Minggu, 01 Januari 2017

Renungan Literasi Akhir Tahun 2016

Renungan Literasi Akhir Tahun 2016
Oleh : Joyojuwoto

Begitulah waktu terus berputar, tiada kata henti, koma, jeda, ataupun titik. Suka tidak suka, mau tidak mau, waktu akan terus bergerak dan berlalu. Kalender tahun 2016 telah kita lipat, dan saatnya membuka lembaran kalender baru, kalender tahun 2017. Membuka sejarah baru, memulai semuanya dengan serba baru. Semangat baru, jiwa baru, dan tentu kita harus berusaha lebih baik dari hari kemarin. Karena indikasi keberuntungan seseorang adalah ketika hari esoknya lebih baik dari pada hari ini.

Di tahun 2016 yang lalu saya tidak punya target apapun, saya hanya berusaha menjalani kehidupan sealami mungkin. Allah swt Maha baik, Maha Segala Tahu, dan Maha mendengar bisikan hati para hamba-Nya. Saya syukuri segala anugerah nikmat dan karunia dari Sang Pencipta, saya ridho dengan segala qada’ dan qadar-Nya. Alhamdulillah kehidupan saya terasa nikmat dan bahagia, selalu dilimpahi keberkahan dalam hidup, keluarga yang sakinah mawaddah dan penuh rahmat, anak-anak yang berkilauan bagai mutiara yang menyenangkan, teman dan sahabat yang membawa manfaat dan keceriaan, tetangga yang baik, dan segalanya penuh dengan nikmat-Nya yang tak terhingga,

Pada dasarnya hidup memang penuh warna dan rasa. Ada hitam ada putih, ada merah ada hijau. Kadang pahit kadang manis, kadang getir kadang legit, tapi itulah sunnah kehidupan. Namun bening dan jernihnya mata air kebahagiaan dan kesyukuran terus saya reguk sebanyak-banyaknya, hingga yang pahit-pahit tergantikan yang manis, yang getir-getir terlupakan, dan yang tersisa hanya kesegaran dan kenikmatan yang seolah menghapus segala kesulitan dan dahaga hidup.

Di tahun 2016 saya sangat bersyukur, Allah swt telah memberikan karunia-Nya yang tak terhingga, dua buku saya terbit secara indie. Buku pertama adalah membahas tentang Sirah Nabawiyyah judulnya “Jejak Sang Rasul” yang diterbitkan oleh Dreamedia, kemudian menyusul buku yang kedua, sebuah buku motivasi yang berjudul “Secercah Cahaya Hikmah” yang diterbitkan oleh penerbit Ilalang Lamongan.

Selain buku solo yang terbit di tahun 2016, saya juga memiliki beberapa buku Antologi, diantaranya adalah buku Surgaku Adalah Mengajar (Assalam Press), Quantum Ramadhan (SPN), Quantum Cinta (SPN), dan Quantum Belajar (SPN). Semoga ke depan banyak buku lagi yang bisa saya terbitkan, baik itu solo maupun antologi. Owh ya hampir lupa, di bulan Desember 2016 yang baru saja berlalu saya punya target 30 hari mendapatkan 30 tulisan, dan alhamdulillah target itu berhasil. Monggo tulisannya bisa disimak di www.4bangilan.blogspot.com.

Sebagai orang baru di dunia literasi, buku yang saya tulis sangat jauh dari sempurna, masih banyak kekurangan di sana-sini, namun saya merasa sangat bersyukur bisa menerbitkan anak ideologis saya, apapun itu bentuk dan hasilnya. Tentu saya juga sangat berterima kasih kepada para guru dan sahabat-sahabat saya khususnya yang ada di komunitas Sahabat Pena Nusantara (SPN) yang telah banyak membantu atas terbitnya kedua buku itu. Terima kasih juga kepada Ust. M. Husnaini ketua Sahabat Pena Nusantara (SPN) yang telah memberikan kata pengantar di buku pertama saya Jejak Sang Rasul, begitu pula terima kasih saya kepada Sahabat Mohammad Haris Suhud, Yuniarta Ita Purnama, Endrik Safudin, Farichatul Aulia, Kak Didik Jatmiko, Ibu Rita Audriyanti, dan Mbak Hidayati Nur, yang mana nama-nama tersebut telah memberikan testimoni di buku saya yang pertama.

Di buku yang kedua, berjudul “Secercah Cahaya Hikmah” diantarkan oleh beliau gurunda tercinta Prof. Dr. H. Muhammad Chirzin, M.Ag, saya haturkan beribu terima kasih, sala takdzim dan hormat saya kepada beliau. Tentu tak lupa terima kasih dan penghormatan saya untuk para guru dan sahabat yang ikut mengendorsement, diantaranya Ust. M. Husnaini, Pak Much. Khoiri, Mbak Elisa, Mas Wildan Fuady, Mas Endrik Safudin, dan Pak Dr. Ngainun Naim.

Betul sekali firman Allah yang menyatakan bahwa “Jika kalian menghitung nikmat Allah, pasti kalian tidak mampu untuk menghitungnya”. Nikmat Allah sangat banyak yang kita terima, baik itu yang kita minta atau tidak, maka bersyukur adalah sebaik-baik sikap seorang hamba kepada Rabnya.

Selain dua buku saya terbit di tahun 2016, saya juga merasa bahagia dengan keikutsertaan saya di beberapa komunitas literasi, diantaranya Sahabat Pena Nusantara (SPN), Forum Lingkar Pena (FLP) Tuban dan saya juga sangat bergembira sekali dengan berdirinya sebuah komunitas literasi di Bangilan. Namanya Komunitas Kali Kening yang diketuai oleh Mas Ikal Hidayat Nur. Alhamdulillah walau baru beberapa bulan, para sahabat di komunitas ini juga sangat positif dan produktif, sudah banyak karya yang ditulis dan semoga sebentar lagi akan diterbitkan menjadi sebuah buku.

Kegiatan dari komunitas Kali Kening selain menulis adalah mengadakan kajian literasi dua Jumat sekali, saya berharap hasil kajian itu juga bisa diterbitkan menjadi sebuah buku.

Kemudian kegiatan lain yang tidak kalah menarik adalah Kali Kening Goes To School, selama lima bulan berdiri Kali Kening telah mengadakan dua kali kunjungan dan pelatihan menulis. Pertama pelatihan dan motivasi menulis di Rumah Baca dan Rumah Belajar Al Ihsan Karang Tengah Bangilan, dan yang kedua Kelas Menulis dan Jurnalistik di TPQ Al Isyroq desa Bate Kec. Bangilan.


Demikian kesyukuran-kesyukuran terhadap nikmat yang telah diberikan oleh Allah swt, semoga dengan kesyukuran itu segala nikmat Allah yang telah diberikan kepada kita menjadi berkah dan langgeng, amal kebaikan kita diterima di sisi-Nya dan menjadi amal jariyah yang terus mengalir, serta semoga segala dosa dan kesalahan kita diampuni-Nya. Aamiin.  

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar