Selasa, 06 Desember 2016

Mencintai Nabi Sepenuh Cinta

Mencintai Nabi Sepenuh Cinta
Oleh : Joyo Juwoto

Jika ada cinta yang benar-benar murni, tanpa tendensi, tanpa pamrih itu tentu cinta Nabi Muhammad saw kepada umatnya. Nabi Muhammad saw sangat mencintai umatnya, hingga di akhir hayatnya pun yang selalu beliau ingat, yang selalu disebut-sebut adalah “Ummatii...Ummatii...Ummatii..”. Beliau tidak menyebut istri-istrinya, anak-anaknya, atau cucunya, hartanya, bahkan kekuasaannya. Nabi Muhammad hanya mengingat kita umatnya. Beliau memberikan sepenuh jiwa dan raga untuk umatnya, doa-doa di sepanjang malam, munajat-munajatnya, serta harapan-harapannya, cinta kasihnya hanya untuk umatnya semata.

Begitu besar cinta Nabi kepada umatnya hingga kelak di akhirat beliau masih memikirkan nasib kita, walau kita tidak pernah bersua dengan beliau, namun beliau berusaha merengkuh kita seluruh umatnya dari zaman kenabian hingga akhir zaman dengan cinta dan syafaatnya. Begitu dahsyat dan luar biasanya cinta Rasulullah SAW kepada kita umatnya.

Cinta kasih Rasulullah saw adalah poros ajaran langit yang harus kita bumikan. Rasulullah SAW sebagai utusan Tuhan memberikan teladan tentang cinta dan kasih. Betapa beliau ketika berdakwah di Makkah dimusuhi beliau tak pernah sekalipun membalasnya, betapa ketika di Thaif beliau dilempari batu dan kotoran unta beliau hanya mengatakan “Ya Allah ampuni mereka, karena mereka tidak tahu”. Sungguh kebesaran jiwa beliau mengalahkan kemarahannya.

Kita umat Islam yang mengaku mencintai Rasulullah saw tentu harus meneladani sikap dan perilaku beliau yang penuh cinta dan welas asih. Walau sebenarnya cinta kita kepada Nabi tak memberi manfaat apapun kepada beliau, namun kitalah yang akan mendapatkan manfaat mencintainya. Dalam sebuah hadits Rasulullah saw bersabda : “Al Mar’u Ma’a Man Ahabba” artinya “Seseorang Akan Bersama Orang Yang Dicintainya.”

Jika kita mencintai Nabi besok di akhirat insyallah kita akan mendapatkan perlindungan dan syafaatnya. Cara mencintai Nabi bisa diungkapkan dengan banyak cara, dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi beliau bersabda :

ومن أحيا سنّتي فقد أحبّني, ومن أحبّني كان معي في الجنّة (أخرجه التّرمذي )

Artinya : “Barang siapa yang menghidupkan sunnahku maka dia telah mencintaiku, dan barang siapa yang mencintaiku maka dia akan bersamaku di surga.”

          Sunnah-sunnah Nabi Muhammad saw sangatlah banyak, mulai dari yang paling ringan hingga yang paling berat. Tinggal kemampuan kita sampai di  mana dalam rangka menghidupkan sunnah-sunnah Nabi, yang terpenting rasa cinta kepada Nabi itu terlebih dahulu yang harus kita tanam di kedalaman jiwa kita, sehingga bibit cinta itu makin lama akan tumbuh berkembang menjadi pohon-pohon cinta yang kokoh dan menyejukkan, yang kemudian menghasilkan buah dari cinta itu sendiri yang dapat kita petik baik di dunia maupun kelak di akhirat.
         
          Selain menghidupkan sunnah-sunnah, diantar tanda cinta kepada beliau adalah dengan banyak menyebut namanya. Perbanyaklah shalawat kepada beliau Rasulullah saw. Mbah Maimoen Zubair pernah dawuh kepada santrinya, “Perbanyaklah membaca shalawat kepada Nabi Muhammad, pokoke sak nganggure lambemu, woconen shalawat” begitu dawuh Mbah Moen.
         
Sebagai umatnya yang mengaku mencintai Nabi sudah sepatutnya kita memperbanyak menyebut dan bershalawat kepada beliau. Diantara tanda cinta adalah banyak menyebut namanya, “Man Ahabba Syai’an Katsura dzikruhu” (Barang siapa yang mencintai sesuatu maka ia akan banyak menyebut namanya). Allah dan Malaikat saja juga sama bershalawat kepada Nabi Muhammad saw. Dalam Al-Qur’an Allah swt berfirman :

إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا (٥٦)

56. Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. (Al-Ahzab : 56)

          Betapa mencintai Nabi Muhammad saw adalah sebuah kebahagiaan dan keberuntungan yang sempurna, karena dengan mencintai beliau dengan sepenuh cinta maka kita juga akan dicintai dan berkumpul dengan beliau kelak di surga. Maka mari bersama bershalawat kepadanya di manapun kita berada, semoga kecintaan kita berbuah berkah dan syafaah kelak di yaumil qiyamah. Aamiiin.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar