Selasa, 07 Februari 2017

Wudhu Hakekat

Wudhu Hakekat
Oleh : Joyojuwoto

Wudhu secara bahasa berarti bersih dan indah. Sedang secara fikih wudhu adalah membasuh dengan air anggota badan tertentu dengan cara dan urutan tertentu dan dimulai dengan niat untuk menghilangkan hadats kecil. Secara fikih sekilas wudhu hanya membasuh anggota badan saja dengan air, namun pada hakekatnya wudhu tidak hanya sekedar ritual bersih-bersih anggota jasmani kita. Ada nilai yang perlu digali dari sebuah wudhu. 

Sebenarnya jika sekilas saja kita mau merenungkan hakekat wudhu, maka ada banyak hikmah yang akan kita petik. Tentang syariat wudhu sendiri Allah swt berfirman dalam surat Al Maidah ayat 6 :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ

Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, Maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki.”

Ayat Al Maidah di atas menerangkan tentang wajibnya wudhu, yaitu membasuh muka, tangan, kepala, dan membasuh kaki. Secara jasmani anggota tubuh itulah yang kita basuh dengan air suci. Secara hakekat Allah memerintahkan hambanya tidak hanya sekedar berwudhu jasmani, namun juga berwudhu secara ruhani, dengan cara membersihkan keempat anggota badan ruhani kita.

Wudhu memang tidak hanya sekedar bersuci dari najis jasmaniyah, namun berwudhu juga dalam rangka membersihkan diri dari najis-najis ruhiyah. Wudhu adalah bentuk penyucian jiwa dan pembersihan batin manusia.

            Pergerakan wudhu secara jasmani sebenarnya juga pergerakan gerak ruhani kita. Saat mengawali wudhu kita baca basmalah kemudian memasuh kedua telapan tangan sambil berdoa, semoga Allah selalu menjaga kedua tangan kita dari perbuatan yang menyakiti sesama. Setelah itu kita akan berkumur-kumur dengan air ruhani untuk membersihkan mulut kita dari perkataan kotor, membersihkan lisan kita dari najis-najis ghibah, naminah, adu domba, kebohongan dan dosa-dosa lisan lainnya. Jika mulut kita bersih maka lisan kita akan ringan untuk selalu berdzikir kepada-Nya.

          Setelah itu disunnahkan bagi kita dalam berwudhu untuk menghirup air suci dengan hidung, agar hidung kita bersih dari busuknya aroma syahwat dunia, dan diganti dengan mencium wewangian aroma surgawi kelak di akhirat. Selanjutnya yang dibasuh dalam wudhu adalah wajah. Dari wajah inilah menempel debu-debu dosa, dari wajah inilah kelak cahaya wudhu akan kita bawa di ruang kegelapannya alam kubur, dan akan menjadi cahaya di pekatnya alam keabadiann.

Pergerakan wudhu selanjutnya adalah membasuh kedua tangan secara bergantian, kiri dan kanan. Ketika kita membasuh tangan kanan, maka mintalah kepada Allah agar kita selalu di jalan yang benar, sehingga kelak saat penerimaan raport amalan bisa kita terima dengan tangan kanan kita. Saat membasuh tangan kiri, mintalah agar kita dijaga untuk tidak terbawa ke arus kekiri-kirian, dan kelak kitab amalan tidak kita terima dengan tangan kiri, apalagi dengan tangan ke belakang.

          Selanjutnya rukun wudhu adalah membasuh kepala, atau sebagian dari rambut kita. Wamsahuu bi ru-uusikum, dan basuhlah kepalamu, dibasuh dengan air cahaya ketuhanan, agar bersih, agar suci kembali. Karena kepala kita adalah tempat debu-debu pikiran kotor bersumber, tempat kecongkakan dan kesombongan, agar kepala kita tunduk dan tawadhu’ di hadapan Tuhan, lemah lembut dan penuh kasih sayang antar sesama manusia.

          Setelah itu anggota badan lain yang kita basuh adalah kedua telinga, jauhkan telinga nurani kita dari bisikan-bisikan setan, tutup dari pendengaran yang melenakan, dengarkan bisikan nurani yang suci dan panggilan Tuhanmu di setiap waktu. Dan terakhir yang kita basuh adalah kedua kaki kita. Kaki penobang badan jasmani penopang badan ruhani. Kita mohon kekuatan untuk berdiri tegak di jalan kebenaran, kita mohon keteguhan agar kelak kaki kita bisa menyeberangi titian shirothol mustaqim.

          Basuhlah kaki-kakimu dengan air surga, dengan mata air salsabila, agar segala langkah kita selalu dalam keridhoan-Nya. Aamiin.
         



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar