Jumat, 14 April 2017

The Power Of Mestakung

The Power Of Mestakung
Oleh : Joyojuwoto

Istilah mestakung pertama kali saya dengar dari sebuah pidato pengarahan dewan asatidz pondok pesantren ASSALAM Bangilan Tuban oleh Abah Yai Abd. Moehaimin Tamam, namun kapannya saya lupa. Abah Yai mengatakan jika manusia dengan penuh keikhlasan berjuang untuk umat, bercita-cita kebaikan untuk masyarakat, maka akan mendapatkan bantuan dari malaikat, bantuan dari makhluk-makhluk yang ada di alam semesta, MestaKung, Semesta mendukung.

Beliau mencontohkan, dalam mendirikan pondok pesantren ASSALAM, Abah Yai hanya berkapitalkan yakin, beliau secara finansial dalam kondisi terpuruk, menanggung hutang, dan dalam kondisi bangkrut dari bisnisnya, namun dengan tekat kuat dan penuh dengan keyakinan, mantap dan optimis pasti pesantren akan berdiri. Entah dengan cara bagaimana dan siapa yang akan membantu. Semua diserahkan kepada Allah, Tuhan yang Maha segalanya.

Dengan penuh keyakinan dan perjuangan dari para santri yang saat itu hanya beberapa gelintir saja, pesantren ASSALAM dibangun. Karena kurangnya biaya untuk mendirikan gedung, maka santri harus bekerja mandiri untuk membangun gedung pesantren yang ada di Bangilan. Mulai dari menggali tanah pondasi dikerjakan sendiri oleh santri, membuat bata merah secara gotong-royong, mencari kayu glugu kelapa untuk usuk dan reng, hingga yang nukangi pun dikerjakan santri sendiri, yang memang kebetulan sedikit banyak bisa nukang batu dan kayu.

Dalam kondisi yang kritis inilah akhirnya lambat laun pesantren ASSALAM Bangilan berdiri. Pelan namun pasti, berkat tirakat dan perjuangan santri-santri kurun awal pondok pesantren ASSALAM Bangilan berdiri dan bisa kita lihat hingga sekarang.

Peristiwa yang sedemikian inilah yang dinamakan Mestakung,  semesta mendukung, yang merupakan suatu hukum alam dimana  jika suatu individu atau kelompok pada kondisi yang kritis maka hukum konektivitas semesta akan mendukung untuk keluar dari zona kritis.

Setelah saya membaca sebuah buku yang membahas mengenai fenomena ini, saya baru tahu bahwa hukum Mestakung ini pertama kalinya dicetuskan oleh Prof. Dr. Yohanes Surya, Ph.D seorang tokoh ternama dalam dunia ilmu fisika. Menurut Pak Yo, bahwa fenomena Mestakung ini tidak hanya terjadi pada gejala-gejala fisika saja, tetapi juga dalam berbagai gejala biologi, ekonomi, sosial dan sebagainya. Ringkasnya hukum alam Mestakung ini bisa terjadi untuk segala hal dalam kehidupan individu maupun kelompok.

 Jika anda pernah ketakutan dikejar oleh seekor anjing galak, kemudian tanpa sadar tembok yang tingginya 1.5 meter dapat anda lompati dengan mudah, itu adalah tanda dari sebuah gejala Mestakung. Ketika anda dalam kondisi terjepit dan tidak bisa keluar dari masalah yang membelit anda, lalu tiba-tiba ada keajaiban yang anda temukan, maka anda sedang dalam kondisi Mestakung. Apapun kadang bisa kita kerjakan dalam kondisi kepepet, inilah yang sering kita katakan sebagai The Power Of Kepepet, atau The Power Of Mestakung tadi.

Konsep Mestakung ini bisa kita pakai untuk mendongkrak keberhasilan seseorang, seperti yang ditulis di bukunya Pak Yo, untuk bisa pada kondisi Mestakung setidaknya ada tiga hukum alam yang perlu kita fahami. Ketiga hukum itu disebut sebagai Krilangkun plus (+), maksudnya adalah, untuk mencapai Mestakung seseorang harus berada pada tiga kondisi kritis, langkah, tekun dan plusnya adalah kondisi spiritual seseorang yang selalu mengharapkan taifuq, hidayah, dan maunah dari Allah Swt.

Kondisi kritis ini bisa terjadi pada siapapun, jika kita dalam kondisi tersebut kita harus segera melangkah, jangan hanya diam saja. Melangkah dan berusahalah untuk keluar dari masalah yang menimpa kita dengan tekun. Karena Mestakung tidak akan bekerja jika kita hanya diam saja, tanpa mau berusaha. Dan ketekunan serta kesabaran inilah yang akan menghantarkan seseorang pada kondisi Mestakung, sehingga kita akan sampai pada solusi dari setiap permasalahan yang kita hadapi. Setelah rumus Krilankun kita lakukan, jangan lupa nilai plusnya kita jalankan pula, yaitu kepasrahan dan pengharapan total kepada pertolongan Tuhan. Yakinlah hukum alam Mestakung akan kita dapatkan.


Ingat selalu hukum keseimbangan, Habis Gelap Terbitlah Terang, habis susah datanglah senang, dalam bahasa langitnya Tuhan Berfirman, “Inna Ma’al “Usri Yusron”, sesungguhnya sesudah kesulitan akan datang kemudahan. Aamiin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar