Minggu, 04 Desember 2016

Jalan Menuju Surga

http://palembang.tribunnews.com/
Jalan Menuju Surga
Oleh : Joyo Juwoto

طلب الجنّة بلا عملٍ حمقٌ
“Mencari surga tanpa amal adalah sebuah kedunguan”
(Hikmah Imam Ali bin Abi Thalib)

Surga adalah dambaan setiap orang yang beriman, karena di dalamnya terdapat rahmat dan kasih sayang Allah swt yang sangat banyak sekali. Untuk mencapai surga tidaklah mudah, harus ada mahar dan pengorbanan secara tulus dan ikhlas yang dilakukan oleh seseorang hingga kelak ia bisa mencapai tempat yang dijanjikan oleh Allah swt untuk orang-orang yang beriman dan beramal sholeh.

Untuk mencapai tanah surga seseorang harus melakukan amal kebaikan di dunia hingga Allah meridhoinya untuk memasuki surga yang telah dijanjikan-Nya. Dalam surat Al Kahfi ayat 30-31 dijelaskan Allah tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal kebaikan. Mereka itulah yang besok akan mendapatkan surga Adn, di mana sungai-sungai mengalir di bawahnya, dan mereka akan memakai pakaian-pakaian yang indah lagi menawan.

Oleh karena itu mumpung kita masih hidup di dunia, mari mempersiapkan bekal amal sholeh dan ketaqwaan kepada Allah agar kita mendapatkan kasih sayang dan rahmat-Nya sehingga kelak kita termasuk orang-orang yang dimasukkan ke dalam surga-Nya.

Hanya orang-orang yang dungu saja yang mengharapkan surga tapi enggan beramal kebaikan, sebagaimana yang dikatakan oleh Imam Ali bin Abi Thalib “Mencari surga tanpa amal adalah sebuah kedunguan”. Untuk menggapai surga perlu usaha dan perjuangan karena Allah memang telah mensyaratkan surga hanya untuk orang-orang yang berjuang untuk beriman, bertaqwa, serta beramal sholeh, karena mereka-mereka itulah yang akan mendapatkan kehormatan untuk mencicipi surga.

Telah menjadi sunnatullah untuk menempuh perjalanan tentu seseorang memerlukan bekal, apalagi perjalanan menuju surga sangat jauh, maka kita perlu mempersiapkan dan bekal yang utama menuju surga adalah taqwa.  Dalam surat Al Baqarah ayat 197 Allah berfirman :

وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى

Artinya : “Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa”

        Jangan pernah tertipu dan terpedaya dengan ungkapan-ungkapan batil seperti “Masa kecil dimanja-manja, masa muda berfoya-foya, besok dewasa kaya raya, kalau mati masuk surga” ini adalah ungkapan yang melemahkan untuk memperjuangkan surga yang menjadi dambaan setiap insan yang beriman. Surga memang hak prerogatif Allah swt, namun manusia disuruh bersungguh-sungguh berusaha untuk menggapai surga dengan iman, amal sholeh, dan ketaqwaan.

        Menurut orang-orang dahulu jalan menuju surga itu sangat susah, harus melewati jembatan yang namanya siratal mustaqim, jembatan ini menurut ulama-ulama dahulu seperti rambut pinara pitu (sehelai rambut yang dibagi menjadi tujuh bagian).  Itu gambaran susahnya melewati siratal mustaqim. Oleh karena itu perlu perjuangan keras guna mencapai ke seberang jembatan.

          Tidak ada kenikmatan kecuali setelah berpayah-payah, tidak ada kemuliaan yang diraih tanpa perjuangan, begitu pula dengan surga hanya bisa diraih dengan usaha amal kebaikan serta selalu mencari ridho Allah swt. Sekecil apapun mari terus tanpa henti menebar benih kebaikan di dunia agar kelak di akhirat kita bisa memanennya dengan surga yang dijanjikan Allah swt. Aamiin. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar