Minggu, 08 Januari 2017

Warung Kopi dan Gerakan Ekonomi Rakyat Jelata

Warung Kopi dan Gerakan Ekonomi Rakyat Jelata
Oleh : Joyojuwoto

Aktivitas ngopi mungkin termasuk aktivitas yang paling banyak dilakukan oleh masyarakat, baik itu dalam arti minum secangkir kopi yang sebenarnya maupun kalimat verbal yang menunjukkan aktivitas kumpul-kumpul di sebuah warung untuk minum kopi ataupun tidak sama sekali.

Ngopi ini sudah menjadi semacam gerakan massif bahagia bersama di tengah masyarakat luas atau katakanlah menjadi semacam style wajib bagi  kaum jelata untuk meraih bahagia.

Hampir di sepanjang jalan raya dan jalan-jalan kampung warung kopi ini tersebar, membuat jaringan ekonomi kerakyatan, saling mendukung dan menguatkan antara kaum grass root. Tidak semua warung kopi menyediakan cemilan, dari sini terbuka satu peluang ekonomi untuk para penjual gorengan, seperi tempe goreng, pisang goreng, kacang, marning dan tentu masih banyak lagi macamnya.Penjual gorengan ini bisa menitipkan gorengan itu di warung kopi tersebut, dengan cara bagi hasil dari penjualannya. Jangan berfikir bagi hasilnya puluhan ribu, ratusan ribu, atau mencapai nominal jutaan.  Sehari dapat sepuluh dua puluh ribu saja sudah untung. Syukurnya sudah luar biasa mereka. Nerima ing pandum.

Ya begitulah nasib dan kondisi rakyat kecil, mereka harus pintar-pintar untuk melihat, mencari, dan akhirnya mengeksekusi sebuah peluang ekonomi. Kalau tidak begitu mereka tidak makan. Susah kan. Rakyat jelata kreatif saja hidupnya masih susah, apalagi mereka apatis. Jangan kira rakyat kita ini pemalas, suka bergantung kepada pemerintah, rakyat Indonesia ini super-super, mungkin teknologi kemanusiaan mereka melebihi zamannya. Sesusah dan sesakit apapun rakyat, mereka akan tetep ngguyu ngeklek tiap hari. Tak punya pekerjaan tiap hari akan tetep budhal nyangkruk dan marung kopi. Gaji tidak punya mereka pun tidak risau, tetep enjoy saja, mereka kawin punya istri, punya anak, bahkan banyak lagi anakknya.

Pemerintah memang tak perlu mengkhawatirkan kondisi rakyat, mereka akan tetap survive sampai dalam kondisi sejelek dan sesakit apapun. Mereka telah teruji dan bersertifikasi standart internasional untuk menghadapi hal-hal yang buruk ini. Oleh karena itu pemerintah silahkan mencoba membuat kebijakan untuk menguji kehebatan rakyatnya, khususnya dalam bidang ekonomi, rakyat akan tetap jaya dengan ekonomi kerakyatannya.

Warung kopi saja sudah mampu menghidupi rakyat, belum sektor-sektor lain jadi tak usah khawatir dengan kondisi rakyatmu wahai pemerintah yang terhormat, rakyat akan tetap bagkit dengan warung kopinya, dan warung-warung yang lainnya.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar