Kamis, 02 Maret 2017

Tin, Inilah Buah dari Taman Surga

Tin, Inilah Buah dari Taman Surga
Oleh : Joyojuwoto

Sebagaimana yang sering dikatakan bahwa silaturrahim selalu membawa keberkahan dalam hidup, baik berkah rizki maupun berkah panjang umur, Alhamdulillah berkah silaturrahim beberapa minggu yang lalu di rumahnya Ust. Muadzin, saya menikmati keberkahan kedua-duanya. Berkah panjang umur insyallah, hingga di pagi ini masih diberi kesempatan menghirup udara yang sejuk dan menikmati hangatnya sinar matahari dan juga berkah rizki berupa oleh-oleh cangkokan dua batang pohon Tin.

          Selepas shubuh, saya memeriksa cangkokan buah Tin yang saya tanam di pekarangan rumah, daun-daun dari buah yang disebut Rasulullah Saw sebagai buah dari surga itu mulai menghijau. Tunas-tunas barunya pun mulai sama tumbuh. Senang dan damai rasanya melihat kesejukan pohon Tin, pohon yang namanya tercantum dalam surat Al Qur’an.

          Nama pohon Tin ini disebut satu kali, yaitu dalam surat At-Tin ayat 1, “Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun”. Jika Allah menjadikan pohon ini sebagai lafal sumpah, tentu pohon ini punya keistimewaan yang lebih dibandingkan dengan pohon-pohon yang lainnya. Bahkan Rasulullah menyebutnya buah Tin sebagai salah satu buah dari di surga.

          Dalam sebuah hadits Rasulullah Saw, bersabda mengenai buah Tin ini :
“Rasulullah telah diberi hadiah satu wadah buah Tin, kemudian Nabi Bersabda : “Makanlah kalian!” lalu beliau pun memakannya dan berkata, “Jika engkau berkata ada buah yang diturunkan dari surga, maka aku bisa katakan inilah buahnya, karena sesungguhnya buah dari surga tanpa biji. Oleh karena itu makanlah, karena buah Tin ini dapat menyembuhkan penyakit wasir dan encok.” (HR. Abu Darda)”.

          Selain berfungsi sebagai obat wasir dan encok, buah Tin ini banyak mengandung senyawa garam, kalsium, fosfor, dan zat besi. Selain itu juga mengandung vitamin A dan B. Buah Tin juga banyak mengandung vitamin C dan K yang memiliki fungsi menghentikan pendarahan saat proses pembekuan darah.

Pohon Tin ini selain keramat menurut pandangan umat Islam, dalam literatur agama samawi lainnya seperti Yahudi dan Nasrani juga menyebut mengenai pohon Tin ini. Yesus Kristus bahkan menjadikan pohon Tin atau pohon Ara sebagai perumpamaan yang diajarkan kepada murid-muridnya. “Tariklah pelajaran dari perumpamaan pohon ara: Apabila ranting-rantingnya melembut dan mulai bertunas, kamu tahu, bahwa musim panas sudah dekat...”.

Selain memiliki manfaat sebagai obat dan sebagai penanda musim, pohon Tin ini disebutkan dalam tafsir Ibnu Katsir Juz III, bahwa Ibnu Abbas ketika menafsiri lafadz “Waraqal Jannah” (daun-daun surga), dalam surat Thaha ayat 121, bahwa daun surga yang dimaksud itu adalah daun dari pohon Tin. Daun-daun Tin inilah yang dipakai oleh Adam dan Hawa untuk menutupi aurat-aurat mereka yang terbuka setelah memakan buah Khuldi atas bujukan dan rayuan sesat dari syetan.

Ingin bertaman pohon Tin juga ? silakan bersilaturrahim ke rumahnya ust. Muadzin yang ada di selatan hotel Wilis Jenu Tuban, atau kalau mau bersabar tunggu pohon-pohon Tin yang saya tanam tumbuh membesar menghijaukan pekarangan rumah saya. Salam bertanam.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar