Senin, 02 Januari 2017

Membaca Al Qur’an Sebab Kuatnya Hafalan

Membaca Al Qur’an Sebab Kuatnya Hafalan
Oleh : Joyojuwoto

Kadang kala kita heran dengan sosok intelektual yang bukunya berbuku-buku dan sangat banyak serta beragam judul dan genre, barangkali kita juga heran dengan sosok yang sangat kutu buku, mampu membaca buku selama berjam-jam, menelaahnya, menghafal teori-teorinya, kemudian dijadikannya buku itu sebagai referensi dalam berbicara dan berkarya, dikutip quote-quotenya, dan tentu seseorang akan merasa sangat bangga dengan capaian keilmuannya yang luar biasa dari membaca sebuah buku.

Sayangnya kadang seorang pembaca buku yang baik bukanlah seorang pembaca dan pentadarus Al Qur’an yang baik pula. Saya di sini ingin mengingatkan diri saya sendiri khususnya, bahwa membaca buku-buku baik fiksi maupun non fiksi adalah kegiatan yang sangat positif dan bermanfaat, apalagi masih di tambah lagi dengan mengaji dan mengkaji Al Qur’an tentu lebih baik lagi.

Kebiasaan membaca buku seperti yang saya sebutkan di atas sangat positif dan luar biasa, apalagi membaca bukanlah sesuatu yang populer di kalangan kita, baik itu di kalangan akademisi pendidikan, maupun di kalangan masyarakat kita pada umumnya. Aktivitas membaca dan bergelut dengan buku masih menjadi barang yang langka di rumah dan lingkungan masyarakat. Oleh sebab itu bangsa Indonesia masih berada di ranking bawah dalam urusan literasi ini.

Namun sekali lagi sayangnya kadang kita lupa dengan kebiasaan di masa kecil kita yang selalu mengaji Al Qur’an di surau ataupun masjid-masjid sesudah sholat magrib. Tidak semua memang seperti itu, namun hal ini sebagai pengingat dan muhasabah diri saja, bahwa sesibuk apapun kita membaca buku, jangan lupakan membaca dan mentadabburi ayat suci Tuhan yang tertuang di dalam Al Qur’an.

Saya sama sekali tidak sedang bermaksud mengkritisi lebih-lebih menjustifikasi perilaku yang demikian, namun perlu diingat bahwa membaca Al Qur’an mempunyai manfaat yang sangat signifikan terhadap daya ingat dan kecerdasan seseorang. Oleh karena itu pantas jika Al Qur’an selalu dikaji setiap waktu oleh masyarakat Islam bahkan non muslim pun banyak yang membaca dan mengkajinya.

Dalam kitab Ta’limul Muta’allim, panduan belajar bagi santri disebutkan bahwa salah satu dari sebab yang menjadikan kuatnya hafalan seseorang adalah dengan cara banyak membaca dan menyimak ayat suci Al Qur’an. Tentu hal ini perlu dilakukan secara terus menerus, dengan penuh kesabaran dan istiqomah.

Selain bernilai ibadah dan berpahala membaca Al Qur’an adalah suatu amalan yang sangat disukai oleh Nabi Muhammad saw, sebagaimana yang beliau sabdakan :
افضل أعمال أمّتى قراءة القرآن نظرا
Artinya : “Amalan ummatku yang paling utama adalah membaca Al Qur’an dengan menyimak tulisannya”

          Saya sangat bersyukur menjadi bagian dari Forum Lingkar Pena (FLP) Tuban, di (FLP) selain himbauan agar para anggotanya banyak membaca buku-buku pengetahuan dan terus berlatih menulis, FLP punya kurikulum intern agar para anggotanya memperbanyak juga membaca Al Qur’an. Hal ini dicatat dalam raport anggota, walau saya terbilang malas mengirimkan raport, namun sedikit banyak himbauan itu membawa dampak positif bagi diri saya khususnya.

          Kebaikan adalah proses dari sebuah kebiasaan yang baik, dan kadang memang kebiasaan perlu ada pemaksaan. Jadi saya berharap sebagai seorang yang menggeluti dunia membaca dan menulis jangan sampai kita alpa membaca  kitab suci yang menjadi pedoman hidup dan petunjuk ke jalan yang lurus. Karena selain berpahala membaca Al Qur’an bisa menyebabkan kuatnya hafalan. Tidak percaya, bisa di coba dan dibuktikan.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar