Senin, 17 April 2017

Kun Ma'allah

Kun Ma'allah
Oleh : Joyojuwoto

Semesta raya adalah kekosongan belaka, ada dalam ketiadaan, ibarat bayang-bayang dalam cermin, yang hanya merupakan pantulan dari wujud kesejatian. Tiada yang maujud kecuali waajibul wujud itu sendiri, semua yang terlihat hanyalah semu dan kefanaan belaka.

Fa ainamaa tuwalluu wujuuhakum fa tsamma wajhullah, di mana pun kita memalingkan wajah ini, maka di situ adalah wajah Tuhan, wujud dari kesejatian Dzat Yang Maha Maujud. Dia nyata dalam samudera ma’rifat hamba-Nya.

Dalam Al-Qur’an surat Qaf, ayat 16 Allah berfirman :

وَلَقَدْ خَلَقْنَا الإنْسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهِ نَفْسُهُ وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ (١٦)

Artinya : “Dan Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.”

Oleh karena itu selalulah bersama-Nya, agar kita tidak lupa pada hakekat hidup yang sedang kita jalani. Kun Ma'allah, bersama Allah-lah selalu, dari tiada menjadi tiada pula, dari bukan apa-apa menjadi bukan apa-apa, hanya karena-Nya, qudrah dan iradah-Nya dalam firman Kun Fayakun-Nya, semua menjadi ada.

Kun Ma'allah, berarti meniadakan diri, melenyapkan ego, lebur dalam nur cahaya ketuhanan, berada dalam puncak cahaya ilahiah, nuurun 'ala nur, cahaya di atas cahaya. Membersamai Allah berarti fana' fillah, lebur dalam kesejatian Tuhan.

Kun Ma’allah, dan jika kita belum mampu menangkap kesejatian Tuhan, belum mampu bersama Allah, maka  bersamailah orang-orang yang telah berma’rifat kepada-Nya, yang telah mencapai kesejatian-Nya. Kun Ma’allah Fa in lam takun ma’allahi fa kun ma’a man ma’allahi, fa innahu yushiluka ilallahi ( HR. Abu Dawud)


Mari membuka jalan hidup dengan nama Allah, Bismillah, mari menjalankan kodrat hidup karena Allah semata, dengan Lillah, mari meminta pertolongan hanya kepada-Nya, Billahi tawakkalna, mari selalu dalam fillah, ilallah, kepada Allah, dengan Allah, di dalam Allah, dan akhirnya menuju Allah Swt, jua. Akhir dari segala pencarian perjalanan panjang menuju kesejatian hidup. Innalillahi wa inna ilaihi roji'un.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar