naungan langit merah putih, ratusan santri ASSALAM Bangilan Tuban mengadakan upacara HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 72, di halaman Pondok Pesantren ASSALAM Bangilan Tuban.

Selain mengikuti upacara akbar di lapangan Gelora Bangilan, Santri-santri ASSALAM Bangilan juga mengadakan upacara sendiri di lokasi Pesantren. 

"Karena permintaan dari pihak panitia HUT RI hanya beberapa peleton saja, maka santri-santri yang tidak bisa hadir di lapangan kecamatan mengadakan upacara di lokasi pesantren" Ujar Ust. Puput Priyo Santoso, selaku koordinator pelaksanaan upacara.

Suasana upacara berjalan cukup khidmat, para santri mendengarkan dengan serius amanah dari pembina upacara yang disampaikan langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren ASSALAM Bangilan, KH. Yunan Jauhar, M.Pd.I.

"Agar para santri paham, arti dari sebuah perjuangan untuk meraih kemerdekaan itu tidak mudah, maka santri perlu mengenang ulang sejarah bangsanya, salah satunya adalah melalui momentum upacara" Kata Ust. Mudhakir, salah seorang pengajar di ponpes ASSALAM Bangilan.

Suasana upacara terasa memompa semangat perjuangan, manakala bendera Sang Saka Merah Putih dikibarkan di atas langit pesantren. "Kepada Sang Merah Putih, Hormaatttt....grak! Semua santri pun serentak menghormat, dan lantunan lagu Indonesia Raya menggema dan membahana memenuhi relung dada santri semuanya. 

Indonesia Tanah Airku
Tanah Tumpah Darahku
...
*
Salam Merdeka!!!