Minggu, 11 Desember 2016

Bunga-Bunga Cinta Bung Karno

google.com
Bunga-Bunga Cinta Bung Karno
Oleh : Joyo Juwoto

Boleh dibilang Bung Karno adalah lelananging jagad di jamannya, beliau adalah seorang yang pandai sekali menaklukkan hati perempuan. Tidak aneh jika orang-orang dan masyarakat dunia menyebut Sang Proklamator itu dengan julukan Arjuna, Casanova Cinta, Don Juan, hingga julukan Le Grand Seducteur.

Selama hidupnya Sang  Putra Fajar ini menikahi sebanyak sembilan orang perempuan, baik itu gadis, maupun yang sudah janda, atau bahkan masih berstatus sebagai istri orang. Begitulah lika-liku kehidupan Bung Karno yang penuh dengan aroma asmara dengan banyak perempuan-perempuan yang jelita.

Bung Karno mulai mengenal  cinta ketika usianya baru menginjak 14 tahun, saat itu ia jatuh cinta pada gadis yang bernama Rika Meelhuysen, seorang gadis Belanda. Ternyata tidak hanya pada Rika seorang Soekarno jatuh cinta, ia juga menyukai dan menjalin kasih dengan Paulina Gobee, Laura, dan Mien Hessels. Bahkan Soekarno pernah nekat melamar Mien ini kepada ayahnya. Dengan berpakaian yang paling baik dan rapi serta bersepatu Soekarno datang melamar :

“Tuan...kalau tuan tidak keberatan, saya ingin minta anak tuan...” pinta Soekarno.

Kontan saja Soekarno yang Bumiputera di damprat ayah Mien yang seorang Belanda. Dengan kata-kata yang sangat pedas :

“Kamu? Inlander kotor, seperti kamu? Kenapa kamu berani-beraninya mendekati anakku? Keluar, kamu...binatang kotor, keluar...” terial Hussel ayah Mien dengan penuh amarah.

Pengalaman ditolak oleh ayah Mien ini sama sekali tidak membuat Soekarno jera, Bung Karno selalu move on jika bertemu perempuan-perempuan cantik, tidak heran jika hidupnya selalu dikelilingi oleh perempuan-perempuan yang menjadikan semangat hidup dan perjuangannya semakin berkobar dan menyala-nyala. Seperti yang Bung Karno sendiri katakan : “Keinginan akan cinta kasih telah menjadi suatu kekuatan pendorong dalam hidupku”

Walau sangat menggemari perempuan-perempuan cantik, namun Bung Karno bukan lelaki penggombal saja, dengan gentle layaknya Don Juan, ia menikahi perempuan-perempuan itu.

Dalam hal pernikahan ini Soekarno tidak pernah menyembunyikannya dari publik, walau ada beberapa pernikahan yang ia sembunyikan karena alasan tertentu. Hal ini terjadi karena mau tidak mau kegemaran Bung Karno menikahi banyak perempuan cantik mendapat protes dari masyarakat dunia, kalangan LSM perempuan dan juga dari lawan-lawan politiknya.

Sebagai seorang lelaki yang romantis, Bung Karno mampu menaklukkan hati para wanita dengan bunga-bunga kata yang indah mempesona, baik dengan lisan maupun lewat tulisan. Berikut beberapa bunga-bunga cinta Bung Karno kepada istri-istrinya :

1.   Bunga cinta Bung Karno Kepada Utari Istri pertamanya :
“Lak, tahukah engkau bakal istriku kelak? ... orangnya tidak jauh dari sini, kau ingin tahu? boleh orangnya  dekat sini kau tak usah beranjak, karena orangnya ada di sebelahku”

2.   Bunga cinta Bung Karno kepada Inggit Ganarsih :
“Aku kembali ke Bandung..dan kepada tjintaku yang sesungguhnya.”

3.   Kepada Fatma Soekarno menulis surat :
O, Fatma, yang menyinarkan tjahja. Terangilah selaloe djalan djiwakoe. Soepaja sampai dibahagia raja. Dalam swarganya tjinta-kasihmoe...”

4.   Bunga cinta Bung Karno kepada Hartini :
“”Tien,  I can’t work without You. Meski kamu istri kedua (setelah Fatmawati-red), kamu tetap istri saya yang sah. biarpun kamu tidak tinggal di Istana Negara, kamu tetap menjadi ratu. kamu akan menjadi ratu yang tidak bermahkota di Istana Bogor”

5.   Bunga cinta Bung Karno kepada Kartini Manoppo
“Aku mencintai kamu... sekarang juga saya minta kepastian darimu ya atau tidak”

6.   Bunga Cinta kepada Naoko Nemoto yang kelak berganti nama  Ratna Sari Dewi :
“Kalau aku mati, kuburlah aku di bawah pohon yang rindang. Aku mempunyai istri yang aku cintai dengan segenap jiwaku. Namanya Ratna Sari Dewi. Kalau ia meninggal kuburlah ia dalam kuburku. Aku menghendaki ia selalu bersama aku.”

7.   Kepada istri ketujuhnya Soekarno menulis surat yang romantis :
“Yatie adiku wong aju, iki lho alrodji sing berkarat kae. kulinakna nganggo, mengko sawise sasasi rak weroh endi sing kok pilih; sing ireng, apa sing dek mau kae, apa sing karo karone? Dus; mengko sesasi engkas matura aku. ( dadi senadjan karo karone kok senengi, aku ja seneng wae).  masa ora aku seneng! lha wong sing mundhut wanodja palenging atiku kok! adja maneh sakados alrodji, lha mbok apa apa ya bakal tak wenehke.”

8.   Kepada Yurike istri  Soekarno yang masih ABG, ia juga menulis surat yang berbunyi :
Yury,
I came to you today
but were out (to wisma school)
I came only to say “I love you”
your’s
Sukarno

9.   Kepada Heldy, Bung Karno juga menulis surat yang menggetarkan jiwa :
“Dik, Kau tahu. kau tidak pernah mencari aku, aku juga tidak mencari engkau. Tapi Allah sudah mempertemukan kita.”


Sumber Bacaan : M. Soedarsono. 2013. Rayuan Maut Bung Karno. Surabaya. Penerbit Liris.

  




















Tidak ada komentar:

Poskan Komentar