Sabtu, 01 April 2017

Resensi Novel “Taprobane Atlantis Indonesia”

Resensi Novel “Taprobane Atlantis Indonesia”
Identitas Buku
Judul Buku                    : Taprobane Atlantis Indonesia
Penulis                  : J.J. Hulux
Penerbit                : Epistemic
Cetakan                : 2016
Tebal                     : 246
Kategori                : Fiksi Fantasi
ISBN                     : 978-602-69504-5-1
Ukuran buku       : 14.5 x 21 cm
Peresensi              : Joyojuwoto

Ulasan Sekilas Mengenai Novel Taprobane Atlantis Indonesia
Membaca novel fiksi fantasi yang ditulis oleh sahabat saya, Mas J.J. Hulux dari Singgahan Tuban, seakan kita ikut asyik berpetualangan, dan tinggal memilih menjadi tokoh mana yang kita inginkan. Mau menjadi Adam, atau Thom manusia tahun 2007 yang berpetualang di dimensi ribuan tahun masa silam, atau mungkin mau menjadi Putri kerajaan Atlantis, Auora yang cantik jelita.

Novel ini tebalnya adalah 246 halaman, namun ketika saya membacanya seperti hanya membaca beberapa lembar saja. Saya tidak sadar sudah berlembar-lembar halaman selesai saya baca. Saking asyiknya hingga tidak terasa saya sudah berada di halaman terakhir buku.

Mas Hulux rupanya punya keahlian dalam membuat alur, konflik, dan teka-teki yang menyegarkan pikiran, sehingga belum sampai kepala ini penat, novel telah selesai. Denger-denger novel ini akan dwilogi, jadi saya tentu sangat menunggu kelanjutan dari novel yang ditulis oleh Mas Hulux.

Novel ini dimulai tanggal 10 Januari 2007, saat Adam dan Thom menjadi bagian dari regu pencari tenggelamnya pesawat milik salah satu maskapai penerbangan 574 yang diperkirakan hilang di perairan segitiga Masalembo.

Di setiap lembar novel ini, saya tertarik untuk terus melanjutkan membaca. Memang spada dasarnya saya  suka petualangan, jadi klop kesukaan saya dengan alur dari Taprobane Atlantis Indonesia, yang menawarkan petualangan di dunia fiksi. Saya sangat menikmati setiap perjalanan Adam, Thom, dan Auora dalam mencari panah api sebagaimana yang diwasiatkan oleh Nesos, Raja Klan Drav, ayah Auora.

Ketegangan-ketegangan yang dibangun oleh Mas Hulux cukup menambah RPM jantung, seperti saat tiga pejuang Klan Drav dikejar-kejar oleh pasukan Asura, seorang panglima andalan dari Raja jahat Marica yang menguasai kerajaan Atlantis.

Teka-teki sebagai ciri dari sebuah petualangan di novel ini juga bagus. Seperti saat Auora menerjemahkan tulisan aneh bagi Adam dan Thom yang  ada di dinding pintu gerbang.

Imajinasi yang dibangun Mas Hulux juga luar biasa, berpetualang naik ular raksasa, naik burung garudanya Leuka,bertemu Raja Mu, dan akhirnya Adam, Thom dan Auora mencari kebun legendaris. Kebun itu ternyata tidak kelihatan, namun ketika hanya Adam saja yang diperbolehkan masuk, Adam bisa melihat kebun legendaris yang tampak indah,  dengan pohon-pohon yang rindah dan buah-buahan yang banyak.

Di kebun legendaris Adam ketemu dengan penggembala yang namanya Muso, Muso inilah yang akhirnya membimbing Adam untuk mendapatkan anak panah dari panah api, yang didapatkan Adam di kerajaan Gunung Krakaca.

Saya sangat suka dengan kutipan dari perkataan Muso kepada Adam, “Dunia lamamu adalah duniaku, dan dunia baruku adalah duniamu” Kalimat ini sebenarnya membingungkan, namu ketika Adam minta penjelasan dan dijawab oleh Muso dengan enteng, “Kita tidak harus memikirkannya terlalu dalam,” selesailah pertanyaan yang memang tidak perlu jawaban itu.

Setelah mendapatkan panah api dan anak panahnya, Adam, Thom, dan Auora kembali bersama Klan Drav  melawan pasukan jahat para raksasa yang dipimpin oleh Raja Marica yang bermuka empat di keempat sisi kepalanya.

Dengan perjauangan yang berat, dan dibantu oleh Raja Singa dari Klan Hewan, Raja Uto  dari Ethopia, Leuka dengan pasukan garudanya, nenek So, dan juga sepasang hewan mitologi Garuda dan Ular Shesa penjaga Atlantis, akhirnya Klan Drav berhasil mengalahkan kekuatan jahat yang dipimpin oleh Asura dan Raja Marica.

di akhir cerita Auora dinobatkan menjadi ratu di kerajaan Atalntis, sedang Adam dan Thom kembali ke masanya lagi yaitu 12 Januari 2007, setelah dua hari dinyatakan hilang oleh teamnya.


Demikian sedikit ulasan mengenai novel Taprobane Atlantis Indonesia yang ditulis oleh sahabat saya Mas J.J. Hulux. Semoga buku ini membawa manfaat bagi masa depan generasi bangsa Indonesia. Selamat membaca dan selamat berpetualangan di setiap lembar novel ini. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar