Rabu, 07 Desember 2016

Rasulullah saw Sang Teladan Umat

Rasulullah saw Sang Teladan Umat
Oleh : Joyo Juwoto

Dalam diri Rasulullah saw terdapat suri tauladan yang sempurna, kita umat Islam bisa mengambil contoh dan teladan itu dari sudut pandang profesi apapun yang sedang kita tekuni. Jika Anda adalah seorang pemimpin maka Rasulullah adalah sebaik-baik pemimpin, jika Anda adalah seorang pengusaha, Rasulullah juga seorang enterpreuner yang sukses, jika anda adalah seorang guru, maka Rasulullah adalah seorang guru di madrasah nabawiyyah yang terbaik. Rumah tangga Rasulullah juga mencerminkan gambaran keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah. Sungguh dalam segala sifat, perilaku, dan tindak-tanduk Rasulullah adalah sebaik-baik contoh yang perlu kita teladani.

Tentang keteladanan Rasulullah saw, sebagai umat Islam tentu tidak kita sangsikan lagi, bahkan hal ini ditegaskan sendiri oleh Allah swt di dalam Al Qur’an surat Al Ahzab ayat 21 :

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا (٢١)

21. Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah.

Di dalam Al Qur’an surat Al Qalam ayat : 4 Allah swt juga memuji akhlak dan perilaku Rasululullah saw :

وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيمٍ (٤)

4. dan Sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.

          Rasulullah saw adalah teladan sempurna bagi kehidupan manusia, karena beliau adalah sosok yang ditugaskan oleh Allah swt guna membimbing manusia menuju jalan cahaya, memberi petunjuk dari jalan sesat menuju jalan kebenaran, serta membebaskan manusia dari lorong kegelapan menuju tempat yang terang benderang dengan dienul Islam

          Kehadiran Nabi Muhammad adalah rahmat bagi semesta raya, beliau diutus menjadi Rasul yang terakhir untuk menyempurnakan akhlaq dan menjadi teladan bagi kehidupan. Allah berfirman : “Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam.” (Al-Anbiya : 107).

          Berdasarkan ayat-ayat Al Qur’an di atas yang menegaskan akan keteladanan Nabi Muhammad saw, masihkah kita memiliki idola selainnya ? masihkan kita mencari-cari alasan dan ragu dengan sunnah-sunnahnya yang mulia? Tidakkah kita takut akan sabdanya :

فمن رغب عن سنّتي فليس منّي

“Barang siapa yang benci dengan sunnahku, maka ia bukan termasuk golonganku”

          Sudah sepatutnya sebagai seorang muslim kita mengidolakan beliau, mengagungkan, dan meneladani Nabi Muhammad saw. Karena siapa yang mencintai Nabi akan meneladani sifat dan perilakunya, dan barang siapa yang mencintai dan mengikuti Nabi kelak akan bersama Nabi di surga.

          Tidak ada nama yang lebih banyak disebut di dunia ini setelah Asma Allah selain nama kekasih-Nya Muhammad Rasulullah. Tidak ada perayaan-perayaan besar yang rutin  di gelar kecuali juga dalam rangka memuliakan dan mengagungkannya. Rasulullah adalah uswah hasanah kita, Rasulullah adalah panutan kita. Rasulullah adalah pembawa obor keteladanan bagi semesta raya. Beliau selalu ada dalam relung hati dan jiwa kita semua.


Shalawat dan Salam cinta untuk engkau selalu wahai Rasulullah saw. Shallu ‘alan Nabi Muhammad.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar