Jumat, 31 Maret 2017

Janji Nabi, "Kebangkitan Islam Datang Dari Bumi Indonesia"

Janji Nabi, "Kebangkitan Islam Datang Dari Bumi Indonesia"
Oleh : Joyojuwoto*

Kehidupan terus berputar dan bergilir, bagai roda yang terus berputar saling bergantian, ada siang ada malam, ada atas ada bawah, ada kemenangan dan ada pula kekalahan, begitulah Allah Swt, mempergilirkan kehidupan manusia, Wa Tilkal Ayyaamu Nudaawiluha Bainannas, dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu kami pergilirkan diantara manusia. Begitulah sunnatullah, bahwa kehidupan akan mengalami pasang surut, tidak terkecuali agama Islam sendiri dengan peradabannya juga akan mengalami masa pasang dan surut.

Pada awalnya Islam terlahir dari bumi Makkah, selanjutnya berkembang pesat di Madinah, dan dilanjutkan perkembangannya pada masa Khulafaur rasyidin menguasai tidak hanya jazirah arabia, namun meluas hingga Mesir, Persia, Syam, hingga Afrika. Setelah itu dilanjutkan kekuasaan Bani Umayyah, Bani Abbasiyah, dinasti Ayyubiyah, Fatimiyyah, kemudian di Spanyol kala itu juga berdiri kekuasaan Islam Cordova, Andalusia, dilanjut Turki Usmani hingga akhirnya kekuasaan Islam runtuh. Begitulah sunnatullah akan dipergilirkan, kejayaan dan kehancuran diantara peradaban manusia pasti terjadi.

Setelah umat Islam mengalami kemunduran nanti pada saatnya roda kehidupan akan membawa umat Islam di puncak kejayaan kembali. Karena dalam sebuah hadits Rasulullah Saw pernah mengatakan bahwa kekuasaan Islam akan berkembang dari bumi timur hingga bumi barat, sebagaimana yang beliau lihat. Dalam sebuah hadits yang panjang Rasulullah Saw, bersabda yang artinya :

“Dari Tsauban ia berkata, Rasulullah saw bersabda: “ Sesungguhnya Allah telah melipat bumi untukku, maka aku bisa melihat ujung timur bumi dan ujung baratnya. Dan sesungguhnya kekuasaan umatku akan mencapai apa yang dilipat untukku (seluruh muka bumi, sejak ujung timur hingga ujung barat). Aku juga dikaruniai dua perbendaharaan (kekayaan), yaitu perbendaharaan merah dan perbendaharaan putih. Sungguh aku telah memohon pada Rabbku, agar umatku tidak dibinasakan semuanya dengan paceklik yang merata, juga tidak dengan musuh dari selain bangsa mereka yang merampas wilayah mereka. Maka Rabbku berfirman kepadaku: “Wahai Muhammad! Jika aku menetapkan sebuah ketetapan, niscaya tidak ada seorang pun yang bisa menolaknya. Aku telah menetapkan umatmu tidak akan binasa karena paceklik yang merata. Juga, umatmu tidak akan binasa karena dikalahkan oleh musuh dari selain bangsa mereka, yang menjajah wilayah mereka. Sekalipun musuh dari seluruh penjuru dunia bersatu untuk menghancurkan umatmu, (niscaya umatmu tidak akan hancur). Akan tetapi, umatku akan hancur lewat peperangan sebagian mereka dengan sebagian yang lain dan sebagian mereka melawan sebagian yang lain.”

Dari hadits ini ulama beberapa ulama menafsirkan bahwa yang dimaksud perbendaharaan merah adalah kekayaan bangsa Romawi sedangkan perbendaharaan putih adalah harta kekayaan Persia. Ketika melihat perkembangan perjalanan sejarah dua imperium yang pernah berjaya itu akhirnya memang runtuh dan dapat dikuasai oleh umat Islam. Penafsiran ini yang kemungkinan dipakai oleh para ulama dalam menafsirkan perbendaharaan merah dan putih.

Dalam sebuah mauidhohnya, tanpa mengurangi takdzim dan hormat terhadap penafsiran para ulama terdahulu, Gus Rom, Mursyid Tarekat Akmaliyyah mengatakan, dalam sebuah perenungannya, bahwa yang dimaksud perbendaharaan merah dan putih tidak lain adalah bumi Nusantara, Indonesia tercinta ini (wAllahu a’lamu bisshowab). Sejak zaman dahulu simbol merah putih telah dipakai oleh masyarakat Nusantara. Majapahit benderanya adalah gula kelapa, merah dan putih. Kerajaan Sriwijaya juga menggunakan simbol merah-putih, Kerajaan Kediri, Prabu Joyoboyo juga menggunakan simbol abang-putih. Bahkan jauh sebelum itu masyarakat nusantara dalam berbagai sumber juga telah memakai simbol Getih-Getah, getih darah merah dan getah darah putih.

Simbol merah-putih ini telah menjadi lambang dari Nusantara sejak zaman dahulu kala, sehingga bunyi hadits Nabi yang mengatakan perbendaharaan merah dan putih di atas sesuai dengan apa yang menjadi keyakinan masyarakat Nusantara bahwa merah dan putih adalah jiwa dan jatidiri bangsa Indonesia.

Perbendaharaan merah dan putih sebagaimana yang disebut oleh Rasulullah Saw, itulah yang kelak menjadi perbendaharaan bagi kebangkitan dan kemajuan peradaban umat Islam di seluruh penjuru dunia, dari bumi barat hingga bumi timur, akan dimulai dari bumi merah-putih Nusantara sebagaimana hadits Nabi di atas.

Oleh karena itu ayo umat Islam Indonesia, mari bersatu menyongsong kebangkitan umat, hindari saling berpecah belah diantara umat Islam, karena kita adalah satu. Persiapkan diri anda dengan memperbanyak beramal sholeh, mengistiqomahkan dzikir, dan selalu berfikir bagi kebangkitan kembali umat Islam. Karena kebangkitan itu dimulai dari bumi di mana kita pijak ini, Bumi Merah Putih. Insyallah. Aamiin.


*Joyo Juwoto, Santri Pondok Pesantren ASSALAM Bangilan Tuban, Penulis aktif diwww.4bangilan.blogspot.com. Saat ini telah menulis dua buku solo, Jejak Sang Rasul; Secercah Cahaya Hikmah dan menulis beberapa buku antologi. Silaturrahmi via Whatshap 085258611993 atau email di joyojuwoto@gmail.com.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar